Terbit: 4 Maret 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Memilih jenis masker untuk mencegah virus Corona (COVID-19) tentunya harus bijak agar penggunaan masker bisa berjalan dengan optimal. Simak informasi selengkapnya berikut ini!

masker-untuk-mencegah-virus-corona-doktersehat

Jenis Masker untuk Mencegah Virus Corona

Sejatinya, ada beragam jenis masker yang diciptakan dengan fungsinya masing-masing. Ada masker yang didesain khusus untuk menangkal partikel debu, zat kimia beracun, hingga virus.

Dikarenakan setiap jenis masker memiliki fungsi tersendiri, maka kemungkinan Anda tidak bisa menggunakan satu jenis masker untuk segala kondisi. Sebagai contoh, masker khusus polusi tidak bisa mencegah penularan virus seperti virus Corona (COVID-19).

Nah, berikut ini adalah jenis masker untuk mencegah virus Corona yang umum disarankan dan juga digunakan.

1. Masker Bedah (Surgery Mask)

Masker bedah adalah jenis masker yang—sesuai dengan namanya—diperuntukkan bagi dokter dan perawat ketika sedang menjalankan tugasnya seperti mengoperasi pasien. Akan tetapi, masker ini sekarang juga digunakan oleh masyarakat, terutama semenjak wabah virus Corona merebak.

Pasalnya, jenis masker untuk mencegah virus Corona (COVID-19) ini memiliki bahan dan lapisan yang cukup untuk menangkal percikan air saat seseorang sedang batuk atau bersin (droplet). Sebagaimana diketahui, COVID-19 ditularkan melalui droplet tersebut.

Setiap lapisan dari masker bedah didesain untuk menjalankan fungsinya masing-masing, yaitu:

  • Lapisan luar, memiliki sifat anti-air
  • Lapisan tengah, berfungsi untuk menyaring partikel-partikel kecil
  • Lapisan dalam, berfungsi untuk menyerap droplet yang keluar saat pengguna bersin atau batuk

Pastikan masker bedah yang Anda beli berada dalam kondisi baik agar ketiga fungsinya tersebut bisa optimal.

Sayangnya, masker bedah mungkin tidak seratus persen bisa melindungi hidung dan mulut dari polusi maupun percikan liur orang lain. Hal ini dikarenakan masker kerap kali longgar terutama di bagian samping. Alhasil, ada sedikit celah yang memungkinkan partikel kecil masuk.

2. Masker N95

Jenis masker untuk mencegah virus Corona (COVID-19) selanjutnya adalah masker N95. Kendati harga masker N95 lebih mahal ketimbang masker bedah, masker ini lebih disarankan untuk digunakan, terutama pada orang-orang yang terindikasi mengalami gejala virus Corona seperti demam, batuk, bersin, dan sesak napas.

Pasalnya, masker N95 tidak hanya berfungsi untuk menghalau percikan air liur namun juga partikel-partikel kecil lainnya yang menyebar di udara, yang mana partikel-partikel tersebut mungkin saja mengandung virus.

Selain itu, masker ini sudah didesain sedemikian rupa sehingga tidak ada celah sedikitpun yang memungkinkan partikel kecil untuk masuk.

Akan tetapi, desain yang seperti itu justru menjadi kekurangan dari masker pencegah virus Corona yang satu ini. Ya, masker N95 jika digunakan terus-menerus akan menyebabkan penggunanya sulit untuk bernapas.

Cara Menggunakan Masker untuk Mencegah Virus Corona yang Benar

Selain pintar-pintar memilih jenis masker untuk mencegah virus Corona (COVID-19) sesuai kebutuhan, yang juga harus Anda perhatikan adalah bagaimana cara memakai masker yang benar. Pasalnya, tanpa disadari cara pakai masker kita tidak 100 persen tepat. Alhasil, efektivitas masker untuk memproteksi diri dari ancaman virus akan berkurang.

Berikut ini tips atau cara memakai masker yang benar untuk Anda praktikkan.

1. Cuci Tangan Terlebih Dahulu

Sebelum menyentuh masker, Anda wajib mencuci tangan terlebih dahulu sampai bersih. Alangkah baiknya jika tangan dicuci menggunakan sabun atau cairan antiseptik. Kemudian, basuh tangan dengan air hangat.

Mencuci tangan sebelum memakai masker bertujuan untuk memastikan jika tangan Anda benar-benar steril dari debu maupun partikel-partikel kecil berbahaya lainnya. Jika tangan dalam keadaan kotor, dikhawatirkan kotoran akan menempel pada masker.

2. Keluarkan Masker Dari Kemasan

Selanjutnya, keluarkan masker dari kemasan. Di tahap ini, Anda juga harus memastikan jika kemasan benar-benar tertutup rapat. Setelah masker dikeluarkan, perhatikan dengan seksama apakah ada lubang atau sobekan pada masker.

Jika didapati masker robek atau berlubang, jangan gunakan masker tersebut dan ganti dengan masker lainnya yang memiliki kondisi lebih baik.

3. Sisi dan Warna

Nah, hal ini kerap menjadi kesalahan cara pakai masker pada banyak orang, khususnya masker bedah. Jika diperhatikan secara seksama, ada sisi masker yang sedikit kaku. Sisi inilah yang menjadi sisi atas.

Struktur masker yang kaku tersebut nantinya bisa Anda tekuk pada hidung guna mencegah partikel masuk dari sisi atas. Selain itu, warna masker juga menentukan mana yang menjadi sisi dalam atau sisi luar.

Warna hijau atau biru menjadi sisi luar, sedangkan warna putih merupakan sisi dalam. Jika selama ini Anda menerapkan sebaliknya, coba diubah dari sekarang, ya.

5. Tarik Sisi Bawah ke Dagu

Setelah masker sudah terpasang, tarik bagian bawah masker hingga menutupi dagu. Hal ini guna memastikan jika area mulut dan dagu Anda sudah tertutup seutuhnya sehingga tidak ada debu, kuman, maupun partikel berbahaya lainnya yang masuk.

6. Melepaskan Masker

Setelah seharian digunakan, saatnya melepas masker untuk selanjutnya diganti dengan yang baru. Cara melepaskan masker yang benar adalah sebagai berikut:

  • Cuci tangan dengan sabun antiseptik dan air bersih sebelum menyentuh masker
  • Hindari menyentuh masker bagian depan karena kemungkinan sudah terkontaminasi
  • Lepas kaitan masker secara perlahan-lahan
  • Buang masker ke tempat sampah, kemudian cuci tangan kembali
  • Cuci muka dengan sabun dan air bersih (lebih baik lagi jika menggunakan air hangat)

Hal yang Harus Diperhatikan saat Menggunakan Masker untuk Mencegah Virus Corona!

Berikut beberapa hal penting lainnya yang perlu diperhatikan saat hendak menggunakan masker untuk mencegah virus Corona:

  • Perhatikan kemasan masker sebelum membeli. Pastikan kemasan dalam kondisi baik (tidak rusak, robek, dsb.)
  • Sebaiknya membeli masker di apotek untuk menjamin kualitas produknya
  • Masker bedah hanya bisa dipakai sekali. Hindari kebiasaan menggunakan tiap masker lebih dari satu kali karena masker bekas sudah terkontaminasi
  • Buang masker bekas di tempat seharusnya
  • Simpan masker di tempat yang kering dan steril
  • Jika sedang sakit, selain menggunakan masker, batasi juga interaksi dengan orang lain guna mencegah penularan penyakit

Selain itu, Anda juga perlu tahu bahwa fungsi masker untuk mencegah Corona (COVID-19) akan lebih efektif jika digunakan oleh orang yang memang benar-benar sedang sakit. Sementara jika Anda sedang dalam kondisi sehat, penggunaan masker tidak terlalu diperlukan. Terpenting, Anda harus menjaga agar daya tahan tubuh tetap baik. Caranya bisa dengan mengonsumsi makanan bergizi, olahraga, hingga istirahat yang cukup.

 

hotline-corona-indonesia-doktersehat

  1. Anonim. How To Put and Remove a Face Mask. https://www.sfcdcp.org/communicable-disease/healthy-habits/how-to-put-on-and-remove-a-face-mask/ (Diakses pada 4 Maret 2020)
  2. Godoy, Maria. 2020. Face Masks: What Doctors Say About Their Role In Containing Coronavirus. https://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2020/01/29/800531753/face-masks-what-doctors-say-about-their-role-in-containing-coronavirus. (Diakses pada 4 Maret 2020)
  3. Pathak, N. 2020. Can Wearing a Mask Protect You From Coronavirus? https://www.medscape.com/viewarticle/924531 (Diakses pada 4 Maret 2020)