Mendengkur Terkait Hipertensi dan Diabetes?

tidur-mendengkur-ngorok-doktersehat
Photo Source: Flickr/Jason Scott

DokterSehat.Com– Mendengkur seringkali dianggap sebagai kondisi yang wajar untuk dialami saat tidur. Banyak orang yang bahkan menganggap mendengkur sebagai tanda bahwa tidur sudah sangat nyenyak atau pelakunya sedang dalam kondisi kelelahan. Padahal, dalam realitanya mendengkur juga terkait dengan beberapa jenis penyakit berbahaya.

Penyakit yang terkait dengan mendengkur

Mendengkur atau dalam dunia medis disebut sebagai obstructive sleep apnea ini termasuk dalam gangguan pernapasan parah. Tak hanya menyebabkan gejala berupa suara yang sangat khas, kondisi ini juga bisa disertai dengan henti napas beberapa kali selama kita tidur. Penyebab dari hal ini adalah terganggunya saluran pernapasan yang membuat aliran udara menuju paru terhambat.

Masalahnya adalah, penyakit ini jika dibiarkan ternyata terkait dengan berbagai komplikasi seperti penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, gangguan hormon, serta gangguan saraf. Hanya saja, ada tiga jenis penyakit serius yang terkait dengan kebiasaan mendengkur yang patut untuk kita waspadai.

Berikut adalah beberapa jenis penyakit tersebut.

  1. Hipertensi

Menurut sebuah penelitian, sekitar 50 peren dari penderita sleep apnea ternyat juga mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi henti napas yang membuat kadar oksigen di dalam tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan ketokolamin, penurunan kelenturan pembuluh darah yang membuatnya cenderung lebih sempit. Sempitnya pembuluh darah akhirnya ikut meningkatkan tekanan darah dengan signifikan.

Kekurangan oksigen atau hipoksia juga akan berimbas pada sistem saraf simpatis yang akhirnya mengeluarkan sinyal untuk membuat pembuluh darah semakin sempit sekaligus meningkatkan denyut jantung.

Masalahnya adalah jika kondisi sleep apnea ini sama sekali tidak diatasi dengan baik, maka kondisi penyempitan pembuluh darah bisa menjadi semakin parah. Hal ini tentu akan berimbas pada meningkatnya risiko terkena stroke yang mematikan.

  1. Diabetes

Penelitian juga membuktikan bahwa 40 persen penderita sleep apnea juga mengalami diabetes tipe 2. Sebaliknya, 23 persen dari penderita diabetes tipe 2 juga mengalami masalah gangguan tidur ini. Menurut pakar kesehatan, mendengkur ternyata mempengaruhi sistem saraf simpatis, saraf yang juga berperan dalam proses metabolisme glukosa dan lemak. Jika kinerja dari sistem saraf ini terganggu, maka kadar gula darah akan melonjak sehingga akhirnya menyebabkan datangnya diabetes.

Kekurangan oksigen akibat mendengkur ternyata juga bisa menyebabkan penurunan sensitivitas insulin sehingga akhirnya membuat toleransi glukosa semakin memburuk. Kondisi ini hanya akan membuat kadar gula darah terus meningkat namun jumlah glukosa yang dijadikan sumber energi juga sangat minim.

Banyak penderita sleep apnea yang tidak menyadari jika kualitas tidurnya sangat menurun. Padahal, saat bangun tidur tubuh biasanya terasa lelah akibat tidak nyenyak dan minimnya asupan oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Masalahnya adalah hal ini bisa berimbas pada terganggunya keseimbangan hormon, termasuk hormon insulin yang terkait erat dalam metabolisme gula darah.

  1. Penyakit jantung koroner

Sebuah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan hewan percobaan menghasilkan fakta bahwa kekurangan oksigen akibat mengalami sleep apnea ternyata bisa menyebabkan terganggunya sel-sel tubuh yang memproduksi lemak di dalam liver. Hal ini akhirnya berpengaruh besar dalam proses metabolisme lemak. Semakin rendah kadar oksigen di dalam tubuh, semakin tinggi pula peningkatan kadar lemak jahat seperti trigliserida di dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan penumpukan plak di dalam pembuluh darah dan akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Kekurangan oksigen ternyata juga bisa membuat otot jantung tidak mampu memompa darah dengan maksimal. Jantung yang terus bekerja dengan keras akhirnya rentan mengalami kerusakan.

Melihat adanya fakta ini, jika kita mulai sering mendengkur saat tidur, sebaiknya memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter untuk mendapatkan saran atau penanganan medis yang tepat.