Pasangan Kecanduan Seks? Begini Cara Membantu Mereka

mengatasi-kecanduan-seks-doktersehat

DokterSehat.Com – Kebutuhan manusia yang sangat dasar tidak hanya makan atau minum saja, seks juga masuk di dalamnya. Dengan melakukan seks, urusan ranjang ini akan terpenuhi sehingga Anda bisa puas secara fisik dan psikologi. Seks yang dilakukan secara rutin juga mempercepat terjadinya pembuahan dan mencegah terjadinya beberapa penyakit.

Seks yang Berbahaya

Seks memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, ada beberapa hal yang membuatnya jadi sangat berbahaya. Seks bisa menyebabkan seseorang jadi kecanduan sehingga susah meninggalkannya. Kecanduan seks juga bisa berakibat buruk pada kesehatan tubuh dan juga jiwa sehingga penanganan harus segera dilakukan.

Kalau seseorang dengan kondisi ketagihan seks tidak segera ditangani dengan baik, kemungkinan besar mereka akan terus melakukannya. Yang paling terganggu dari kondisi ini tentu saja pasangan. Seorang pecandu seks, tidak akan mau tahu dengan alasan pasangan. Kapan saja mereka mau harus segera dituruti.

Hal lain yang sangat merugikan kalau pasangan mengalami kecanduan seks adalah tidak bisa mengontrol diri. Kalau pasangan tidak mau melakukan seks, mereka bisa saja marah dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu kalau sampai berhubungan seks dengan orang lain, resikonya akan sangat besar.

Apabila Anda memiliki pasangan yang mengidap kecanduan seks, segera minta dia untuk melakukan konsultasi bersama-sama. Jangan tunda penyembuhan kondisi ini karena bisa berbahaya untuk kelanjutan hubungan di masa depan.

Tanda-Tanda Pasangan Mengalami Kecanduan Seks

Mengenali  pasangan apakah mereka sedang kecanduan seks atau tidak sebenarnya sangat mudah. Simak beberapa tanda di bawah ini dengan saksama.

  • Seseorang yang mengalami kecanduan seks biasanya suka menyembunyikan perilakunya. Mereka cenderung takut diketahui oleh orang lain di luar lingkar kehidupan pribadinya, misal teman kantor atau keluarga yang lainnya. Mereka akan menyembunyikannya rapat-rapat agar terlihat biasa saja.
  • Kerap meminta berhubungan seks secara tidak wajar. Seharusnya seks dilakukan sebanyak 2-3 kali seminggu. Kalau setiap hari pasangan meminta untuk bercinta berarti ada masalah pada dirinya. Apalagi kalau mereka tidak menghargai kondisi pasangan yang sedang lelah.
  • Sering menyaksikan video pornografi secara berlebihan. Video syur ini akan membuat seseorang lebih terobsesi untuk melakukan seks lebih sering. Mereka akan diam-diam melihat video ini dan tidak mau diketahui banyak orang termasuk pasangannya.
  • Pasangan yang sering masturbasi padahal seks sudah terpenuhi juga bisa dimasukkan ke dalam kategori ini. Kalau masturbasi hanya sesekali saja untuk menikmati me time, belum dimasukkan dalam kategori ketagihan.
  • Kecanduan seks bisa membuat seseorang menjadi agresif. Mereka kerap menyakiti pasangan saat berhubungan badan karena aktivitas itu dianggap menyenangkan. Tidak jarang mereka melakukan seks untuk kesenangan pribadi saja dan tidak mempertimbangkan kondisi pasangan apakah mereka juga terpuaskan atau tidak.
  • Aktivitas seks yang baik selalu didasari dengan konsensus atau persetujuan bersama. Kalau seks yang dilakukan berisi unsur paksaan, ada indikasi seseorang alami kecanduan seks. Mereka cenderung marah kalau keinginannya bercinta ditolak.

Cara Mengatasi Kecanduan Seks

Kecanduan seks memang berbahaya karena bisa mengganggu hubungan pasutri. Agar gangguan yang tidak diinginkan ini bisa dihindari, coba atasi dengan melakukan hal-hal di bawah ini.

  1. Berbicara dengan jujur

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, seseorang yang mengalami kecanduan seks akan menyembunyikan kondisinya. Anda tidak perlu memaksa pasangan untuk mengaku karena bisa menyakiti perasaannya. Lebih baik berbicara empat mata terkait apa yang dirasakan dan menumpahkan segala unek-unek yang Anda miliki.

Misal saat pasangan sering marah saat Anda menolak bercinta, ceritakan hal ini dan minta pasangan menjelaskan rasa marahnya. Buat contoh kejadian yang telah berlalu sebagai jalan untuk membuka obrolan terkait dengan gangguan seksual yang dialami. Kalau pembicaraan sudah cair, Anda boleh langsung menembak langsung terkait masalah kecanduan seks.

  1. Melakukan Konsultasi Berdua

Salah satu ketakutan seseorang saat mengalami gangguan adalah konsultasi. Padahal saat melakukan hal ini tidak akan terjadi apa-apa. Dokter tidak akan menyalahkan atau menekan sehingga konsultasi bisa berjalan dengan lebih relaks dan menyenangkan.

Satu lagi, konsultasi tidak hanya dilakukan sendirian saja. Karena aktivitas seks menyangkut dua belah pihak, konsultasi akan dilakukan bersama-sama. Pasangan tidak perlu takut karena setiap sesi konsultasi selalu dilakukan bersama-sama.

  1. Melakukan Aktivitas Positif Bersama-sama

Setelah konsultasi selesai dilakukan, dokter akan memberikan beberapa saran yang bermanfaat. Dari saran itu pasangan bisa melakukan aktivitas bermanfaat bersama-sama. Hal-hal yang menjadi pemicu baiknya libido harus dihapuskan agar terapi berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, pasangan juga bisa saling mendukung satu dengan lain. Kalau kesalahan yang lalu dilakukan lagi, pasangan tidak boleh ragu untuk mengingatkannya. Semoga ulasan di atas bermanfaat kalau Anda memiliki pasangan yang memiliki kecanduan seks.

  1. Melakukan Evaluasi Secara Berkala

Kecanduan seks yang dialami oleh pasangan tidak akan serta merta sembuh begitu saja. Butuh proses yang panjang dan perjalanan ke arah itu tidak mudah. Kalau Anda dan pasangan ingin mengetahui apakah perjuangannya sudah berhasil atau tidak, coba lakukan evaluasi secara berkala.

Kalau ada hal positif yang terjadi, lanjutkan hal itu hingga maksimal. Sementara itu kalau ada yang belum berubah atau tidak maksimal, coba perbaiki agar bisa berjalan sesuai dengan keinginan.

Sekali lagi, jangan biarkan pasangan melakukan apa yang diinginkan kalau tidak sesuai. Lebih baik mengingatkan sejak awal agar kondisi buruk tidak terjadi.

 

 

Sumber:

  1. Tyler, Mara. 2018. Sex Addiction. https://www.healthline.com/health/addiction/sex. (Diakses pada 13 September 2019).
  2. Nordqvist, Christian. 2017. What is sexual addiction?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/182473.php. (Diakses pada 13 September 2019).
  3. Mayo Clinic. Compulsive sexual behavior. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/compulsive-sexual-behavior/symptoms-causes/syc-20360434. (Diakses pada 13 September 2019).