Terbit: 30 April 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.ComTerdapat 3 komponen yang biasanya dinilai dalam sebuah pemeriksaan indeks eritrosit (sel darah merah), yaitu MCV (Mean corpuscular volume), MCH (Mean corpuscular hemoglobin) dan MCHC (Mean corpuscular hemoglobin concentration). MCV adalah untuk menilai volume atau ukuran sel darah merah. MCH adalah untuk menilai berat atau jumlah rata-rata hemoglobin di dalam sel darah merah.

MCH: Pengertian, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

MCHC adalah untuk menilai konsentrasi hemoglobin per unit volume sel darah merah. Tiga pemeriksaan ini merupakan satu komponen yang dilakukan secara bersamaan. Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih banyak secara spesifik tentang MCH, berapakah nilai normal MCH  dan kondisi apa saja yang dapat menyebabkan nilai MCH lebih tinggi atau lebih rendah dari normal.

Apa Itu MCH?

Pemeriksaan sel darah merah bukan hanya melihat pada jumlahnya saja, namun kita juga menilai seberapa banyak sel darah merah tersebut mengandung hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengikat dan mengangkut oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Mean corpuscular hemoglobin atau disingkat MCH adalah jumlah atau bobot rata-rata hemoglobin dalam setiap sel darah merah. Pemeriksaan MCH biasanya disertai dengan indeks eritrosit lainnya seperti MCV dan MCHC.

Ketiga pemeriksaan ini, selalu dilakukan berbarengan karena MCV, MCH dan MCHC mempunyai hubungan yang erat. Sebagai contoh MCV menilai volume atau rata-rata ukuran sel darah merah. Seseorang yang mempunyai rata-rata ukuran sel darah merah yang besar, biasanya akan mempunyai kadar hemoglobin yang lebih banyak, sehingga didapatkan nilai MCH yang lebih tinggi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Berbeda dengan MCH, MCHC menilai konsentrasi hemoglobin per unit volume sel darah merah, dimana MCH hanya mengukur kadar hemoglobin tanpa memperdulikan volume sel darah merah.

Selain penilaian MCH, MCV dan MCHC, biasanya dokter juga akan memeriksakan komponen darah lainnya secara keseluruhan bersama dengan pemeriksaan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, hematokrit, hitung jenis leukosit dan jumlah trombosit.

Nilai Normal MCH

Satuan MCH adalah pikogram (pg). Pikogram setara dengan 10-12 gram. Nilai MCH tidak dihitung secara langsung, melainkan menggunakan rumus dan mengacu pada jumlah Hb dan jumlah sel darah merah atau eritrosit.

Cara perhitungan MCH adalah dengan mengalikan kadar Hb 10 kali, lalu kemudian membaginya dengan jumlah eritrosit. Kadar normal MCH dapat berbeda-beda pada setiap orang, dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Berikut adalah nilai normal MCH yang dibedakan berdasarkan usia:

  • Bayi baru lahir: 33-41 pg
  • Anak usia 1-5 tahun: 23-31 pg
  • Anak usia 6-10 tahun: 22-34 pg
  • Dewasa: 26-34 pg

Setiap laboratorium mungkin memiliki rentang nilai MCH normal yang berbeda-beda, namun tentunya nilainya tidak akan jauh berbeda. Jika nilai MCH jauh di bawah atau di atas rata-rata, maka terdapat kemungkinan hal tersebut diakibatkan dari kondisi kesehatan tertentu.

Nilai Tidak Normal MCH

Nilai MCH tidak normal dapat diartikan sebagai nilai MCH terlalu tinggi atau nilai MCH terlalu rendah. Berbagai kondisi kesehatan, terutama yang memberikan dampak pada sel darah merah, dapat berpengaruh juga pada nilai MCH.

Kondisi tidak normalnya MCH sering kali dikaitkan dengan beberapa kondisi anemia atau kurangnya nilai sel darah merah dalam darah. Jenis anemia yang berbeda dapat memberikan dampak yang berbeda pada nilai MCH.

A. MCH yang lebih tinggi dari nilai normal

MCH terlalu tinggi menandakan terlalu banyaknya jumlah hemoglobin dalam sel darah merah.

Nilai MCH dianggap terlalu tinggi apabila melewati angkat 34 pikogram pada orang dewasa. Nilai MCH terlalu tinggi dapat menandakan kondisi yang disebut dengan anemia makrositik.

Anemia jenis ini disebabkan oleh ukuran sel darah merah yang lebih besar dari ukuran normal, tapi jumlah keseluruhan sel darah merah dalam tubuh berada di bawah normal. Anemia makrositik adalah penyebab yang paling sering dari nilai MCH yang lebih tinggi dari kadar normal.

Anemia makrositik paling umum adalah anemia defisiensi folat (vitamin B9) dan vitamin B12. Kondisi ini dapat terjadi akibat kurang asupan folat atau vitamin B12 atau kondisi lain yang menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap vitamin tersebut.

Selain melihat nilai MCH, dokter juga akan melihat kadar folat dan vitamin B12 dalam darah untuk memastikan diagnosis anemia jenis ini. Gejala anemia makrositik adalah rasa kesemutan pada kedua tangan dan kaki, mual, muntah dan perut kembung.

Kondisi lain yang dapat menyebabkan nilai MCH lebih tinggi dari normal adalah penyakit liver, kerusakan liver oleh karena konsumsi alkohol yang berlebihan, hipotiroid dan efek samping dari obat-obatan yang mengandung estrogen.

Nilai MCH yang tinggi juga dapat dikarenakan oleh hasil false positive. False positive dapat terjadi karena beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nilai MCH tinggi pada tes laboratorium, namun sebenarnya nilai ini tidak menunjukkan kondisi yang sebenarnya. Seperti penyimpanan sampel darah yang salah dapat menyebabkan nilai MCH yang tinggi, meskipun sebenarnya tidak. Kondisi ini disebut juga hasil false positive

B. Nilai MCH terlalu rendah

Nilai MCH di bawah 26 pg pada orang dewasa menunjukkan nilai MCH terlalu rendah. Kondisi nilai MCH terlalu rendah dapat disebabkan oleh kondisi seperti berikut ini:

1. Anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan kekurangan zat besi.

Anemia ini dapat disebabkan karena kondisi tertentu yang mengganggu penyerapan zat besi, kurang asupan zat besi, kehilangan darah, atau kehamilan. Termasuk jenis anemia yang paling umum karena zat besi merupakan zat yang sangat penting untuk sel darah merah.

Selain melihat pada nilai MCH, dokter juga harus melihat pada ukuran, kadar hematokrit, kadar hemoglobin, dan kadar feritin untuk memastikan diagnosis anemia defisiensi besi.

Tanda dan gejala anemia defisiensi besi antara lain adalah kulit terlihat pucat, konjunctiva pucat, sering pusing, mudah lelah, dan kedua kaki dan tangan terasa sering dingin.

2. Talasemia

Talasemia adalah kelainan darah yang diakibatkan faktor genetik.

Kondisi ini menyebabkan produksi hemoglobin terbatas sehingga berpengaruh pada jumlah atau bobot hemoglobin yang ada dalam sel darah merah.

Selain melihat pada nilai MCH, diagnosis talasemia didukung dengan jumlah sel darah merah rendah, sel darah merah pucat, ukuran dan bentuk sel darah merah bervariasi, terdapat sel darah merah dengan distribusi hemoglobin yang tidak merata.

Tes lain yang diperlukan untuk memastikan talasemia adalah seperti tes darah untuk mengukur jumlah zat besi dalam darah, evaluasi hemoglobin, dan analisis DNA untuk mengetahui apakah seseorang membawa gen hemoglobin yang bermutasi.

Penanganan terlalu tinggi atau terlalu rendah nilai MCH adalah dengan menyesuaikan penyebabnya. Jika nilai MCH tidak normal akibat dari jenis anemia tertentu, maka seseorang harus menjalani pengobatan untuk anemia jenis tertentu tersebut.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi