Terbit: 2 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Setelah menikah, pria atau wanita akan mulai jarang atau tidak melakukan masturbasi sama sekali. Menurut mereka yang sudah menikah, masturbasi hanya berlaku untuk mereka yang masih bujang. Padahal masturbasi tetap dibutuhkan untuk kondisi-kondisi tertentu yang bersifat urgent dan privat.

Masturbasi dengan Pasangan, Mungkinkah Dilakukan secara Rutin?

Cara Masturbasi dengan Pasangan

Beberapa orang yang kedapatan masih melakukan masturbasi biasanya melakukan hal itu secara diam-diam. Mereka tidak mau ketahuan dengan pasangan karena akan malu atau bahkan merasa bersalah.

Sebenarnya masturbasi tidak perlu dilakukan diam-diam agar pasangan tidak tahu. Lakukan masturbasi dengan pasangan karena pada sadarnya mutual masturbastion sangat bermanfaat.

Kalau Anda tidak tahu bagaimana harus memulai masturbasi dengan pasangan yang benar, simak beberapa hal di bawah ini.

  1. Lakukan Saat Momen Tertentu

Memulai masturbasi dengan pasangan tentu akan susah untuk pertama kalinya. Namun, bisa dicoba pada momen tertentu. Misal saat wanita selesai melahirkan, pada fase ini seks tidak bisa dilakukan karena bisa memberikan rasa sakit. Nah, alternatif dari kondisi ini adalah masturbasi. Anda bisa mengajak pasangan saat bercinta.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Selain pasca melahirkan, memulai masturbasi bersama ini juga bisa dilakukan saat wanita mengalami menstruasi atau keputihan. Karena penetrasi tidak bisa dilakukan kalau tanda kondom dan menghindari iritasi, masturbasi bersama bisa dilakukan sebagai alternatif.

Kalau Anda dan pasangan masih mampu dan bisa melakukan seks dengan baik, masturbasi tentu bisa dilewati terlebih dahulu. Jangan melakukan masturbasi ini terlalu sering kecuali Anda dan pasangan ingin menggunakannya sebagai bagian dari fantasi seksual.

  1. Masturbasi Sebagai Bagian Fantasi Seksual

Selama ini kita selalu menganggap kalau seks berarti melakukan penetrasi. Padahal seks tidak melulu seputar aktivitas itu. Ada banyak sekali hal lain terkait dengan seks yang bisa dijadikan fantasi sehingga kehidupan seksual Anda tidak monoton dan juga membosankan.

Anda bisa melakukan masturbasi sebagai salah satu fantasi seksual. Misal Anda dan pasangan melakukan permainan saling menggoda seperti menari erotis dan meminta pasangan menikmatinya. Hal-hal seperti ini bisa dilakukan untuk menyegarkan siklus seksual.

Karena fantasi seksual hanya dilakukan sesekali saja, rencanakan semuanya dengan baik. Jangan melakukan masturbasi secara berlebihan kalau tidak mau mengalami kebosanan. Kalau Anda dan pasangan sudah mengalami kebosanan, kemungkinan besar jadi malas melakukannya lagi.

  1. Mendorong Pasangan untuk Saling Membantu

Membantu satu dengan yang lain bisa dilakukan saat melakukan masturbasi bersama-sama. Pria bisa membantu wanita dengan merangsang bagian dada atau mencium area lehernya. Rangsangan tambahan ini akan memberikan tambahan kenikmatan saat melakukan masturbasi.

Selanjutnya wanita juga bisa melakukan hal yang sama. Saat pria melakukan masturbasi, wanita bisa membelai area skrotum dengan lembut. Wanita juga bisa memeluk pasangan dari belakang perlahan-lahan.

Pasangan juga bisa melakukan swap masturbating. Misal pria ikut merangsang area vagina sementara wanita ikut memberikan kocokan pada penis dengan lembut. Kalau pasangan rutin melakukan ini kemungkinan besar bisa saling mendekatkan diri pada pasangan.

  1. Bisa Dibuat Berbagai Variasi

Kalau masturbasi yang dilakukan ingin lebih menarik lagi, kenapa tidak divariasikan dengan karezza saja. Karezza adalah aktivitas seks yang tidak menitikberatkan pada orgasme. Biasanya gerakan seks ini lebih berfokus pada rangsangan-rangsangan yang dilakukan saat foreplay.

Anda dan pasangan bisa mencoba melakukan masturbasi dengan ditambah teknik karezza ini. Oh ya, meski teknik karezza tidak menganjurkan terjadi orgasme, Anda tidak perlu khawatir kalau mengalami orgasme bersama pasangan.

Inti dari variasi ini adalah untuk membuat Anda dan pasangan tidak melakukan hal-hal yang sama selalu. Toh, seks jangan dilakukan secara monoton untuk mendapatkan orgasme saja. Kalau hanya untuk mendapatkan orgasme saja beberapa menit sudah selesai. Namun, kenikmatan non fisik tentu berbeda.

  1. Masturbasi dan Posisi yang Tepat

Masturbasi dengan pasangan bisa dilakukan dengan mengambil posisi yang tepat. Misal dengan saling hadap-hadapan dan melihat satu dengan lainnya. Posisi ini sering dipakai pasangan yang masih malu melakukan masturbasi dengan pasangan.

Selanjutnya ada posisi bersebelahan sehingga pasangan bisa saling berciuman atau bersandar saat menikmati aktivitasnya. Terakhir dengan berpangku. Pria bisa memangku pasangannya sambil merangsang penisnya. Sesekali pria juga bisa melakukan petting dengan menggesekkan penis di mulut vagina.

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Masturbasi

Kalau Anda dan pasangan bisa melakukan masturbasi secara bersama-sama, lakukan beberapa hal di bawah ini agar tidak mengalami masalah.

  • Sebisa mungkin untuk tetap mandi dan membuat tubuh jadi bersih. Meski masturbasi hanya merangsang bagian kemaluan saja, kalau dilakukan berdua pasti akan merangsang bagian yang lain dari tubuh.
  • Tangan harus bersih dan jangan sampai ada kotoran. Kemaluan sangat sensitif. Bayangkan kalau tangan Anda ada bekas cabai, kemungkinan besar bisa membuat kemaluan jadi panas.
  • Lakukan dengan kesadaran bersama dan jangan sampai menganggap hal ini seperti berdosa. Kadang banyak orang menganggap masturbasi sebagai hal tidak wajar.
  • Tubuh harus relaks dan tidak sedang kaku.

Demikianlah beberapa cara yang bisa dilakukan sebelum masturbasi bersama dengan pasangan. Semoga bisa Anda gunakan sebagai rujukan dan memperkaya fantasi seksual yang dilakukan.

 

 

Sumber:

  1. Porter, Heather. 2019. Is masturbating part of a healthy sex life?. https://www.onemedical.com/blog/live-well/masturbating-healthy-sex-life. (Diakses pada 02 November 2019)
  2. Scaccia, Annamarya. 2017. Masturbation Effects on Your Health: Side Effects and Benefits. https://www.healthline.com/health/masturbation-side-effects. (Diakses pada 02 November 2019)
  3. Block, Jenny. 2016. Here’s what happens when you masturbate with your partner. https://www.huffpost.com/entry/heres-what-happens-when-y_3_b_9839502. (Diakses pada 02 November 2019)
  4. Sobel, Ariel. 23 Masturbation Tips for Girls Who Need to Get Off. https://www.advocate.com/love-and-sex/2018/9/15/23-masturbation-tips-girls-who-need-get#media-gallery-media-1. (Diakses pada 02 November 2019)

 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi