Terbit: 17 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Masih banyak orang yang terbiasa membungkus makanan panas seperti sayur, mie, atau bakso di dalam plastik untuk dibawa pulang. Memang, makanan tidak akan mudah terkena debu dan kotoran. Masalahnya adalah, bahan plastik ini bisa memicu datangnya berbagai macam masalah kesehatan, termasuk kanker payudara.

Sering Membungkus Makanan dengan Plastik, Risiko Kanker Payudara Naik

Bahaya Membungkus Makanan dengan Plastik

Fakta mengejutkan ini terungkap dari penelitian yang dilakukan di Taiwan. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa pada 2014 lalu saja, lebih dari 10 ribu kasus kanker payudara muncul di negara tersebut. Hal ini membuat para peneliti ingin mencari tahu apa penyebab pastinya.

Zheng Ho Su, salah satu pimpinan di Rumah Sakit Memorial Shin Kong Wu di Taiwan menyebut kanker payudara seringkali menyerang mereka yang sudah dalam fase m   enopause atau melewati usia 40-an. Jika ada orang dengan usia kurang dari 40 tahun menderita penyakit ini, bisa jadi disebabkan oleh gaya hidup yang buruk, termasuk kebiasaan membungkus makanan yang masih panas dan kemudian mengonsumsi makanan tersebut.

Zheng menyebut makanan yang disimpan di dalam kantong plastik saat kondisinya masih panas terpapar senyawa kimia di dalam plastik tersebut. Senyawa tersebut adalah bisphenol A yang bersifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker. Senyawa yang juga dikenal sebagai BPA ini bisa merusak DNA dan keseimbangan hormon di dalam tubuh sehingga bisa memicu munculnya sel-sel kanker payudara.

“Memang, BPA masih menjadi perdebatan para peneliti. Ada yang menyebutnya tidak memicu kanker payudara, namun penelitian yang kami lakukan di Taiwan menunjukkan bahwa senyawa ini bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita berusia kurang dari 35 tahun sebanyak 6-9 persen,” ucap Zheng.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Melihat fakta ini, sebaiknya kita lebih cermat dalam membungkus makanan. Alih-alih memakai plastik, kita bisa membawa wadah sendiri dari rumah yang sudah dipastikan aman bagi makanan meski berada dalam kondisi panas.

Bahaya Lain Plastik bagi Kesehatan

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa bahaya yang bisa kita dapatkan jika sering terpapar bahan kimia di dalam plastik yang tercampur dalam makanan atau minuman yang kita konsumsi.

Berikut adalah bahaya-bahaya tersebut.

  1. Mempengaruhi Berat Badan

Pakar kesehatan menyebut senyawa bisphenol A ternyata juga bisa membuat berat badan semakin meningkat, lho. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam membuat keseimbangan hormon estrogen terganggu. Bahkan, jika kita sering terpapar senyawa ini, bisa jadi akan mengalami resistensi insulin yang berimbas pada meningkatnya risiko terkena diabetes.

  1. Terpapar Senyawa Kimia Berbahaya

Selain bisphenol A, kita juga bisa terpapar senyawa polystirena atau poly vinyl chloride yang berpotensi menyebabkan datangnya berbagai macam penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, gangguan saraf, gangguan tiroid, dan lain-lain.

  1. Gangguan Kesuburan

Kandungan phthalates di dalam plastik bisa saja menyebabkan gangguan keseimbangan hormon yang menyebabkan masalah kesuburan. Bahkan, ibu hamil yang sering terpapar hal ini juga rentan melahirkan anak dengan masalah cacat lahir.

  1. Membahayakan Kesehatan Anak-Anak

Anak-anak yang sering terpapar senyawa plastik rentan mengembangkan penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, kanker, dan berbagai penyakit mematikan lainnya. Hal ini berarti, sebaiknya memang kita tidak lagi membungkus makanan atau minuman panas untuk diberikan kepada anak demi mencegah datangnya masalah kesehatan tersebut.

Di Indonesia, penggunaan plastik memang masih sulit ditinggalkan. Sebaiknya kita mulai membiasakan diri menurunkan penggunaannya, termasuk sebagai pembungkus makanan dan minuman demi mencegah datangnya masalah kesehatan.

 

Sumber:

  1. Fun, Pui. 2020. Doctor: Tapau-ing Hot Soup & Food in Plastic Bags Can Increase Risk of Breast Cancer.worldofbuzz.com/doctor-tapau-ing-hot-soup-food-in-plastic-bags-can-increase-risk-of-breast-cancer/. (Diakses pada 17 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi