Mengapa Bayi Tidak Dianjurkan Pakai Bantal Saat Tidur?

jam-tidur-bayi-doktersehat

Doktersehat.com – Tidur dengan kepala menyandar ke bantal bisa membuat tidur Anda lebih nyaman. Namun, bagi bayi ada dan tidaknya bantal tidak terlalu berpengaruh. Bayi bisa tetap tidur dengan pulas meskipun tidak menggunakan bantal. Walaupun demikian, beberapa ahli tidak merekomendasikan bayi tidur pakai bantal.

Adanya larangan bayi tidur tanpa bantal dikarenakan bantal bisa meningkatkan risiko bayi kehabisan napas. Dikhawatirkan wajah bayi akan tertindih atau tertekan bantal padahal leher bayi belum cukup kuat untuk membalikkan wajah.

Bayi juga lebih sensitif terhadap debu, bulu, atau bahan lainnya yang menjadi perlengkapan tidur. Material-material yang tidak cocok dengan bayi bisa meningkatkan timbulnya reaksi alergi. Lebih jelasnya berikut beberapa alasan mengapa bayi tidak memerlukan bantal saat tidur.

Baca juga: Kapan Bayi Bisa Tidur Pakai Bantal?

5 Alasan Bayi Tidak Membutuhkan Bantal

Tidak seperti apa yang dipikirkan banyak orang, penggunaan bantal pada bayi bukanlah keharusan bagi bayi baru lahir dan bayi berusia 1-2 tahun. Bahkan disarankan agar Anda menjaga bayi dari bantal untuk dua tahun pertama setelah kelahiran. Berikut beberapa alasan bayi tidak membutuhkan bantal:

1. Menyebabkan mati lemas

Jika Anda berpikir bayi pakai bantal akan membantunya tidur lebih nyenyak, Anda salah. Kepala bayi yang lembut bisa tenggelam ke dalam bantal lembut yang dapat meningkatkan kemungkinan mati lemas. Selain itu, lubang hidung kecil yang halus bisa ditekan oleh bantal dan membatasi aliran udara ketika bayi Anda menggerakkan kepala dari satu sisi ke sisi lain.

2. Meningkatkan risiko SIDS

Terlepas dari mati lemas, bayi tidur pakai bantal meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS dalam berbagai cara. Jika bantal diisi dengan busa atau manik-manik thermocol (semacam sterofoam), yang bisa lepas tanpa sengaja, dapat menyebabkan tersedak. Juga, bantal tapal kuda yang digunakan secara tradisional untuk menopang kepala yang halus dapat membatasi gerakan pada bayi.

3. Menyebabkan kepanasan

Kebanyakan bantal bayi yang bagus memiliki sarung bantal yang menarik, biasanya terbuat dari poliester atau kain selain kapas. Ini bisa meningkatkan panas di bawah kepala dan menyebabkan fluktuasi suhu di tubuh. Keringat berlebihan atau panas karena sarung bantal dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipertermia yang fatal dan mengancam jiwa.

4. Bisa menyebabkan leher terkilir

Kebanyakan bantal bayi berbulu dan tidak rata. Ini sebenarnya bisa menyebabkan leher bayi Anda terkilir atau keseleo saat tidur selama berjam-jam.

5. Menyebabkan sindrom kepala datar

Penggunaan bantal pada bayi terlalu lama bisa menimbulkan sindrom kepala datar pada bayi karena tekanan konstan. Meskipun penting untuk meletakkan bayi Anda di belakang untuk mengurangi kasus SIDS, ini dapat menyebabkan cacat struktural di kepala saat menggunakan bantal untuk tidur.

Ikuti cara tidur yang aman untuk bayi seperti berikut ini:

  • Selalu buat bayi Anda tidur telentang dan bukan tengkurap.
  • Hindari menggunakan bantal sampai usia dua tahun.
  • Ketika Anda memilih bantal untuk balita, bantal yang baik untuk bayi adalah memastikan bantal itu kuat dan rata.
  • Jika kepala bayi dalam posisi tertentu terlalu lama atau lebih dari dua jam, cobalah mengubah posisi untuk menghindari sindrom kepala datar karena tekanan.
  • Pastikan boks bayi diletakkan di samping tempat tidur dan jauh dari pemanas ruangan atau gadget elektronik lainnya.

Baca juga: Tak Perlu Panik, Hal Ini Normal Terjadi Ketika Bayi Tidur

Kiat Bayi Tidur Nyenyak

Apakah Anda kesulitan membuat bayi Anda tidur nyenyak? Berikut adalah 8 kiat yang berhasil!

Bayi yang baru lahir cukup tidur hingga 16 hingga 20 jam sehari dan tidak dapat membedakan antara siang dan malam. Bayi prematur di sisi lain akan tidur di mana saja antara 20 hingga 22 jam. Tetapi sisi lain dari tidur bayi adalah bahwa mereka tidak tidur selama berjam-jam. Bayi memiliki siklus tidur 40 menit dan menghabiskan sebagian besar dalam tidur REM atau Rapid Eye Movement. Dalam tidur REM bayi akan mengisap, meringis, tersenyum dan kadang-kadang menggerakkan jari-jari tangan dan kaki mereka. Mereka bangun setiap 3 sampai 5 jam untuk mendapat makan. Siklus ini juga berlanjut di malam hari.

Tidur malam yang nyenyak tidak hanya penting bagi orang dewasa tetapi juga bagi anak-anak, karena ahli menyarankan bahwa perkembangan otak yang penting terjadi ketika bayi Anda tidur.

Menurut ahli tidur bayi, Jo Tantum, bayi tidak hanya tidur sepanjang malam sehingga perlu untuk mengurus beberapa hal di malam hari sehingga bayi Anda dapat memiliki pagi yang lebih cerah.

Inilah yang dapat Anda lakukan agar bayi Anda tidur neynyak:

1. Mengatur rungangan tidur

Cobalah mengatur adegan yang sesuai untuk waktu tidur seperti memastikan bahwa lampu dimatikan atau diredupkan dan ruangan tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Menciptakan lingkungan yang tenang akan membantu bayi mengerti kapan waktunya untuk tidur.

2. Rutin adalah kuncinya

Rutin akan membantu si kecil mengetahui kapan malam hari. Dengan melakukan hal yang sama sebelum tidur memandikan bayi terlebih dahulu, berpelukan, ninabobo, dan ganti popok bersih, bayi Anda akan mulai membiasakan kegiatan ini dengan tidur.

3. Jaga jadwal

Seperti dengan membangun rutinitas tidur, siklus harian juga penting. Ketika sedang  ‘aktif’ dan ‘tenang’ bayi Anda akan terbiasa ketika saatnya untuk bermain dan kapan waktunya untuk tidur.

4. Belajar membedakan antara malam dan siang

Pastikan bahwa lingkungan bayi berbeda antara siang dan malam sehingga si kecil mengenali cahaya, yang berarti sudah waktunya untuk bermain dan bahwa gelap adalah waktu untuk tidur. Juga cobalah untuk menjadi lebih tenang ketika sudah malam sehingga si kecil mengerti bahwa itu bukan waktu bermain.

5. Cobalah tidur bersama

Jika bayi mengalami masalah tidur, dan Anda berpikir terlalu dini bahwa bayi bisa menenangkan dirinya sendiri, cobalah tidur bersama. Tidur bersama membuat bayi merasa aman dan hangat didekapan orang tua dan membantu menidurkan bayi lebih nyenyak.

6. Membedung bayi

Untuk meniru ruang rahim, akan membantu jika Anda membedung bayi. Bungkus bayi dalam selimut atau kain hangat untuk membantu bayi tidur. Tetapi jangan terlalu kencang.

baca juga: Tips Mengatur Jadwal Tidur Bayi Baru Lahir

7. Hindari gangguan

Tepat sebelum Anda berencana untuk membuat bayi tertidur, cobalah dan hindari gangguan seperti mainan musik, ponsel, permainan, televisi atau bahkan kehadiran tamu. Semua ini datang saat akan tidur dan dapat mengganggu tidur malam yang nyenyak dengan menunda tidur atau dengan menjaga bayi Anda tetap aktif dan menolak untuk tidur.

8. Menenangkan tangisan bayi

Jika bayi terbangun di tengah malam dengan menangis, cobalah untuk mencari tahu penyebabnya dan bantu untuk menenangkan bayi agar tidur kembali. Apakah bayi merasa rasa lapar, atau waktunya untuk mengganti popok, teriakan kolik, nyeri di perut. Cari tahu dan perlakukan yang sesuai.

Nah, demikian alasan bayi tdak membutuhkan bantal hingga tips bayi tidur nyenyak. Semoga bermanfaat ya, Bunda!