MCHC: Nilai Normal, Cara Hitung, dan Kondisi Tidak Normal

mchc-rendah-artinya-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu cara untuk memastikan kondisi darah baik adalah dengan mengetahui MCHC. Cara mengetahui nilai MCHC adalah dengan melalukan tes darah rutin atau complete blood count (CBC).

Berapakah nilai normal MCHC? Bisakah MCHC tinggi atau rendah? Nilai MCHC tinggi atau MCHC rendah artinya apa? Yuk, simak penjelasan lebih lengkap mengenai MCHC!

Apa itu MCHC?

MCHC adalah singkatan dari Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration yang artinya adalah perhitungan mengukur konsentrasi rata-rata hemoglobin dalam setiap sel darah merah. MCHC mengindikasikan berapa konsentrasi hemoglobin yang ada di dalam setiap eritrosit.

Semakin kecil sel darah merah, maka semakin tinggi konsentrasi hemoglobin di dalam sel darah merah tersebut. Ini akan menghasilkan nilai MCHC tinggi. Akan tetapi, jika semakin besar ukuran sel darah merah, maka semakin rendah konsentrasi hemoglobin dan nilai MCHC rendah.

Istilah lain untuk MCHC adalah KHER (Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata) atau KHKR (Konsentrasi Hemoglobin Korpuskuler Rata-Rata). Dalam hal ini, istilah eritrosit juga bisa diganti dengan korpuskular.

MCHC memiliki tiga kategori berdasarkan nilainya. Nilai MCHC terdiri dari MCHC normal, MCHC tinggi, dan MCHC tinggi. Ketiga kategori MCHC tersebut memiliki nilai yang berbeda-beda.

Nilai normal MCHC

Hasil nilai MCHC yang didapatkan dinyatakan dengan persentase atau satuan gram per desiliter (gr/dL). Nilai normal MCHC adalah 26-36 gram per desiliter (gram/ dL). Namun, nilai normal MCHC memiliki perbedaan tergantung pada usia.

Berikut ini adalah nilai normal MCHC berdasarkan usia:

  1. Bayi baru lahir             : 31 -35 %
  2. Anak usia 1,5-3 tahun  : 26 -34 %
  3. Anak usia 5-10 tahun   : 32 -36 %
  4. Dewasa                       : 32-36 %

Cara menghitung MCHC

Nilai MCHC bisa didapatkan dengan menggunakan dua cara. Ada rumus menghitung MCHC yang membutuhkan nilai hemoglobin dan hematokrit. Ada pula cara menghitung MCHC dengan menggunakan nilai MCH dan MCV.

Berikut ini adalah rumus menghitung MCHC:

MCHC = (Hemoglobin : Hematokrit) x 100%

atau

MCHC = (MCH : MCV ) x 100 %

Kondisi tidak normal pada nilai MCHC

Pada beberapa kasus telah ditemukan nilai MCHC tidak normal. Ketidaknormalan nilai MCHC bisa berupa MCHC tinggi ataupun MCHC rendah. Baik MCHC tinggi maupun MCHC rendah artinya sama-sama tidak baik.

1. MCHC Tinggi artinya?

Sel darah merah yang kecil membuat konsentrasi hemoglobin tinggi. Nilai MCHC pun bisa meningkat atau disebut juga dengan MCHC tinggi. Kondisi MCHC tinggi mengindikasikan hal yang tidak normal pada darah.

Berikut ini adalah beberapa masalah yang ada jika MCHC tinggi:

  • Anemia defisiensi besi

Nilai MCHC yang lebih besar dari nilai MCHC normal bisa mengindikasikan masalah anemia. Jenis anemia yang diindikasikan dengan MCHC tinggi adalah anemia defisiensi besi. Kekurangan zat besi membuat konsentrasi hemoglobin meningkat di dalam sel darah merah.

  • Sferositosis

Sferositosis adalah salah satu jenis anemia hemolitik yang juga diindikasikan dengan nilai MCHC yang tinggi. Akan tetapi, sferositosis ini bukanlah anemia pernisiosa.

  • Masalah medis lain

Selain kedua jenis anemia itu, peningkatan MCHCH bisa terjadi lantaran karena kehilangan darah yang cukup banyak seperti pendarahan haid yang hebat. Nilai MCHC juga bisa tinggi jika sel darah merah banyak yang mengalami kerusakan. Beberapa masalah medis juga bisa meningkatkan MCHC jika ada penyakit infeksi atau kanker.

2. MCHC Rendah artinya?

MCHC juga bisa mengalami penurunan ketika konsentrasi hemoglobin di dalam sel darah merah berkurang. Ada beberapa masalah medis yang diindikasikan dengan MCHC rendah.

Nilai MCHC rendah artinya apa? Inilah beberapa masalah medis yang ada bila MCHC rendah:

  • Anemia mikrositik

Nilai MCHC yang rendah bisa menunjukkan adanya masalah anemia. Jenis anemia yang ditandai dengan MCHC rendah adalah anemia mikrositik.

  • Anemia hipokromik

Selain anemia mikrositik, MCHC rendah juga menandakan kondisi anemia hipokromik. Penurunan konsentrasi hemoglobin di dalam sel darah merah dialami oleh penderita anemia hipokromik.

  • Talasemia

Penderita talasemia juga diindikasikan dengan hasil nilai MCHC yang rendah pada uji darah rutin atau tes hematologi lengkap.

Cara mengembalikan nilai MCHC tetap normal

Tubuh yang sehat memerlukan nilai MCHC yang normal. Namun, ketika nilai MCHC tidak normal yaitu rendah atau tinggi, maka Anda memerlukan beberapa tindakan medis atas saran dokter.

Baca Juga: Mengenal MCV atau Volume Sel Darah Merah, Berapa Nilai Normalnya?

Anda telah mengetahui bahwa nilai MCHC rendah atau nilai MCHC tinggi dikarenakan adanya masalah medis tertentu. Jadi, pengobatan agar nilai MCHC kembali normal harus sesuai dengan masalahnya.

Sebagai contoh, jika terjadi peningkatan MCHC akibat kekurangan defisiensi besi, maka Anda memerlukan peningkatan zat besi. Asupan zat besi bisa dipenuhi dengan menerapkan pola diet yang sehat atau suplemen zat besi.

Jenis pemeriksaan sel darah merah selain dengan MCHC

Pemeriksaan untuk mengetahui sel darah merah dalam kondisi baik atau tidak, tidak hanya melihat nilai MCHC saja. Akan tetapi ada juga pemeriksaan MCV dan MCH yang berguna untuk mengetahui keadaan eritrosit.

Mungkin masih ada yang bingung dengan perbedaan MCHC, MCV, dan MCH. Ketiganya masih masuk ke dalam pemeriksaan darah rutin dan sama-sama memeriksa kondisi sel darah merah.

Namun, MCHCH, MCV, dan MCH memiliki perbedaan. MCV (Mean Corpuscular Volume) adalah perhitungan mengukur jumlah volume dari rata-rata sel darah merah. MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) adalah perhitungan mengukur jumlah rata-rata hemoglobin di dalam setiap satu sel darah merah.

Sebenarnya, selain MCHC, MCV, dan MCH, masih ada satu jenis pemeriksaan untuk mengukur sel darah merah. Pemeriksaan untuk mengetahui kondisi sel darah merah juga dilakukan dengan mengetahui nilai RDW (Red cell distribution width)

Red cell distribution width) adalah perhitungan untuk mengetahui variasi yang ada di dalam ukuran sel darah merah. Jadi, ada 4 perhitungan untuk mengetahui kondisi sel darah merah normal atau tidak.

 

 

Sumber:

  1. LabTestsOnline: Complete Blood Count (CBC). https://labtestsonline.org/tests/complete-blood-count-cbc
  2. Kemenkes. 2011. PEDOMAN INTERPRETASIDATA KLINIK.
    https://www.researchgate.net/publication/303523819_Pedoman_Interpretasi_Data_Klinik [diakses pada 21 Maret 2019]
  3. Undip: Tinjauan Pustaka (Anemia). http://eprints.undip.ac.id/43853/3/Elsa_G2A009017_BAB_2.pdf [diakses pada 21 Maret 2019]
  4. Muhammad Rizqhan. 2014. Hubungan Indeks Eritrosit Dan Kadar Hemoglobin
    Terhadap Lokasi Tumor Pada Pasien Kanker Kolorektal. Semarang: Universitas Diponegoro. https://media.neliti.com/media/publications/105603-ID-hubungan-indeks-eritrosit-dan-kadar-hemo.pdf [diakses pada 21 Maret 2019]
  5. Unimus: Tinjauan Pustaka (Eritrosit). http://repository.unimus.ac.id/466/3/FILE%20BAB%20II.pdf [diakses pada 21 Maret 2019]