Terbit: 4 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Orang tua tentu ingin pertumbuhan anaknya sempurna. Melihat kaki anaknya berbentuk O, tentu membuat orang tua khawatir. Namun benarkah kaki berbentuk O ini berbahaya?

Mengatasi Bentuk Kaki O Pada Anak

Kaki berbentuk O atau bowlegs adalah kondisi di mana lutut anak tetap terbuka saat berdiri meskipun pergelangan dan telapak kaki dirapatkan. Biasanya anak mengalami kaki bentuk O saat lahir lalu akan membaik pada usia 15 hingga 18 bulan. Di usia 3 tahun kebanyakan kaki O anak sudah memiliki bentuk yang baik. Ketika usia 7 atau 8 tahun, kakinya akan mencapai bentuk yang bertahan hingga dewasa nanti.

Pada beberapa kasus, kaki O bisa disebabkan oleh kekurangan vtamin D atau kondisi penyakit yang desebut penyakit Blount. Penyakit ini adalah kelainan pertumbuhan yang memengaruhi tungkai bawah dan tulang kering yang menyebabkan bentuk kakinya tumbuh bengkok. Anak-anak yang mengalami penyakit Blount biasanya adalah anak yang mengalami proses belajar jalan terlalu dini atau pada anak yang obesitas.

Penyebab lain dari bentuk kaki O adalah penyakit rakitis, yaitu kondisi anak kekurangan vitamin D yang berkepanjangan sehingga tungkai bawah menjadi bengkok. Kemudian penyakit dwarfisme, yaitu gangguan pertumbuhan tulang yang dalam perkembangannya dapat mengakibatkan kaki menjadi O.

Bentuk kaki O pada anak dapat diatasi dengan melakukan konsultasi pada dokter ortopedi untuk mencari tahu penyebab kondisi kaki O. Biasanya bentuk kaki O tidak memerlukan penanganan khusus kecuali dalam kondisi ekstrem atau menimbulkan keluhan khusus.

Beberapa bentuk penanganan yang biasanya dilakukan untuk memperbaiki kaki O antara lain terapi menggunakan sepatu khusus atau alat bantu penyangga dan pembedahan untuk memperbaiki bentuk tulang.
Sedangkan untuk pencegahan, Anda bisa memberikan asupan vitamin D yang cukup lewat makanan atau suplemen. Untuk makanan yang kaya akan vitamin D antara lain ikan, hati, dan aneka olahan susu. Jangan berikan susu dengan kandungan gula tinggi untuk mencegah obesitas. Selain lewat makanan, ajak anak Anda berjemur untuk mendapat vitamin D alami.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi