Terbit: 8 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mati rasa atau hilangnya sensasi sering terjadi pada bagian tubuh seperti kaki dan tangan. Kondisi yang umumnya muncul berasa dengan sensasi kesemutan ini ternyata dapat mengindikasikan adanya kerusakan saraf. Berikut informasi lengkapnya mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya.

Mati Rasa: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Mati Rasa?

Mati rasa adalah hilangnya sensasi pada bagian tubuh. Kondisi ini disebut juga dengan istilah medis hypoesthesia. Sensasi ini dapat terjadi akibat penyebab yang tidak berbahaya seperti duduk terlalu lama atau dapat juga disebabkan penyakit tertentu seperti diabetes atau kerusakan saraf.

Kondisi ini dapat muncul pada bagian tubuh mana saja, paling sering adalah bagian tangan dan kaki. Kondisi ini sering kali muncul disertai dengan kesemutan.

Baca Juga: Kesemutan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Gejala Mati Rasa

Kondisi ini ditandai dengan hilangnya sebagian atau seluruh sensasi pada bagian tubuh. Gejalanya dapat termasuk:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  • Tidak merasakan rasa sakit
  • Tidak dapat merasakan suhu
  • Tidak merasakan getaran
  • Tidak dapat merasakan sentuhan

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar kondisi mati rasa tidak berbahaya. Namun, terdapat juga beberapa kondisi yang kemungkinan dapat mengancam jiwa. Segera hubungi dokter apabila terjadi kondisi seperti berikut ini:

  • Hilangnya sensasi terjadi secara tiba-tiba
  • Belum lama ini mengalami cedera kelapa
  • Sensasi muncul di seluruh lengan atau seluruh kaki

Segera dapatkan perawatan medis juga apabila gejala disertai dengan:

  • Kelemahan atau kelumpuhan
  • Kebingungan
  • Kesulitan berbicara
  • Pusing
  • Sakit kepala parah yang terjadi tiba-tiba

Penyebab Mati Rasa

Penyebab sensasi ini umumnya adalah kerusakan, iritasi, atau tekanan saraf. Penyakit yang memengaruhi cabang saraf tunggal atau beberapa saraf dapat menyebabkan kondisi ini.

Penyakit seperti diabetes juga dapat menyebabkan hilangnya sensasi pada tubuh karena diabetes dapat merusak serabut saraf terpanjang dan paling sensitif pada tubuh.

Umumnya saraf yang terpengaruh dan menyebabkan kondisi ini adalah saraf yang terletak di pinggiran tubuh. Gejala mati rasa yang muncul tanpa gejala lain jarang dikaitkan dengan kondisi yang mengancam jiwa seperti stroke atau tumor.

Berikut adalah beberapa kondisi paling umum yang dapat menjadi penyebab hilangnya sensasi pada tubuh:

  • Diabetes
  • Multiple sclerosis
  • Arthritis (radang sendi)
  • Cervical spondylosis (arthritis leher)
  • Carpal tunnel syndrome
  • Cubital tunnel syndrome
  • Fenomena Raynaud
  • Meralgia paresthetica
  • Tumor yang menekan saraf

Penyebab lain yang dapat menyebabkan mati rasa tapi lebih jarang terjadi adalah seperti:

  • Efek samping obat (obat jantung dan tekanan darah, obat kanker, obat HIV, antikonvulsan, anestesi, dsb.)
  • Prosedur gigi
  • Penyakit dekompresi
  • Defisiensi vitamin B12
  • Kekurangan magnesium
  • Gigitan serangga
  • Penyakit Charcot-Marie-Tooth
  • Thoracic outlet syndrome

Penyebab lainnya yang lebih langka meliputi:

  • Neuroma akustik
  • Efek samping operasi
  • Efek samping vaksin MMR

Faktor Risiko Mati Rasa

Berikut adalah beberapa kondisi yang potensinya cukup besar mengalami mati rasa:

  • Diabetes
  • Radang sendi
  • Melakukan aktivitas yang melibatkan tindakan berulang
  • Menerapkan diet yang menyebabkan kekurangan vitamin atau mineral tertentu.

Diagnosis Mati Rasa

Dokter akan menanyakan tentang gejala yang Anda rasakan, meninjau riwayat kesehatan Anda, dan juga melakukan pemeriksaan fisik sebelum menetapkan diagnosis.

Pemeriksaan lain seperti tes darah juga dapat dilakukan untuk mengesampingkan beberapa kondisi yang berpotensi menjadi penyebab. Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan seperti MRI atau tes pencitraan lainnya jika diperlukan.

Apabila diduga terjadi kerusakan saraf, pemeriksaan seperti elektromiografi dan pemeriksaan konduksi saraf dapat membantu menilai luas dan jenis kerusakan saraf yang terjadi.

Pengobatan Mati Rasa

Perawatan untuk kondisi ini tentunya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut adalah beberapa perawatan yang mungkin dilakukan:

  • Penyesuaian dosis obat. Perawatan ini dilakukan apabila efek samping obat adalah penyebab yang mendasarinya.
  • Konsumsi suplemen. Jika diindikasi adanya kekurangan vitamin tertentu, dokter dapat meresepkan suplemen multivitamin.
  • Kelola gula darah. Jika penyebabnya diabetes, maka mengelola gula darah dengan baik akan dapat meringankan gejala. Dokter juga dapat menyarankan penggunaan sepatu tertentu atau penerapan terapi fisik untuk membantu Anda lebih nyaman saat berjalan.
  • Steroid oral. Apabila disebabkan oleh cedera saraf, maka penggunaan steroid oral biasanya dapat membantu meringankan gejala.
  • Olahraga dan terapi fisik. Dalam beberapa kasus, cara ini dapat membantu mengurangi mati rasa.

Komplikasi Mati Rasa

Kebanyakan kondisi yang menyebabkan mati rasa bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Namun, terdapat juga beberapa kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat berpotensi menyebabkan komplikasi. Contohnya seperti multiple sclerosis yang dapat menyebabkan kecacatan apabila tidak diatasi sejak dini.

Maka dari itu, memeriksakan diri untuk mengetahui penyebab mati rasa sangat penting untuk dilakukan. Hal ini menjadi salah satu langkah untuk mencegah kondisi tersebut memicu komplikasi.

Pencegahan Mati Rasa

Pada dasarnya tidak ada cara khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini. Hal yang dapat dilakukan adalah mencegah penyakit-penyakit yang mungkin dapat memicu kondisi ini.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan sebagai pencegahan:

  • Konsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayuran.
  • Batasi asupan garam.
  • Jaga berat tubuh ideal.
  • Lakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 2,5 jam setiap minggu.
  • Batasi asupan alkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur.
  • Menghindari berbagi makanan atau barang pribadi dengan seseorang yang mengalami infeksi.
  • Menghindari paparan radiasi.
  • Tidak melakukan gerakan tangan atau pergelangan tangan berulang secara berlebihan.
  • Konsumsi makanan kaya vitamin B12, vitamin D, kalsium, dan magnesium.
  • Menjalani psikoterapi.
  • Mengelola stres.
  • Mengatasi sakit punggung sejak dini dan menghindari aktivitas yang dapat memperparah rasa nyeri.

Kondisi ini memang tidak selalu mengindikasikan penyakit berbahaya. Namun, bila sensasi ini muncul secara berulang, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi Anda dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

  1. Anonim. 2019. Numbness. https://www.mayoclinic.org/symptoms/numbness/basics/definition/sym-20050938. (Diakses 8 September 2020).
  2. Hecht, Marjorie. 2020. What Is Hypoesthesia?. healthline.com/health/what-is-hypoesthesia. (Diakses 8 September 2020).
  3. Huizen, Jennifer. 2019. What causes numbness and tingling?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326062. (Diakses 8 September 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi