Awas, Memisahkan Kuning dan Putih Telur Bisa Berbahaya

kuning-telur-putih-telur-doktersehat

DokterSehat.Com– Telur yang biasa kita konsumsi setiap hari memiliki dua bagian, yakni kuning dan putih telur. Meskipun kita biasanya mengolahnya secara bersamaan seperti telur goreng, terkadang kita juga memisahkan kedua bagian ini saat akan membuat beberapa jenis makanan seperti kue. Salah satu cara untuk memisahkan kuning dan putih telur adalah dengan memakai cangkangnya. Sayangnya, bisa jadi cara ini bisa membahayakan kesehatan.

Risiko kontaminasi bakteri

Memisahkan kuning dan putih telur dengan memakai cangkangnya ternyata sudah tidak direkomendasikan oleh para ahli dari Amerika Serikat dan Australia. Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri yang menempel di bagian luar cangkang telur sejak dari peternakan. Biasanya, telur-telur ini memang langsung diambil dari peternakan tanpa dicuci dan langsung dijual begitu saja di warung-warung atau supermarket. Sayangnya, salah satu dari bakteri yang menempel di cangkang telur ini adalah bakteri salmonella yang berbahaya.

Bakteri salmonella dikenal luas sebagai penyebab dari berbagai macam gangguan pencernaan seperti diare dan sakit perut. Bahkan, jika sampai bakteri ini mencapai pembuluh darah, kita bisa mengalami gejala keracunan makanan atau penyakit tipes.

Cara membunuh bakteri salmonella

Memang, bakteri salmonella bisa dibunuh jika kita memanaskannya dengan suhu lebih dari 70 derajat Celcius. Hal ini berarti, makanan atau kue yang kita buat tetap aman untuk dikonsumsi, namun terkadang kita mencicipi adonan kue yang belum dimasak, bukan? Bisa jadi adonan kue ini sudah terpapar bakteri salmonella yang berasal dari telur yang kita pisahkan kuning dan putihnya. Karena alasan inilah sebaiknya kita tidak sembarangan dalam mencicipi adonan kue yang belum dimasak.

Kandungan sehat di dalam telur

Pakar kesehatan menyebut telur sebagai salah satu makanan dengan kandungan gizi yang sangat tinggi. Di dalamnya terdapat 13 vitamin, 6 gr protein, dan 72 kalori yang bisa dijadikan sumber energi. Selain itu, terdapat kandungan biotin, kolin, dan vitamin A yang baik bagi sistem pertahanan tubuh, lutein dan antioksidan yang membantu tubuh mencegah paparan buruk radikal bebas, dan vitamin D yang membantu menjaga kesehatan tulang.

Jika kita memisahkan kuning dan putih telur lalu memasaknya menjadi dua makanan yang berbeda, bisa jadi kita tidak akan mendapatkan manfaat gizinya dengan sempurna.

Memilih telur yang baik agar terbebas dari bakteri salmonella

Mengingat bakteri salmonella memiliki ukuran yang sangat kecil dan tidak akan bisa kita lihat, sangat sulit untuk memilih telur yang bisa dipastikan terbebas dari bakteri ini. Hanya saja, kita bisa memilih telur-telur berkualitas baik sehingga bisa meminimalisir risiko terkena paparan bakteri salmonella.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan saat memilih, menyimpan, dan mengolah telur

  1. Cek bagian cangkangnya dengan teliti

Saat memilih telur di pasar swalayan, selalu cek dengan hati-hati bagian cangkangnya. Pastikan bahwa cangkang telur ini tidak retak dan tidak memiliki kotoran ayam. Cangkang telur yang masih memiliki kotoran bisa jadi sudah terpapar bakteri salmonella, selain itu, karena cangkang telur sudah retak, bisa jadi bakteri ini sudah masuk ke dalam dan mengontaminasi isi telur.

  1. Simpan telur di tempat yang baik

Telur sebaiknya disimpan di tempat yang kering, namun, sebaiknya tidak di tempat dengan suhu yang hangat. Jangan sembarangan menempatkan telur di dalam kulkas karena bisa jadi akan membuat bakteri salmonella justru mengontaminasi makanan lain di dalam kulkas.

  1. Jangan lupa mencuci tangan setelah mengolah telur

Jika kita baru saja memasak telur atau memisahkan kuning dan putih telur, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun. Peralatan memasak yang dipakai untuk mengolah telur juga sebaiknya harus dibersihkan dengan baik.

  1. Jangan memakan telur mentah

Di Indonesia, banyak orang yang masih sengaja mengonsumsi telur mentah. Padahal, hal ini akan membuat risiko terpapar bakteri salmonella meningkat. Hal yang sama berlaku jika kita mengonsumsi telur setengah matang. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memasak telur hingga benar-benar matang atau sekitar 7 menit.