Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau jangka panjang serta bisa menimbulkan gangguan ringan hingga berat. Lantas, bagaimana cara mengatasi anemia? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

cara-mengatasi-anemia-doktersehat

Cara Mengatasi Anemia

Sebelum menjelaskan mengenai cara mengatasi anemia atau berbagai obat anemia yang bisa digunakan, pada dasarnya pengobatan untuk anemia disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Perlu diketahui, perawatan untuk satu jenis anemia mungkin tidak sesuai dan berbahaya untuk jenis anemia lainnya, oleh karena itu dokter tidak akan mengobati anemia sampai penyebab yang mendasarinya diketahui.

Perawatan untuk anemia berkisar dari mengonsumsi suplemen hingga menjalani prosedur medis. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi anemia yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Anemia yang Disebabkan oleh Kehilangan Darah

Jika Anda tiba-tiba kehilangan banyak darah, tindakan yang harus dilakukan adalah melakukan transfusi darah, pemberian oksigen atau zat besi, untuk membantu tubuh membangun sel-sel darah merah baru. Kehilangan darah kronis dapat diatasi dengan mengidentifikasi sumber perdarahan dan menghentikan pendarahan.

 2. Anemia yang Disebabkan oleh Penurunan Produksi Sel Darah Merah

Cara mengatasi anemia yang disebabkan oleh penurunan produksi sel darah merah tergantung pada penyebab penurunan produksi sel darah merah. Setelah penyebab diketahui, barulah perawatan bisa dilakukan.

3. Anemia yang Disebabkan oleh Kekurangan Zat Besi

Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat menghasilkan sel darah merah normal. Pada wanita muda, anemia defisiensi besi dapat terjadi akibat perdarahan menstruasi yang berat. Wanita non-menstruasi atau pria yang mengalami kekurangan zat besi perlu menjalani pemeriksaan usus besar (colonoscopy atau barium enema) untuk membantu mengidentifikasi sumber perdarahan kronis.

Dengan anemia defisiensi besi, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi yang mudah diserap tubuh. Meski begitu, suplemen zat besi bukanlah pilihan yang tepat bagi beberapa orang, karena zat besi diserap di bagian atas saluran pencernaan. Berikut adalah hal-hal penting yang harus diketahui sebelum mengonsumsi suplemen zat besi:

  • Selalu konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen zat besi. Asupan zat besi berlebih bisa berbahaya. Gejala kelebihan zat besi termasuk kelelahan, muntah, diare, sakit kepala, cepat marah, masalah jantung, dan masalah persendian.
  • Mengonsumsi suplemen zat besi dengan makanan dapat membantu mencegah efek samping seperti mual, diare, atau sembelit.
  • Perhatikan interaksi obat. Ceritakan pada dokter jika Anda sedang menjalani perawatan untuk kondisi lain. Sebagai contoh, suplemen kalsium bisa mengganggu penyerapan zat besi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengonsumsinya pada waktu yang berbeda.
  • Tubuh menyerap zat besi paling baik ketika dikonsumsi bersama dengan sesuatu yang agak asam. Anda mungkin disarankan untuk mengonsumsi zat besi dengan jus jeruk.

Selama perawatan, dokter akan memantau jumlah sel darah merah termasuk tingkat hematocrit, hemoglobin, and ferritin. Jika anemia Anda tidak membaik dengan suplemen zat besi, dokter bisa mencari penyebab mendasar lainnya.

4. Anemia yang Disebabkan oleh Kurangnya Vitamin B12 dan Folat

Jika tubuh Anda kekurangan vitamin B12, dokter mungkin akan memberikan suntikan vitamin B12. Selain itu, vitamin B12 juga dapat diberikan melalui mulut, tetapi dengan dosis yang sangat tinggi diperlukan.

Beberapa orang dengan kekurangan vitamin B12 memiliki ketidakmampuan permanen untuk menyerap vitamin B12 dan akan membutuhkan suntikan setiap satu hingga tiga bulan atau konsumsi pil setiap hari seumur hidup

Cara mengatasi anemia yang disebabkan oleh terbatasnya asupan vitamin B12 dan folat juga bisa dilakukan lewat makanan seperti daging, jeroan, ikan, kerang, susu, keju, dan telur. Jika Anda kekurangan folat, sumber makanan yang mengandung folat adalah sayuran berdaun hijau, kembang kol, brokoli, kubis, sereal gandum, buah, dan produk olahan susu.

5. Anemia yang Disebabkan oleh Masalah Sumsum Tulang dan Sel Induk

Kondisi ini cenderung lebih persisten dan sulit diobati. Perawatan untuk anemia herediter seperti talasemia atau penyakit sel sabit, sangat bervariasi dan tergantung pada kondisi spesifik dan beratnya gejala.

Beberapa anemia tidak memerlukan pengobatan apapun, sementara yang lain mungkin memerlukan transfusi berulang dan tindakan agresif lainnya. Meskipun anemia aplastik kadang-kadang akan mengalami penyembuhan spontan, beberapa orang dengan kelainan ini membutuhkan transplantasi sumsum tulang.

Baca Juga: Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Penyebab, Gejala, Obat, dll

6. Anemia yang Disebabkan oleh Penyakit Kronis

Cara mengatasi anemia yang disebabkan oleh penyakit kronis adalah melakukan pengobatan pada kondisi yang mendasarinya. Anemia yang disebabkan oleh penyakit ginjal kronis atau setelah kemoterapi dapat diobati dengan suntikan recombinant human erythropoietin yang disebut epoetin alpha atau darbepoetin alfa.

Erythropoietin adalah hormon yang merangsang produksi sel darah merah di sumsum tulang. Sedangkan darbepoetin alfa adalah bentuk sintetis dari erythropoietin.

7. Anemia yang Disebabkan oleh Penghancuran Sel Darah Merah

Pengobatan anemia hemolitik akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Kasus anemia hemolitik ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan sama sekali. Sementara pada kasus yang lain, anemia hemolitik mungkin memerlukan pembedahan untuk mengganti katup jantung yang rusak, mengangkat tumor, atau memperbaiki pembuluh darah yang tidak normal.

Jika anemia hemolitik berlanjut meskipun telah diobati, upaya terakhir yang bisa dilakukan adalah melakukan splenektomi, prosedur pengangkatan limpa secara bedah. Banyak orang dapat menjalani kehidupan normal tanpa limpa.

Selain itu, anemia hemolitik yang berlangsung lama dapat menyebabkan batu empedu berkembang akibat hasil sampingan penghancuran sel darah merah. Operasi kantung empedu mungkin diperlukan untuk batu empedu simptomatik.

8. Anemia Sel Sabit

Kadang-kadang, seorang anak dengan penyakit sel sabit yang memiliki donor yang tepat dapat disembuhkan dengan transplantasi sumsum tulang. Selain itu, obat anemia yang bisa digunakan adalah hydroxyurea. Obat ini merangsang pembentukan hemoglobin alternatif yang tidak rentan terhadap penyakit, bisa digunakan untuk mengurangi frekuensi nyeri tulang, dan mengurangi kebutuhan akan transfusi darah.

9. Asupan Nutrisi pada Limpa

Perawatan alami berikutnya untuk anemia adalah dengan menjaga kesehatan limpa, organ yang bertanggung jawab untuk produksi sel darah merah. Jika limpa tidak sehat, hal itu adalah faktor pertama yang menyebabkan anemia. Makanan terbaik yang bisa dikonsumsi adalah squash atau labu, khususnya acorn squash, butternut squash, spaghetti squash.

Kelompok makanan lain yang sangat penting untuk memelihara limpa dan produksi sel darah merah adalah sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, selada dan swiss chard. Segala sesuatu yang merupakan makanan pahit sangat bergizi bagi limpa.

10. Konsumsi Makanan Probiotik

Cara mengatasi anemia alami lainnya yang bisa digunakan adalah meningkatkan kesehatan usus dengan probiotik. Sebuah studi mengungkapkan, seseorang yang mengonsumsi suplemen probiotik, kadar vitamin B nya cenderung naik bersama dengan kadar zat besi.

Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang kaya probiotik ke dalam diet seperti yoghurt, kefir, susu kambing, dan asinan kubis. Guna mendukung penyerapan zat besi, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen probiotik.

Nah, itulah berbagai cara mengatasi anemia yang bisa Anda lakukan.

 

  1. Understanding Anemia — Diagnosis and Treatment. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-treatment#1. (Diakses pada 16 Januari 2020).
  2. Link, Rachael, MS, RD. 2018. 5 Natural Treatments for Anemia Symptoms. https://draxe.com/health/anemia-symptoms/. (Diakses pada 16 Januari 2020).