Terbit: 20 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Setiap orangtua pasti mendambakan si kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas dan memiliki budi pekerti yang baik. Namun kadang anak-anak terutama balita, menutupi sesuatu dengan berbohong. Wah, bagaimana ya mengatasinya?

Mengapa Si Kecil Suka Berbohong?

Penyebab anak berbohong

Ada beberapa penyebab anak berbohong jika dilihat dari usianya, yaitu:
1. Anak masih belum bisa membedakan antara berbohong dengan khayalan
Misalnya ketika Anda menemukan bahwa air minum tumpah di meja makan, lalu ketika bertanya pada si kecil mengenai penyebabnya, ia menjawab dengan “airnya tumpah diminum dinosaurus” atau khayalan lain, maka mungkin anak Anda berbohong karena belum bisa membedakan antara mana imajinasinya dan mana kenyataan. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak berusia 2-3 tahun, ketika anak-anak mulai mengenal imajinasi dalam pikirannya.

2. Anak takut dihukum

Salah satu alasan lain yang sering dilakukan anak adalah karena ia takut dihukum. Hal ini sering terjadi karena orangtua pernah menghukum si kecil terlalu keras sehingga menyebabkan anak trauma. Atau bisa juga disebabkan karena anak tahu Anda akan marah jika tau ia berbuat kesalahan, maka ia mengarang cerita agar bebas dari hukuman.

3. Ingin mendapatkan pujian atau penghargaan

Kadang, alasan berbohong adalah karena ia ingin mendapatkan pujian dari Anda. Misalnya, si bungsu mengaku membereskan sendiri mainannya, padahal sebenarnya yang membereskannya adalah si kakak. Si bungsu melakukannya demi mendapatkan pujian atau penghargaan dari Anda.

Tips membuat anak mau bicara jujur

Ketika mengetahui anak berbohong, sebaiknya jangan segera memarahinya karena bisa membuatnya trauma. Tanyakan baik-baik mengapa ia harus berbohong, dan kenali penyebabnya. Beri penjelasan bahwa ia tidak boleh berbohong hanya demi pengakuan dan pujian dari orang lain. Ia harus mendapatkan sesuatu berdasarkan kerja kerasnya sendiri.

Selain itu, Anda bisa melatih anak untuk jujur dengan cara berikut:
1. Beri contoh
Anak-anak akan mencontoh Anda dalam bersikap, termasuk dalam berkata-kata. Maka sebaiknya orang tua pun harus selalu jujur di hadapan anak-anak dan tidak berbuat curang atau bohong di depan anak.

2. Fokus pada kejujuran dan tanggung jawab, bukan pada hukuman
Menerapkan rewards and punishments di rumah memang perlu, namun kadang hal ini menyebabkan anak takut dihukum. Hindari menghukum anak terlalu keras, namun tekankan pada tanggung jawab apa saja yang harus ia lakukan. Dengan demikian, anak akan lebih siap dengan konsekuensi tindakannya dan bukan membiasakan diri untuk berbohong,

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi