Terbit: 28 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Masturbasi merupakan aktivitas menyenangkan diri sendiri atau self-gratification. Dengan melakukan masturbasi, pria dan wanita akan mendapatkan kepuasan secara seksual tanpa harus melakukan seks. Masturbasi juga aman dilakukan dengan frekuensi yang tepat karena tidak melibatkan dua individu.

Kapan Masturbasi Harus Dihentikan oleh Pria dan Wanita?

Alasan Masturbasi Harus Dihentikan

Meski masturbasi aman asal sesuai dengan aturan, ada kalanya seseorang sering melakukan masturbasi dengan salah. Bahkan, akibat masturbasi ini pria atau wanita mengalami perubahan yang besar kehidupannya.

Kalau Anda sering melakukan masturbasi dan merasa beberapa hal di bawah ini terjadi terlalu sering, segera hentikan. Jangan lanjutkan masturbasi karena bisa merusak semua yang Anda miliki.

  1. Muncul Luka pada Kemaluan yang Terjadi Berkali-kali

Masturbasi yang dilakukan secara berlebihan bisa menyebabkan gangguan pada alat vital. Misal pada wanita, masturbasi yang berlebihan bisa membuat labia dan klitoris terluka. Rongga dalam vagina juga bisa mengalami perdarahan hingga robeknya hymen kalau menggunakan alat bantu seks seperti dildo.

Pada pria, masturbasi bisa menjadi masalah kalau penis sudah mulai mengalami gangguan. Penis bisa mengalami luka yang cukup serius sehingga perdarahan atau mungkin patah bisa terjadi. Selanjutnya kalau pria menggunakan sabun atau cairan tertentu untuk masturbasi ada kemungkinan penis alami iritasi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Melakukan masturbasi seminggu 2 kali mungkin cukup normal. Namun, kalau sampai setiap hari bahkan sehari bisa lebih dari sekali bisa menyebabkan masalah yang besar.

  1. Masturbasi Hanya Dilakukan untuk Pelampiasan Saja

Kalau Anda melakukan masturbasi untuk melampiaskan banyak hal, sebaiknya segera dihentikan. Kalau Anda tidak segera menghentikannya, ada kemungkinan terjadi masalah dengan psikis perlahan-lahan dan tanpa didasari sebelumnya.

Masturbasi bukanlah pelarian untuk pekerjaan yang terlalu banyak, benci, stres, atau masalah pertengkaran. Masturbasi tidak akan menyembuhkan atau menyelesaikan masalah. Setelah efek relaks dai masturbasi hilang, keinginan masturbasi akan muncul lagi.

  1. Mulai Takut Saat Akan Melakukan Seks

Masturbasi yang berlebihan biasanya dilakukan dengan melihat video pornografi. Kondisi ini menyebabkan pria atau wanita terbiasa dengan adegan seks yang ada pada video. Saat mereka akan melakukan seks yang sesungguhnya, ketakutan akan muncul dan menyebabkan masalah.

Ketakutan yang sering muncul dan dialami oleh pria dan wanita adalah takut tidak bisa memuaskan. Akhirnya keinginan untuk melakukan seks pun menurun perlahan-lahan.

  1. Sering Mengakses Video Pornografi dari Gadget

Kalau Anda mulai merasa takut tidak bisa mengakses video pornografi sehingga tidak bisa memuaskan diri, artinya Anda sudah mulai alami gangguan. Seseorang yang sudah berlebihan saat masturbasi biasanya memiliki akses ke video pornografi dengan mudah. Di semua gadgetnya akan ada video meski hanya 1-2 buah saja.

Dalam satu hari atau seminggu sekali, seseorang akan mulai memperbarui video pornografinya. Mereka akan mengunduhnya dalam jumlah banyak karena takut kehabisan dan bosan. Kebiasaan ini akan sudah dihentikan dan membuat masturbasi sering dilakukan meski beberapa orang ingin berhenti melakukannya.

Menghentikan masturbasi padahal sudah mengalami kecanduan memang tidak mudah. Itulah kenapa Anda disarankan untuk melakukannya perlahan-lahan saja. Pertama dengan mengetahui pemicu mengapa Anda terus menyaksikan video dan menghapus semua berkas yang ada.

  1. Mulai Sulit Mengendalikan Diri Sendiri

Masturbasi akan memberikan kenikmatan yang instan pada pria atau wanita. Mereka bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja. Kondisi ini membuat banyak orang tidak bisa mengendalikan dirinya. Begitu mulai terangsang akan muncul keinginan untuk melakukan masturbasi.

Kalau seseorang sudah mulai sulit mengendalikan diri untuk tidak melakukan masturbasi, kemungkinan besar sudah kecanduan. Mereka bisa saja melakukan masturbasi di toilet kantor atau tempat yang sepi di sekitarnya. Asal puas, apa pun akan dilakukan.

Tips Melakukan Masturbasi yang Aman

Sebenarnya tidak ada ukuran yang benar terkait dengan jumlah atau frekuensi masturbasi. Meski demikian, ada hal-hal yang harus diperhatikan dengan baik agar masturbasi bisa berjalan dengan lancar.

  • Sebisa mungkin membersihkan tangan dari kotoran. Kalau Anda melakukan masturbasi dengan tangan yang masih kotor, kemungkinan besar memicu gangguan di kemaluan baik itu penis atau vagina. Bayangkan kalau masturbasi dilakukan juga dengan tangan yang terkena cabai atau salep?
  • Bersihkan kemaluan dengan baik. Kalau Anda bisa mandi terlebih dahulu, kemungkinan terjadi gangguan akan rendah. Itulah kenapa banyak orang melakukan masturbasi di kamar mandi.
  • Masturbasi harus menggunakan pelumas yang tepat. Kalau masturbasi tidak menggunakan pelumas, kemungkinan besar penis akan mengalami gangguan seperti munculnya luka akibat gesekan.
  • Sebisa mungkin untuk melakukan masturbasi kalau benar-benar menginginkannya. Jangan melakukan masturbasi karena dorongan impulsif semata saja. Misal karena ingin melampiaskan sesuatu yang dirasa tidak nyaman.
  • Jangan menggunakan alat-alat yang berbahaya. Alat yang berbahaya ini bisa berupa benda-benda tertentu yang digunakan untuk masturbasi pada vagina atau penis. Kalau barang itu mengandung bakteri atau terbuat dari bahan berbahaya bisa menyebabkan gangguan yang parah.
  • Jangan melakukan masturbasi berkali-kali dalam satu sesi karena bisa membuat kemaluan jadi terluka.

Demikianlah ulasan tentang beberapa hal terkait dengan masturbasi yang harus segera Anda perhatikan. Jangan buat masturbasi mengambil alih kehidupan dan menghancurkan produktivitas.

 

 

Sumber:

  1. Watson, Stephanie. 2018. How to Identify, Treat, and Prevent Friction Burn on Your Penis. https://www.healthline.com/health/mens-health/friction-burn-penis. (Diakses pada 28 Oktober 2019)
  2. Henderson, Roger. 2019. Sore penis? We look at the causes and treatment options. https://www.netdoctor.co.uk/conditions/sexual-health/a2286/sore-penis/. (Diakses pada 28 Oktober 2019)
  3. Scaccia, Annamarya. 2018. Masturbation Effects on Your Health: Side Effects and Benefits. https://www.healthline.com/health/masturbation-side-effects. (Diakses pada 28 Oktober 2019)
  4. Emma Cueto. 2014. How Much Masturbation Is Normal? The Answer Might Surprise You. https://www.bustle.com/articles/27005-how-much-masturbation-is-normal-the-answer-might-surprise-you. (Diakses pada 28 Oktober 2019)

 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi