Volume Sel Darah Merah (MCV): Nilai Normal dan Kondisi Abnormal

mcv-doktersehat

DokterSehat.ComMean Corpuscular Volume atau disingkat MCV adalah nilai rata-rata volume sel darah merah yang ada di tubuh. Terlalu tinggi atau terlalu rendahnya nilai MCV dapat mengindikasikan adanya kelainan pada darah. Apa pentingnya dan bagaimana cara mengukur nilai MCV?

Apa Itu MCV?

Darah merupakan salah satu komponen tubuh yang paling utama, yang tersusun atas sel-sel darah merah yang disebut dengan eritrosit. Sel darah merah (eritrosit) sendiri memiliki komponen isi atau volume, berat, dan konsentrasi yang dapat memengaruhi struktur dari sel darah merah itu sendiri. Ketiga komponen ini sangat penting peranannya di dalam tindakan medis.

Kali ini yang akan dibahas adalah tentang nilai isi atau volume sel darah merah. Nilai rata-rata dari volume sel darah merah yang ada di dalam tubuh ini, dikenal dengan istilah Mean Corpuscular Volume atau disingkat MCV.

Lalu apa pentingnya mengetahui nilai MCV? Tujuan dari mengetahui nilai MCV adalah untuk mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pada sel darah merah itu sendiri.

Jika nilai MCV Anda berada dalam batas normal, maka Anda tidak memiliki gangguan terkait dengan volume sel darah merah. Sedangkan jika nilai MCV dibawah atau diatas batas normal, kondisi ini dapat mengidentifikasikan adanya suatu kelainan dalam tubuh Anda.

Lalu bagaimana cara mengetahui nilai MCV? MCV biasanya didapatkan pada saat melakukan pemeriksaan complete blood count (CBC), yaitu merupakan pemeriksaan darah lengkap yang juga dapat untuk mengukur komponen darah secara keseluruhan.

Pemeriksaan untuk mengetahui nilai MCV bisa dilakukan dalam rangkaian medical check up rutin atau bisa juga disarankan oleh dokter ketika pasien mengalami gejala yang mungkin mengindikasikan adanya kelainan darah.

Nilai Normal MCV

Satuan MCV adalah menggunakan Femtoliter atau disingkat fL. Jumlah 1 fL setara dengan 10-15 liter. Nilai MCV bisa diketahui langsung melalui tes darah atau bisa juga dihitung melalui jumlah hematokrit yang merupakan presentasi perbandingan sel darah merah dan volume darah secara keseluruhan. Rumusnya adalah sebagai berikut:

MCV = (Hematokrit (%) x 10) : jumlah eritrosit

Sebagai acuan normal atau tidaknya jumlah MCV, berikut adalah daftar nilai MCV normal berdasarkan usia seseorang:

  • Bayi baru lahir: 98-122 fL
  • Anak usia 1-3 tahun: 73-101 fL
  • Anak usia 4-5 tahun: 62-88 fL
  • Anak usia 6-10 tahun: 69-93 fL
  • Dewasa atau usia di atas 10 tahun: 80-100 fL

Jika nilai MCV yang dihasilkan oleh pemeriksaan berada di atas atau di bawah nilai rata-rata tersebut, makan kemungkinan Anda mengalami kelaninan darah. Kelainan yang terjadi akibat kadar MCV terlalu rendah atau terlalu tinggi akan di bahas di poin berikutnya.

Kondisi MCV Tidak Normal

Tedapat dua jenis kondisi nilai MCV tidak normal yaitu nilai MCV terlalu tinggi atau nilai MCV terlalu rendah. Kedua kondisi ini bisa menunjukkan beberapa kelainan darah yang berbeda. Pada pemeriksaan darah, kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah juga akan diketahui. Jika kadarnya di bawah normal, maka terindikasi anemia.

Kadar MCV biasanya bergantung pada apa penyebab dari anemia tersebut. Namun perlu diketahui bahwa jika kadar Hb normal, belum tentu MCV juga akan normal. Terkadang kadar MCV abnormal juga bisa ditemukan dalam Hb yang normal. Berikut adalah penyebab dan juga macam-macam kelainan MCV abnormal.

A. Nilai MCV terlalu tinggi

Pada orang dewasa, nilai MCV tinggi atau kelebihan MCV adalah jika kadar MCV melebihi 100 fL. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan nilai MCV di atas normal adalah anemia defisiensi vitamin B12.

Vitamin B12 merupakan salah satu vitamin yang sangat penting bagi tubuh, terutama dalam pembentukan sel darah merah. Jika kadar vitamin B12 dalam darah kurang makan pembentukan sel adarah merah juga akan terganggu dan menyababkan tingginya kadar MCV.

B. Nilai MCV terlalu rendah

Selanjutnya adalah kondisi yang menjadi penyebab rendahnya MCV. Pada orang dewasa, dapat dikatakan rendah jika nilai MCV adalah di bawah 80 fL. Kondisi yang dapat menjadi pemicu adalah anemia defisiensi besi.

Anemia defisiensi besi atau biasa disingkat ADB adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh. Zat besi merupakan salah satu komponen penting untuk darah. Menurunnya zat besi dalam tubuh menyebabkan penurunan sel darah merah sehat yang ada dalam tubuh dan dapat juga memengaruhi kadar MCV.

Itu dia beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kadar MCV tidak berada dalam kisaran normal. Namun beberapa kondisi di atas merupakan kondisi yang tidak mengharuskan Anda melalukan perawatan medis atau dapat sembuh dengan sendirinya. Konsultasikan dengan dokter langkah apa yang harus dilakukan untuk menormalkan kembali nilai MCV Anda.

Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan pola hidup sehat demi menjaga kesehatan darah Anda. Konsumsi makanan bergizi, olahraga yang cukup, dan juga tidur yang teratur dapat menjadi langkah untuk menstabilkan darah dalam tubuh.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim