5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Menerima Kekerasan Seksual

pasca-kekeran-seks-doktersehat

DokterSehat.Com – Inti dari aktivitas seksual adalah konsensus atau kesepakatan bersama. Kalau salah satu pihak tidak setuju, seks akan dianggap sebagai pemaksaan. Terlebih kalau seks dilakukan dengan kekerasan yang bisa menyebabkan luka pada tubuh. Seseorang bisa terluka dan mengalami banyak masalah baik secara fisik atau psikis.

Kalau seseorang mengalami pelecehan atau kekerasan seksual, mereka tidak boleh hanya diam saja. Sebelum semuanya menjadi lebih runyam, ada baiknya melakukan beberapa hal di bawah ini dengan baik dan mencoba menata hati terlebih dahulu agar bisa menghadapi semuanya dengan kuat.

  1. Segera minta perlindungan

Setelah mengalami kekerasan seksual atau pemerkosaan, pastikan diri Anda selama terlebih dahulu. Jika perlakukan melakukan pengancaman atau apa pun segera minta pelindungan kepada keluarga atau pihak kepolisian. Kalau Anda hanya diam, kejadian yang sama bisa saja terjadi kembali baik pada diri sendiri atau orang lain.

Lakukan pelaporan kepada pihak berwajib sesegera mungkin. Jangan menunda lagi apa pun keadaannya agar tidak ada gangguan atau buktinya dihilangkan. Setelah merasa aman, barulah berbagai hal bisa dilakukan dengan perlahan-lahan.

  1. Usahakan jangan mandi atau membersihkan area kemaluan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh mereka yang sering menjadi korban kekerasan seksual adalah mereka segera membersihkan dirinya. Padahal dalam jangka waktu 24 jam, segala jenis bukti masih menempel di tubuh khususnya di area kemaluan entah dalam bentuk cairan seks atau hal lainnya.

Jangan bersihkan apa pun dari tubuh dalam bentuk mandi atau douching pada wanita. Simpan semua pakaian yang digunakan saat kejadian. Benda-benda ini akan sangat berguna saat pemeriksaan. Sisa cairan kemaluan akan mengandung DNA sehingga bisa tahu siapa pelaku kalau misal korban tidak mengenalinya.

  1. Kalau ada luka fisik cukup berat segera ke UGD

Kalau saat terjadi aksi kekerasan seksual terjadi aksi pemukulan atau yang melukai fisik secara umum, segera datang ke UGD. Di sini Anda akan segera mendapatkan perawatan dengan baik. Selain itu, mumpung berada di RS, segera lakukan pemeriksaan dan visum agar semua yang terjadi bisa tercatat dengan baik.

Biasanya pihak dari Kepolisian akan melakukan pendampingan saat melakukan pemeriksaan. Setelah semuanya dicatat dengan baik, Anda bisa mandi dan membersihkan diri. Anda juga bisa langsung makan dan minum seperti biasanya untuk memulihkan tenaga yang sudah habis. Obati luka di tubuh perlahan-lahan sembari menguatkan diri.

  1. Ingat segala detail jika memungkinkan

Coba ingat kejadian yang dialami dengan sedetail-detailnya. Kejadian pemerkosaan memang sangat mengerikan. Namun, ada baiknya Anda tetap mengingatnya agar memudahkan pihak berwajib untuk memproses laporan. Anda bisa minta didampingi oleh seseorang yang bisa memberikan rasa nyaman.

Selama ini banyak korban pemerkosaan memilih bungkam dengan kejadian yang dialami. Hal ini dilakukan karena mereka merasa tidak bisa menerima kejadian dan malu dengan keadaan yang terjadi. Akhirnya, alih-alih melapor, mereka cenderung diam dan menerima beban sendirian saja.

  1. Bicara kepada orang yang bisa dipercaya

Mengalami tindak kekerasan seksual memang sangat berat entah itu pada wanita atau pria. Oleh karena itu, segera bicara pada orang yang bisa dipercaya. Orang yang bisa dipercaya bisa menerima semua ungkapan hati dan menguatkan. Jangan menyimpan semua beban sendirian saja karena bisa menyebabkan depresi hebat dan berujung pada tindakan yang tidak diinginkan seperti bunuh diri.

Inilah beberapa hal yang harus dilakukan setelah menerima kekerasan seksual. Semoga bermanfaat.