10 Cara Mencegah Terjadinya Obesitas pada Anak yang Sangat Berbahaya

obesitas-pada-anak-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu kesalahan terbesar yang sering kita lakukan adalah menganggap anak atau bayi yang sangat gemuk adalah tanda dari sehat. Padahal kalau anak mengalami kegemukan hingga obesitas, gangguan yang justru mengintainya. Masalah kesehatan yang berat seperti diabetes bisa saja terjadi kalau tidak segera diatasi.

Mencegah obesitas pada anak

Obesitas pada anak sering diartikan sebagai bentuk kemakmuran dan tanda anak tidak sulit makan. Namun, kalau gemuknya terlalu berlebihan juga tidak baik khususnya untuk mobilitasnya. Anak-anak biasanya aktif bergerak dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Kalau tubuhnya jadi berat, kemungkinan besar mereka jadi pasif. Berikut cara mencegah obesitas pada anak.

  1. Tahu porsi yang dibutuhkan anak

Saat menyuapi anak, banyak dari kita yang memberikan banyak makanan dan harus dihabiskan. Padahal setiap anak memiliki skala kenyang yang berbeda-beda. Ada yang setengah mangkuk kecil sudah kenyang dan ada yang satu mangkuk malah masih kurang.

Beberapa orang tua memaksakan anak untuk makan itu semuanya sampai habis. Meski anak berusaha untuk menyetopnya dengan tidak mau membuka mulut, orang tua tetap memaksanya. Kalau anak dipaksa, bisa saja kalori yang masuk jadi terlalu besar.

  1. Jangan langsung memberikan camilan

Jangan langsung memberikan anak camilan setelah mereka makan. Anak biasanya akan menerima apa saja yang diberikan dan memakannya. Tunggu selama beberapa saat seperti 15-30 menit dulu. Selanjutnya, berikan pada anak camilan yang diminta. Kalau anak masih kenyang, mereka akan menerima dan tidak memakannya, tapi dibuat mainan.

  1. Hindari membeli makanan dengan kadar sodium tinggi

Kalau Anda ingin mencegah obesitas pada anak, ada baiknya untuk menghindari makanan yang terlalu asin. Makanan yang terlalu asin akan mengikat air di dalam tubuh dan membuat berat anak kian meningkat. Selain itu, garam berlebihan juga bisa menyebabkan masalah pada peredaran darah.

Selain makanan yang terlalu asin, Anda juga tidak disarankan memberikan makanan yang terlalu manis pada mereka. Misal minuman kemasan atau air sirup. Hanya berikan makanan yang dibutuhkan saja untuk menghindari kelebihan kalori secara berlebihan.

  1. Mengetahui komposisi makro anak

Ketahui kebutuhan makronutrien dari anak setiap harinya. Jangan asal memberikan makanan yang membuat anak jadi kegemukan. Setiap anak memiliki kebutuhan kalori harian dan makronutrien yang diberikan harus dibatasi sekitar 30 persen dari lemak. Selebihnya bisa dibagi antara protein dan karbohidrat.

Anda bisa menggunakan beberapa aplikasi yang ada di luaran sana untuk mencatat makronutrien. Dengan melakukan ini, Anda tidak akan salah hitung sehingga kebutuhan nutrisi anak akan tepat sehingga tumbuh kembangnya bisa berjalan dengan sempurna.

  1. Perbanyak sayuran yang berserat

Anak memang cenderung malas makan sayuran. Begitu melihat sayuran mereka akan langsung membuangnya. Orang tua harus bisa menyiasatinya dengan membuat sayuran tidak terlihat. Kalau anak masih berusia 1-2 tahun mungkin bisa dicampur ke nasi atau lauk yang diberikan.

Kalau anak sudah agak besar dan mengetahui rasa dan memiliki keinginan untuk makan sesuatu, Anda harus bisa menyiasati dengan membuat sayuran jauh lebih nikmat. Orang tua juga bisa memberikan pencerahan tentang manfaat dari sayuran, misal bisa membuat anak jadi lebih kuat dan tinggi.

  1. Buah untuk camilan lebih baik

Cemilan yang diberikan pada anak jangan hanya sesuatu yang manis atau malah sejenis keripik. Makanan itu bisa saja menyebabkan masalah dan menyuplai banyak kalori ke tubuh. Kalau anak merasa makanan itu enak, mereka akan enggan mengonsumsi makanan lain yang diberikan seperti nasi atau sayuran. Ganti dengan buah yang disukai anak karena lebih sehat dan ada seratnya.

  1. Lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan

Kalau sedang tidak ada kegiatan, ajak anak-anak untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan di luar rumah. Jangan hanya di rumah saja karena anak bisa saja malas dan pasif hingga besar. Ajak main di lapangan dan melakukan olahraga yang muda diikuti.

  1. Batasi penggunaan gawai

Mengurus anak sendirian di rumah tentu menjadi beban yang sangat besar bagi orang tua. Apalagi kalau anaknya tidak mau disambi untuk memasak atau melakukan aktivitas lainnya. Akhirnya gawai seperti ponsel banyak digunakan untuk membuat jadi tidak rewel dan bisa ditinggal. Mulai sekarang batasi penggunaan gawai agar anak tidak ketergantungan dan susah dipisahkan.

  1. Jangan memberikan sesuatu yang manis sebagai hadiah

Anak-anak sangat suka dengan sesuatu yang manis seperti permen atau sejenisnya. Mereka akan merengek untuk mengonsumsinya setiap saat kalau dibiasakan. Kalau Anda ingin anak menurut atau ingin memberikan penghargaan, jangan langsung memberikan sesuatu yang manis sebagai hadiah atau imbalan. Anak bisa jadi ketagihan dengan hal itu.

  1. Rutin timbang berat anak

Sebulan sekali biasanya ada program Posyandu atau sejenisnya untuk mengukur berat badan anak dan disesuaikan dengan umurnya. Kalau ada peningkatan signifikan, orang tua tidak boleh senang dulu. Mereka harus melihat apakah kenaikannya masih di jalur hijau atau sudah di jalur merah yang artinya berlebihan.

Kalau Anda menunjukkan tanda obesitas, coba lakukan konsultasi dengan dokter, bidan, atau perawat. Minta saran apa yang harus dimakan anak sebagai bagian dari dietnya sehingga berat badan bisa turun dan ada pada kondisi normal.

Inilah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi obesitas khususnya mencegah obesitas itu agar tidak muncul lagi. Kalau sejak kecil anak tidak mengalami obesitas, tumbuh kembangnya akan berjalan dengan baik dan risiko mengalami obesitas saat dewasa bisa dicegah dengan lebih mudah. Nah, kira-kira cara mana saja yang pernah Anda lakukan sebelumnya?