Mengapa Balita Suka Melempar Barang?

bayi-main-di-karpet-doktersehat
Photo Credit: flickr.com/Ben Aerssen

DokterSehat.Com– Memasuki usia 18 bulan hingga 3 tahun, umumnya orang tua akan dipusingkan dengan ulah anak yang suka melempar barang. Anak akan melempar apa pun seperti mainan, remote televisi, dan benda-benda lainnya. Bagaimana cara mengatasinya?

Photo Credit: flickr.com/Ben Aerssen

Mengapa anak suka melempar?

Saat anak melempar barang, umumnya ia sedang menikmati perkembangan kemampuan motoriknya dan melatih koordinasi antara tangan dan mata saat melempar. Bagi anak, melempar barang adalah cara bersenang-senang dan mereka belum mengetahui bahaya atau efek buruk dari melempar barang. Selain itu anak juga senang melihat efek memantul dari barang yang dilempar, atau suara yang dihasilkan dari barang-barang yang dilempar.

Mengatasi anak yang suka melempar

Menghadapi anak yang suka melempar tentunya menguras kesabaran. Namun menurut saran ahli, Anda tidak perlu khawatir akan sikap anak ini.

“Selama anak Anda tidak melempar sesuatu hingga melukai orang atau memecahkan jendela, jangan beri dia hukuman,” jelas Roni Leiderman, dekan di Family Center at Nova Southeastern University in Fort Lauderdale, Florida seperti dikutip dari Baby Center.

Untuk menghadapi balita yang suka melempar, Anda bisa mencoba beberapa trik berikut ini:
1. Tunjukkan mana yang boleh dilempar dan mana yang tidak
Ketika anak melempar sepatu saat masuk rumah, segera ambil sepatu tersebut dan kembalikan ke tempatnya. Katakan pada anak bahwa sepatu bukan untuk dilempar, jika ingin sesuatu untuk dilempar maka ambil bola dan ajak anak untuk main di luar rumah.

2. Tegur anak jika lemparannya melukai orang lain
Ketika anak Anda bermain bersama teman-temannya kadang ia melempar mainan pada teman-temannya. Segera tegur sikapnya tersebut dan beri tahu dampaknya bahwa sikapnya tersebut tidak sopan dan dapat melukai orang lain.

3. Ajak membereskan mainan bersama
Untuk mengajarkan tanggung jawab dan sebab-akibat, ajak anak untuk bersama-sama mengembalikan mainan yang dilempar kembali ke tempatnya. Saat mengembalikan mainan, buat suasana menjadi menyenangkan sehingga tidak terasa seperti pekerjaan membereskan rumah. Hal ini dapat membuat anak merasa bahwa pekerjaan tersebut bukanlah hal yang berat namun justru menyenangkan.