Terbit: 27 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami oleh segala usia, termasuk anak-anak. Agar diare cepat sembuh, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari. Salah satunya adalah susu.

Mengapa Anak yang Diare Dilarang Minum Susu?

Penyebab dan gejala diare pada anak

Penyebab diare pada anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus bisa terjadi ketika anak-anak terkontaminasi bakteri dari makanan atau minuman. Selain infeksi bakteri, diare juga bisa terjadi akibat intoleransi bahan makanan atau keracunan bahan makanan.

Tanda diare yang khas adalah saat buang air tinja menjadi cair dan diare terjadi lebih dari tiga kali dalam sehari selama tiga hari berturut-turut. Diare umumnya disertai gejala lain seperti mual, muntah, nyeri perut dan demam.

Benarkah anak diare tidak boleh minum susu?

Ketika anak Anda mengalami diare, ada beberapa makanan dan minuman yang tidak disarankan untuk dikonsumsi, di antaranya adalah makanan berserat tinggi dan makanan yang mengandung gluten. Selain itu, susu juga termasuk minuman yang tidak baik dikonsumsi ketika mengalami diare.

Saat diare, usus akan mengalami intolernasi laktosa sekunder dimana usus tidak mampu mencerna laktosa. Hal ini menyebabkan susu tidak dapat dicerna dengan baik dan justru akan memperburuk kondisi pencernaan. Selain itu susu juga dapat meningkatkan produksi gas dalam usus sehingga dapat menimbulkan sensasi begah, kembung dan membuat anak tidak nyaman.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Bukan hanya susu, namun produk turunan susu seperti keju dan yoghurt sebaiknya tidak diberikan pada anak ketika sedang diare. Sebagai pengganti, Anda bisa memberikan susu rendah lemak atau susu kedelai.

Untuk mengganti cairan yang hilang selama diare, sebaiknya Anda pastikan anak Anda selalu tercukupi kebutuhan cairannya. Berikan air putih setiap anak selesai buang air kecil atau air besar. Periksakan ke dokter jika diare tidak membaik selama tiga hari dan diiringi gejala lainnya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi