Terbit: 24 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Ada banyak orang tua yang ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu. Masalahnya adalah terkadang jenis kelamin anak yang dilahirkan tidak sesuai dengan harapan. Beruntung, penelitian terbaru menghasilkan cara untuk menentukan jenis kelamin bayi. Seperti apa sih caranya?

Penelitian Menghasilkan Cara Menentukan Kelamin Calon Bayi

Cara Menentukan Jenis Kelamin Bayi di Dalam Kandungan

Penelitian yang kemudian diunggah hasilnya dala jurnal PLOS Biology ini dilakukan oleh Prof. Masayuki Shimada dan rekan-rekannya yang berasal dari Hiroshima University, Jepang. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa mereka sedang mencari cara untuk menentukan jenis kelamin calon bayi di dalam kandungan sesuai dengan keinginan.

Proses ini dilakukan dengan cara memisahkan sperma menjadi dua jenis kromosom, yakni kromosom X dan kromosom Y. Sebagai informasi, kromosom X bisa menentukan jenis kelamin bayi perempuan. Sementara itu, kromosom Y bisa membuat jenis kelamin bayi laki-laki. Setelah proses pemisahan ini, barulah dilakukan proses fertilisasi in vitro buatan atau bayi tabung demi bisa melakukan pembuahan menjadi bayi dengan jenis kelamin yang diinginkan.

Proses lain yang bisa dilakukan adalah inseminasi buatan dengan cara menyuntikkan cairan sperma yang sudah dikondisikan ke sistem reproduksi wanita.

Prof. Shimada menyebut metode ini telah sukses dalam membuat anak dari hewan sapi dan babi memiliki jenis kelamin yang ditentukan. Hanya saja, dia juga menyebut proses ini belum tentu berhasil jika diterapkan pada manusia sehingga masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Tips Cepat Mendapatkan Keturunan

Banyak pasangan yang tidak begitu mementingkan jenis kelamin calon buah hatinya. Mereka berpikir jika anak, apapun kelaminnya adalah anugerah yang disyukuri.

Berikut adalah cara agar bisa segera mendapatkan keturunan setelah menikah.

  1. Cermat Saat Memilih Waktu Berhubungan Badan

Pakar kesehatan menyebut memilih waktu untuk melakukan hubungan badan bisa memberikan pengaruh besar bagi kemungkinan mendapatkan kehamilan. Masalahnya adalah banyak pasangan yang disibukkan dengan pekerjaan dan hal lainnya sehingga hanya mendapatkan waktu yang sedikit atau tubuh yang fit untuk melakukanya.

Pakar kesehatan menyararankan hubungan intim bisa dilakukan setiap dua hari sekali, namun kita sebaiknya berkonsultasi ke dokter demi mendapatkan saran yang tepat terkait dengan frekuensi atau waktu melakukan hubungan intim agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Mengecek Masa Subur

Bagi kaum hawa, ada masa-masa tertentu yang bisa memberikan kesempatan lebih besar untuk mendapatkan kehamilan. Mereka tentu harus lebih cermat untuk menghitungnya agar bisa melakukan hubungan intim di waktu yang tepat.

  1. Jangan Mudah Terkena Stres

Stres akibat berbagai masalah yang dialami di dunia kerja, masalah perekonomian, dan hal-hal lainnya bisa membuat pria ataupun wanita mengalami gangguan kesuburan. Bahkan, bagi kaum pria, stres juga bisa berimbas pada gangguan fungsi seksual yang tentu bisa merusak hubungan rumah tangga.

  1. Menghindari Rokok

Jangan salah, kebiasaan merokok ternyata bisa menyebabkan gangguan ketidaksuburan yang cukup parah lho. Sebagai contoh, jika kaum pria terbiasa mengisapnya, maka risiko untuk memiliki sperma yang tidak berkualitas pun akan semakin meningkat.

Pastikan untuk berhenti merokok. Bahkan, meskipun kita sudah berusaha mengurangi frekuensi mengisapnya, kandungan beracun dari asap rokok akan tetap merusak tubuh dan organ reproduksi sehingga membuat kemungkinan mendapatkan kehamilan akan semakin menurun.

  1. Jangan Ragu Meminta Bantuan Dokter

JIka kita sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan keturunan meski sudah berusaha untuk mendapatkannya, jangan ragu untuk meminta bantuan dokter. Dengan melakukannya, maka akan ditemukan apa penyebab dari hal ini dan mendapatkan solusi terbaik agar bisa segera mendapatkan keturunan.

 

Sumber:

  1. Shimada, Masayuki. 2019. [Research] A Simpler Way to Choose the Sex of Offspring by Separating X and Y Sperm. hiroshima-u.ac.jp/en/news/52835. (Diakses pada 24 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi