DokterSehat.Com– Mi instan kerap dijadikan pilihan makanan yang praktis dan mengenyangkan. Selain itu mi instan memiliki rasa yang gurih dan kini mulai banyak tersedia pilihan bermacam-macam rasa yang seakan membuat kita ketagihan untuk memakannya. Kira-kira apakah kandungan gizi pada mi instan seenak rasanya?



Seiring dengan berkembangnya informasi kesehatan, kita tentu sering mendengar bahwa mi instan cenderung dianggap sebagai bahan makanan yang tidak baik untuk tubuh. Banyak yang menyebutkan mi instan tidak dapat dicerna oleh lambung hingga mi instan terbuat dari lilin. Meskipun keduanya tidak benar, kita tetap perlu memerhatikan kandungan apa yang ada pada mi instan yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan tubuh kita.

Mi instan umumnya terbuat dari tepung terigu yang melewati proses pengolahan tertentu, menggunakan minyak, hingga menjadi keras. Kandungan air dalam mi hilang akibat proses tersebut sehingga mi instan menjadi bahan makanan yang tahan lama. Pada proses pembuatan mi instan ini dilakukan fortifikasi yaitu penambahan beberapa jenis zat gizi mikro yaitu vitamin A, vitamin B kompleks dan zat besi.

Energi yang kita dapatkan dari mi instan diperoleh dari zat gizi karbohidrat, protein dan lemak. Namun karena proses pembuatannya menggunakan pengolahan dengan minyak, maka hampir 30% energi tersebut kita peroleh dari minyak (mi instan dan bumbunya). Sehingga dengan mengonsumsi mi instan asupan lemak ke dalam tubuh kita juga meningkat.

Komposisi tersebut cenderung kurang baik jika dibandingkan dengan makanan sumber karbohidrat lainnya yang lebih rendah lemak. Selain itu satu bungkus mi instan (mi saja) memiliki kandungan energi yang rendah jika dibandingkan dengan satu centong nasi atau ¾ lontong ukuran besar atau 1 potong besar singkong.

Kandungan lain yang ada pada satu bungkus mi instan adalah natrium sebesar 1070 mg. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2013, kebutuhan natrium orang dewasa (19-49 tahun) adalah 1500 mg dalam satu hari. Sehingga dengan kita mengonsumsi satu bungkus mi instan, beserta bumbunya, kebutuhan natrium kita sudah terpenuhi lebih dari 70% untuk satu hari.

Mi instan memiliki kandungan zat gizi baik energi, vitamin dan mineral. Namun secara umum komposisi kandungan gizinya kurang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Asupan lemak dan natrium yang tinggi meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada pembuluh darah dan hipertensi.

Jadi, jika ingin mengonsumsi mi intan sebaiknya kita tambahkan komposisi gizi lain seperti serat dari sayur atau protein dari tambahan lauk, agar kebutuhan gizi tubuh kita dapat tetap terpenuhi.