Mengapa Generasi Milenial Jarang Berhubungan Seks?

alat-spiral-doktersehat
Photo Credit : pexels.com

DokterSehat.Com – Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Jean M. Twenge, milenial atau generasi X jarang berhubungan intim dibandingkan generasi sebelumnya. Dalam satu pekan, milenial biasanya berhubungan seks 1-2 kali saja. Bahkan, beberapa milenial yang sibuk hanya melakukannya sebulan 1-2 kaki.

Yang menyebabkan milenial jarang berhubungan seks adalah lingkungan dan pola pikir. Kondisi ini mengubah pandangan tentang seks yang awalnya sangat penting menjadi sesuatu yang biasa.

Inilah beberapa alasan yang menyebabkan milenial jarang berhubungan seks.

1. Lebih menerima premarital seks

Milenial lebih menerima premarital seks ketimbang seks yang dilakukan dalam pernikahan. Bagi sebagian besar generasi ini, seks adalah aktivitas fisik layaknya olahraga saja. Jadi, kesakralannya tidak terlalu dipentingkan lagi.

Penerimaan premarital seks ini menyebabkan generasi ini jarang melakukan aktivitas seks. Mereka hanya melakukannya sesekali saja secara casual dengan orang yang ditemui melalui aplikasi dating.

2. Seks bukan sesuatu yang penting

Generasi milenial terutama yang masih muda selalu menganggap karier adalah utama. Mereka tidak menganggap menikah sesuatu yang urgent dan harus dilakukan sesegera mungkin. Selain itu, seks juga dianggap sesuatu yang mudah didapatkan sehingga dianggap tidak terlalu penting lagi.

Generasi milenial juga tidak buru-buru memiliki anak. Jadi, meski sudah menikah, pasangan akan jarang berhubungan badan.

3. Terlalu sibuk dengan perangkat elektronik

Perangkat elektronik menyebabkan pria dan wanita jarang menjalin hubungan dengan pasangannya. Karena asyik sendiri dengan perangkatnya, aktivitas seks jadi jarang dilakukan oleh pria dan wanita.

Perangkat elektronik membuat atensi pasangan jadi terpecah. Dampaknya, aktivitas seks jarang terjadi. Kalau pun terjadi juga tidak intens seperti saat awal menikah.

Inilah alasan yang menyebabkan generasi milenial jarang melakukan hubungan seks. Nah, bagaimana pendapat Anda?