Mendengkur: Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

mendengkur-doktersehat

DokterSehat.Com – Mendengkur adalah salah satu gangguan tidur yang tak hanya mengganggu Anda, namun juga orang yang tidur di sebelah Anda, misalnya pasangan. Kondisi ini tentu saja tidak bisa dibiarkan karena selain mengganggu, bisa saja dengkuran yang dikeluarkan menjadi pertanda dari suatu penyakit. Lantas, apa itu mendengkur? Apa penyebab mendengkur? Bagaimana cara mengatasi mendengkur?

Apa Itu Mendengkur?

Mendengkur adalah kondisi di mana seseorang mengeluarkan suara keras ketika tertidur. Mendengkur atau yang biasa kita sebut dengan istilah ‘ngorok’ ini bisa terjadi pada siapa saja, dan umumnya bukan merupakan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Penyempitan pada saluran pernapasan menjadi alasan mengapa Anda ‘ngorok’ saat tidur.

Kendati mendengkur umumnya bukan merupakan gangguan kesehatan serius, namun pada beberapa kasus kondisi ini mengindikasikan adanya gangguan kesehatan lain yang diderita, seperti sleep apnea, sinusitis, hingga penyakit gondok. Oleh sebab itu, mendengkur yang terjadi terus-menerus sebaiknya perlu diperiksakan.

Penyebab Mendengkur

Sebagaimana telah disinggung, penyebab mendengkur adalah adanya penyempitan pada saluran pernapasan. Akibat saluran pernapasan menyempit, terjadi getaran manakala Anda bernapas. Getaran inilah yang kemudian menghasilkan suara ‘ngorok’ atau mendengkur tersebut.

Lalu, mengapa saluran pernapasan bisa mengalami penyempitan? Melemahnya otot yang ada pada tenggorokan adalah jawabannya. Otot tenggorokan yang melemah ini umumnya disebabkan oleh faktor usia. Itu dia mengapa mendengkur lazim dialami oleh mereka yang sudah berusia lanjut.

Selain karena melemahnya otot tenggorokan, penyebab mendengkur bisa karena sejumlah kondisi medis berikut ini:

  • Sumbatan pada saluran pernapasan akibat sinusitis atau alergi
  • Pembengkakan kelenjar tiroid atau amandel
  • Struktur tulang hidung yang bengkok
  • Bentuk wajah yang abnormal
  • Sleep apnea
  • Obesitas
  • Gondok
  • Konsumsi minuman beralkohol

Ciri dan Gejala Mendengkur Akibat Penyakit

Mendengkur ditandai oleh aktivitas mengeluarkan suara keras saat tidur. Mendengkur atau ‘ngorok’ mungkin saja menjadi sinyal bahwa Anda sedang menderita suatu penyakit.

Alangkah baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mendengkur yang dialami disertai oleh sejumlah ciri dan gejala lainnya yang menyertai, seperti:

  • Kepala dan tenggorokan terasa sakit saat bangun tidur
  • Tersedak sehingga terbangun saat tidur
  • Kerap mengantuk di kala siang hari
  • Gelisah
  • Mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Dada terasa nyeri

Diagnosis Mendengkur

Guna memastikan penyebab mendengkur yang dialami oleh pasien, dokter akan melakukan serangkaian prosedur diagnosis, yang lazimnya terdiri dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan terhadap pasien sehubungan dengan keluhan yang dialami.

  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Bagaimana pola tidur selama ini?
  • Apakah kebersihan kamar tidur terjaga dengan baik?
  • Apakah sering terbangun saat tidur di malam hari? Jika ya, seberapa sering?
  • Apakah sering mengantuk pada siang hari?
  • Apakah rutin tidur siang? Jika ya, berapa lama durasinya?

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melanjutkan ke tahap pemeriksaan selanjutnya yakni pemeriksaan fisik pasien, dalam hal ini mengukur indeks massa tubuh untuk melihat apakah berat badan tubuh pasien ideal atau berlebihan.

Sebagaimana diketahui, kelebihan berat badan atau obesitas juga menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang mendengkur saat tertidur.

3. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk menganalisis sejauh mana ‘ngorok’ yang dialami mengganggu kualitas tidur secara keseluruhan, pun memastikan penyakit yang menjadi pemicunya.

Polisomnografi adalah salah satu metode pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan pada pasien yang memiliki masalah dengkur. Prosedur ini dilaksanakan dengan cara memasangkan alat sensor ke tubuh pasien. Nantinya, alat ini akan bertugas merekam detak jantung, gelombang otak, dan gerak bola mata pasien saat tertidur.

Selain polisomnografi, prosedur pemeriksaan penunjang lainnya untuk kasus mendengkur adalah:

  • CT scan
  • Rontgen
  • MRI

Pengobatan Mendengkur

Cara mengobati dengkuran yang Anda alami tentunya disesuaikan dengan penyebab mendengkur tersebut. Itu sebabnya mengapa memeriksakan diri ke dokter menjadi cukup penting jika tidak ingin terus menerus mengganggu orang lain dengan dengkuran Anda.

Beberapa tips atau cara mengobati dengkuran yang bisa Anda lakukan (dan biasanya juga disarankan oleh dokter) adalah:

1. Menurunkan Berat Badan

Berdasarkan penelitian, berat badan memiliki pengaruh penting terhadap potensi mendengkur. Oleh karenanya, biasanya langkah pertama yang disarankan oleh dokter guna menghilangkan dengkuran adalah dengan menurunkan berat badan hingga menjadi ideal.

Pasalnya, berat badan berlebih menyebabkan saluran pernapasan terhalang akibat tumpukan jaringan lemak di area leher. Dengan menghilangkan lemak di area tersebut, saluran pernapasan akan kembali terbuka lebar sehinga alur napas menjadi lancar dan tidak menimbulkan getaran yang berujung pada keluarnya suara ‘ngorok’.

2. Mengubah Posisi Tidur

Posisi tidur juga diklaim menjadi penyebab mengapa seseorang mendengkur, demikian pernyataan dari American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons (AAOMS). Hal ini berlaku untuk posisi tidur telentang.

Untuk itu, para pakar menyarankan Anda untuk tidur dengan posisi menyamping. Selain lebih nyaman, posisi tidur menyamping mencegah tenggorokan dan pangkal lidah bersenggolan, yang mana hal ini dapat menyumbat saluran pernapasan hingga terciptalah suara dengkuran.

3. Meninggikan Posisi Kepala

Selain posisi tubuh, posisi kepala saat tidur juga perlu diperhatikan agar tidak berimbas pada munculnya dengkuran.

Guna menghindari dengkur, sebaiknya posisikan kepala Anda lebih tinggi daripada tubuh. Hal ini agar memperlancar saluran pernapasan. Anda bisa menggunakan bantal yang cukup tebal untuk menunjang cara mengatasi ‘ngorok’ yang satu ini. Namun, pastikan bantal juga nyaman digunakan agar tidak menimbulkan sakit pada leher.

4. Menghirup Uap

Mendengkur saat tidur juga bisa diakibatkan oleh hidung yang tersumbat akibat flu. Guna mengatasi hal ini, selain minum obat-obatan pereda flu, Anda bisa melakukan cara alami yakni menghirup uap air panas.

Siapkan semangkuk air panas, kemudian tutup mangkuk tersebut dengan handuk kecil. Setelah itu, hirup uap air panas tersebut secara perlahan. Cara ini dinilai efektif untuk meredakan pembengkakan di hidung, pun mengobati hidung yang tersumbat.

5. Menggunakan Alat Khusus

Pada kasus tertentu, dokter mungkin saja akan menyarankan Anda untuk menggunakan sejumlah alat khusus, seperti:

  • Continuous positive airway pressure (CPAP), adalah alat yang dipakaikan ke hidung dan mulut saat tidur. CPAP bekerja dengan cara mengalirkan udara sehingga saluran pernapasan tetap terbuka
  • Alat penyangga mulut, adalah alat khusus yang fungsinya untuk menyangga otot rahang, lidah, mulut bagian bawah, dan gigi guna menjaga saluran pernapasan tetap terbuka.
  • Spray, adalah alat untuk mengobati dengkur yang fungsinya untuk mengatasi peradangan (inflamasi), pun reaksi alergi

Kondisi mendengkur yang diakibatkan oleh penyakit tertentu seperti pembengkakan amandel membutuhkan tindakan operasi sebagai cara menghilangkan mendengkur. Umumnya, operasi yang dilakukan seperti:

  • Uvulopalatopharyngoplasty(UPPP), adalah tindakan operasi yang bertujuan untuk mengencangkan langit-langit mulut dan juga tenggorokan. Operasi ini diterapkan apabila mendengkur disebabkan oleh sleep apnea
  • Tonsilektomi, adalah tindakan operasi yang dilakukan apabila mendengkur disebabkan oleh gangguan pada amandel (tonsil)
  • Somnoplasty, adalah tindakan operasi menggunakan gelombang radio untuk mengurangi jaringan pada langit-langit mulut yang berlebihan
  • Laser-assisted uvula palatoplasty(LAUP), adalah tindakan operasi dengan memanfaatkan sinar laser untuk membuka saluran pernapasan yang menyempit

Pencegahan Mendengkur

Tanpa disadari, mendengkur yang Anda alami disebabkan oleh pola hidup yang tergolong tidak sehat. Oleh sebab itu, terapkanlah pola hidup sehat guna menghindari Anda dari gangguan kesehatan yang satu ini.

Sejumlah pola hidup sehat sebagai cara agar tidak mendengkur yakni:

  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Tidur dengan posisi tubuh yang benar (menyamping)
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
  • Tidur cukup
  • Hindari rokok dan minuman beralkohol

Bahaya Mendengkur

Di awal disebutkan bahwa mendengkur umumnya bukan merupakan kondisi serius yang perlu dikhawatirkan. Namun, bukan berarti Anda bisa membiarkan kondisi ini terjadi terus-menerus. Mendengkur bisa saja berujung pada sejumlah komplikasi berikut ini:

  • Penurunan daya konsentrasi
  • Penurunan gairah seksual
  • Depresi
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit kardiovaskular

 

Sumber:

  1. Kotecha, B. (2003). Treatment options for snoring and sleep apnoea. Journal of the Royal Society of Medicine, 96(7), pp. 343-344ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC539538/ [diakses pada 13 Agustus 2019]
  2. Kaur, S. et al. (2015). Snoring: An Annoyance or A Serious Health Problem (Obstructive Sleep Apnea)? Indian Journal of Community Medicine, 40(2), pp. 143-144. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4389504/ [diakses pada 13 Agustus 2019]
  3. Van, Madellin R. (2014). 11 Health Risks of Snoring. Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/news/eleven-health-risks-snoring/ [diakses pada 13 Agustus 2019]