Terbit: 28 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Saat melakukan diet, pernahkah Anda mengalami kemandekan atau stagnan? Meski sudah melakukan protokolnya dengan sempurna hingga tidak pernah melakukan cheating makanan, berat badan tetap tidak mau turun. Bahkan, pada kondisi tertentu tubuh terasa mengembang karena kadar airnya yang cukup tinggi.

7 Cara Sederhana Mengatasi Diet yang Selalu Stagnan (Plateau)

Kondisi diet yang stagnan ini dinamai plateau. Dalam diet hal ini sangat wajar meski bagi beberapa orang kondisi stagnan ini menyusahkan. Perkembangan diet bisa terganggu karena terlanjur malas melakukannya lagi. Berikut beberapa cara mengatasi plateau dalam diet dan berat badan ideal yang diinginkan bisa didapatkan dengan mudah.

Cara mengatasi kondisi plateau dalam diet

Diet yang stagnan atau plateau memang sangat mengganggu. Meski demikian, Anda bisa mengatasinya dengan melakukan beberapa hal di bawah ini.

  1. Mengukur makanan dengan tepat

Penyebab utama mengapa diet yang Anda jalani menjadi plateau adalah salahnya ukuran makanan. Misal dalam satu hari Anda hanya boleh mengonsumsi 250 gram daging ayam, kalau jumlahnya menjadi 350 gram, kemungkinan terjadi kesalahan akan besar. Akhirnya kondisi plateau akan terjadi dan menyebabkan masalah yang cukup pelik.

Kalau sejak awal Anda melakukan diet dengan melakukan penghitungan kalori dan makro nutrisi, lakukan dengan benar. Jangan hanya menebak kalori dari makanan tanpa mengukurnya secara langsung. Terakhir, lakukan meal prep setiap hari agar tidak kebingungan saat akan makan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  1. Kembali menerapkan penghitungan kalori

Kalau Anda sudah melakukan diet selama satu bulan dan berhasil, kebutuhan kalori tubuh akan mengalami perubahan. Kalau Anda tetap menggunakan kalori dari hitungan lama, kemungkinan terjadi stagnan akan besar. Oleh karena itu lakukan penghitungan lagi agar diketahui kalori terbaru beserta defisitnya.

Lakukan pengukuran berat badan dan juga kadar lemak di dalam tubuh. Setelah itu buatlah daftar makanan baru yang sesuai dengan hitungan makro nutrisi terbaru. Dengan perubahan ini, tubuh akan selalu terpacu untuk membuang lemak dan tidak beradaptasi dengan perubahan atau manipulasi yang diciptakan.

  1. Melakukan sistem zigzag pada kalori

Tubuh kita sangat fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Kondisi ini menyebabkan kita harus mampu menipu tubuh agar tidak menyesuaikan diri pada suatu kondisi.

Daripada menggunakan kalori yang sama setiap harinya, akan lebih baik kalau dibuat zig zag. Pada hari aktif seperti ada jadwal olahraga Anda bisa menambahkan kalorinya. Sementara itu kalau sedang banyak santai di rumah bisa menerapkan penurunan kalori dari hitungan defisit awal. Melakukan cara zig zag ini akan membuat tubuh selalu memiliki metabolisme yang besar.

  1. Melakukan perkembangan olahraga

Genjot olahraga hingga maksimal. Jangan hanya berkutat di berat yang sama saat di gym. Tambah berat angkatan agar tubuh terus melakukan adaptasi dan metabolisme berjalan dengan lancar.

Anda juga bisa mengganti metode latihan. Terkadang tubuh juga jenuh dengan satu jenis latihan saja dan diulang hingga beberapa bulan.

  1. Lebih aktif setiap hari

Sebisa mungkin untuk lebih aktif lagi dalam bergerak. Kalau Anda bekerja di kantor dan lebih banyak duduk, lebih baik setiap 2-3 jam sekali bangkit dan jalan 5 menit. Pagi dan sore juga bisa jalan kaki selama 15 menit.

  1. Otot dan lemak harus diperhatikan

Perhatikan otot dan lemak yang ada di tubuh. Ada kalanya Anda merasa tidak ada perubahan sama sekali pada tubuh. Padahal lemak sudah turun dan massa otot yang gantian naik.

Kalau merasa tidak ada perubahan coba berdiri di depan cermin. Kalau ada perubahan dan tubuh lebih langsing, berarti ada perubahan dan Anda tidak perlu kebingungan.

  1. Apakah masih memiliki motivasi yang besar?

Penyebab terakhir dari kondisi plateau terakhir adalah motivasi. Mungkin terlihat klise, tapi semangat dan dorongan akan berubah akan membuat Anda melakukan apa saja dengan benar. Namun, kalau semangat sudah tidak ada kemungkinan melakukan kesalahan juga cukup besar.

Evaluasi lagi semangat Anda dalam melakukan diet. Kalau agak menurun tingkatkan lagi dengan baik. Jangan menyepelekan masalah motivasi ini karena bisa membuat semua perkembangan diet yang dilakukan jadi gagal total.

Mempersiapkan mental saat diet juga penting

Dalam diet, kekuatan fisik saja tidak akan menentukan apakah proses penurunan berat badan bisa berjalan dengan lancar. Dalam diet harus ada kesiapan mental yang baik agar hal-hal non teknis tidak menyebabkan diet menjadi gagal total padahal perkembangannya sudah cukup baik.

Ketika melakukan diet usahakan untuk fokus dan tidak gampang tergoda dengan metode diet lain. Setiap diet memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Namun, tidak semuanya cocok untuk satu orang. Ada kalanya Anda cocok dengan diet A dan tidak begitu cocok dengan diet B. Coba minimal 3 bulan kalau memang mau berganti.

Selanjutnya kesiapan mental juga bisa dipupuk dengan tidak melakukan diet sendirian saja. Artinya diet bisa dilakukan dengan banyak orang dengan misi yang sama. Bergabunglah dengan komunitas diet tertentu agar tahu seluk-beluk diet dengan lebih mendetail. Selain itu saling menyemangati juga tidak membuat Anda menjadi bosan dan akhirnya mengakhiri diet.

Karena diet tidak semudah yang dibayangkan, ada baiknya Anda memilihnya dengan tepat sebelum memulai. Persiapkan segalanya dengan matang sehingga saat diet dilakukan tidak akan ada masalah atau gangguan yang berarti.

Diet yang dilakukan dengan benar bisa memberikan manfaat lada tubuh berupa penurunan kadar lemak dan tubuh jadi terhindari dari berbagai macam penyakit berbahaya. Nah, bagaimana dengan diet yang Anda jalani selama ini? Adakah kesulitan yang dialami dan menyebabkan diet tidak berjalan dengan lancar? Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi