Terbit: 24 November 2019 | Diperbarui: 25 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Di kalangan pria, masturbasi sering dijadikan guyonan sebagai salah satu penyebab kemandulan. Guyonan ini muncul karena mengeluarkan terlalu banyak sperma bisa menyebabkan pria kehabisan saat menikah. Padahal jumlah dari sperma tidak dipengaruhi oleh banyaknya masturbasi. Asal tidak dikeluarkan selama 2-3 hari, sperma akan kembali normal, sehat, dan berkualitas.

Masturbasi Bikin Tulang Keropos pada Pria, Mitos atau Fakta?

Mitos Masturbasi yang Banyak Dipercaya

Masturbasi juga dianggap bisa menurunkan kekuatan dari tulang khusus di lutut. Beberapa pria sering membandingkan lutut satu dengan lain. Kalau tempurung lutut bisa digerakkan atau terlalu rapuh, biasanya pria sering masturbasi. Hal seperti ini sudah menjadi bahan guyonan dan banyak dipercaya.

Nah, pertanyaannya adalah benarkah masturbasi memang menyebabkan pengeroposan tulang pada pria? Prinsipnya seperti pengeroposan tulang belakang pada wanita saat menopause. Kalau iya apa alasannya dan kalau memang tidak seperti apa yang benar?

Korelasi Antara Masturbasi dengan Pengeroposan Tulang

Hingga saat ini belum ada penelitian resmi yang mengatakan kalau melakukan masturbasi atau onani pada pria sebabkan pengeroposan tulang. Selain itu tidak ada hubungan antara mengeluarkan sperma terlalu sering dengan pengeroposan tulang khususnya di bagian kaki dan lutut. Jadi apa yang dipercaya oleh banyak pria itu tidak benar.

Melakukan onani berdampak pada kemampuan seksual pria di kemudian hari. Beberapa pria yang sering onani biasanya susah sekali mendapatkan ereksi yang maksimal dan cenderung alami kecemasan berlebih. Selanjutnya, secara mental pria juga bisa alami depresi kalau terus-terusan terobsesi dengan onani dan malah dengan kehidupan sehari-harinya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Dari sini terlihat dengan jelas kalau pengeroposan tulang dan masturbasi adalah hal yang sangat berbeda. Walaupun seorang pria melakukan masturbasi secara berlebihan, mereka tidak akan mengalami gangguan tulang meski efek lain akan tetap ada pada tubuhnya.

Penyebab Pengeroposan Tulang pada Pria

Pengeroposan tulang bisa disebabkan oleh banyak sekali hal. Pada wanita, penurunan estrogen bisa memicu kondisi ini sehingga osteoporosis bisa terjadi. Sementara itu pada pria, pengeroposan tulang bisa terjadi karena beberapa hal di bawah ini.

  1. Konsumsi Kopi yang Berlebihan

Salah satu indikator baik atau buruknya kondisi tulang adalah penyerapan kalsium. Kalau penyerapan kalsium tidak bisa berjalan dengan baik, kemungkinan terjadi osteoporosis atau pengeroposan tulang di tempat lain cukup tinggi. Pada pria yang sudah tua kondisi ini bisa mengganggu kesehatannya.

Agar penyerapan kalsium berjalan dengan lancar ada beberapa hal yang harus dilakukan pria. Pertama menjaga apa yang dimakan dan yang kedua menjaga apa yang diminum. Pria tidak boleh mengonsumsi kopi secara berlebihan. Kopi yang berlebih bisa mengganggu penyerapan kalsium sehingga peluang pengeroposan cukup tinggi.

  1. Merokok secara Aktif

Kebiasaan merokok pada pria menyebabkan radikal bebas masuk ke dalam tubuh. Masuknya radikal bebas ini bisa menyebabkan adanya gangguan pada sel tulang. Pertumbuhan sel tulang akan terhambat sehingga peluang terjadinya pengeroposan akan sangat besar.

Cara terbaik untuk mengatasi pengeroposan tulang adalah dengan berhenti merokok. Lakukan aktivitas sehat seperti sering berolahraga agar kondisi tubuh meningkat dan kekuatan tulang meningkat meski sudah tua.

  1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Minuman Bersoda

Minuman bersoda yang kerap dikonsumsi bisa menyebabkan dua hal pada tubuh. Pertama adalah kenaikan gula darah yang menyebabkan gangguan pada tubuh seperti diabetes. Selain itu, minuman bersoda juga mengandung cukup banyak kafein yang efeknya pada tubuh sudah dijelaskan di atas.

  1. Masalah Penyerapan Nutrisi

Tulang membutuhkan nutrisi yang sangat banyak khususnya kalsium dan juga vitamin D. Kalau dua hal ini tidak bisa dicukupi karena ada masalah pada penyerapan nutrisi, pengeroposan bisa saja terjadi. Tubuh mengambil kalsium dan mineral lain dari tulang untuk mencukupi kebutuhan harian.

Kalau setiap hari tubuh mengalami tekor dan harus mengambil dari tulang, peluang terjadi pengeroposan akan sangat besar. Kalau hal ini terus dibiarkan kemungkinan besar bisa memicu masalah yang lebih besar. Pria bisa saja mengalami osteoporosis seperti wanita. Tulangnya jadi rapuh dan mudah sekali patah.

  1. Hypercalciuria

Pada kondisi bernama hypercalciuria, kalsium di dalam tubuh akan mudah sekali larut dan akhirnya ikut keluar bersama dengan urine. Hal ini akan sangat berbahaya dan menyebabkan penurunan jumlah kalsium di tulang dan juga gigi. Dampaknya, pengeroposan tidak bisa dihindarkan.

Penanganan yang tepat dan segera harus dilakukan agar tidak terjadi masalah yang lebih besar. Lakukan konsultasi dengan dokter untuk mengecek kepadatan tulang dan mendiskusikan peluang penanganan agar tubuh tidak semakin keropos setiap harinya.

Cara Mengatasi Pengeroposan Tulang pada Pria

Agar pengeroposan tulang tidak terjadi pada pria, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pria, berikut selengkapnya.

  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung kalsium seperti olahan susu dan kacang-kacangan.
  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman tidak sehat seperti kopi berlebihan dan sesuatu yang berlemak.
  • Lakukan olahraga rutin setiap hari atau minimal 3-4 kali dalam seminggu. Olahraga yang bisa dilakukan berjenis angkat beban atau sekadar lari.

Semoga ulasan di atas bermanfaat dan kita semua tidak mempercayai hal-hal yang belum tentu benar secara fakta. Selanjutnya mari jaga tubuh agar pengeroposan tulang tidak benar-benar terjadi.

 

 

Sumber:

  1. Al-Bashaireh, Ahmad M, dkk. 2018. The Effect of Tobacco Smoking on Bone Mass: An Overview of Pathophysiologic Mechanisms. https://www.hindawi.com/journals/jos/2018/1206235/. (Diakses pada 24 November 2019)
  2. NIH. Osteoporosis in Men. https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/osteoporosis/men. (Diakses pada 24 November 2019)
  3. Taylor, Rebecca Buffum. Male Osteoporosis: Bone Mass Matters. https://www.webmd.com/osteoporosis/features/male-men#1. (Diakses pada 24 November 2019)
  4. Seetharaman, Mythili. Osteoporosis in Men. https://www.emedicinehealth.com/osteoporosis_in_men/article_em.htm. (Diakses pada 24 November 2019)

 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi