Terbit: 8 April 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja


Di tengah langkanya masker bedah dan N95 sebagai salah satu ‘benteng’ tubuh terhadap COVID-19, ada jenis masker alternatif yang bisa Anda gunakan yakni masker kain. Ketahui lebih lanjut mengenai masker kain mulai dari cara memakai hingga harganya berikut ini!

masker-kain-doktersehat

Masker Kain, Alternatif Selain Masker Bedah & N95

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan wabah COVID-19 Achmad Yurianto menyarankan kepada masyarakat—terutama hendak beraktivitas di luar ruangan—untuk mengenakan masker. Lebih lanjut, Yurianto meminta masyarakat untuk sebaiknya menggunakan masker kain.

Berangkat dari fakta langkanya masker bedah dan N95 di pasaran, saran agar masyarakat menggunakan masker kain ini karena kedua masker khusus tersebut lebih dikhususkan untuk tenaga medis (dokter dan perawat) maupun petugas rumah sakit lainnya yang sedang bertugas untuk menangani ODP, PDP, maupun pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Memang, tingkat efektivitas masker kain dalam menangkal serangan virus Corona (SARS-CoV-2) yang menjadi penyebab COVID-19 ini lebih rendah ketimbang masker bedah dan N95. Kendati demikian, hal ini masih lebih baik ketimbang tidak memakai masker sama sekali saat berada di luar ruangan.

Saran untuk menggunakan masker saat ke luar rumah bagi siapa saja ini sudah mendapat dukungan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sebagaimana diketahui, sebelumnya rekomendasi WHO menyatakan jika masker hanya untuk digunakan oleh orang yang sedang sakit atau sedang merawat orang sakit.

Akan tetapi sebagaimana dilansir dari US News, Direktur Eksekutif WHO yakni Mike Ryan menyatakan jika pihaknya kini mendukung apapun yang menjadi kebijakan tiap-tiap negara dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, termasuk soal kewajiban memakai masker saat di luar rumah, meskipun hal ini belum dinyatakan secara resmi.

WHO pun menyarankan agar masyarakat lebih baik mengenakan masker berbahan dasar kain dan memprioritaskan masker bedah juga N95 untuk keperluan tenaga medis.

Kekurangan Masker Kain Dibanding Masker Bedah dan N95

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jenis masker yang satu ini secara efektivitas memang kalah dibanding masker bedah dan N95. Beberapa faktor yang menjadi kekurangan masker kain ini adalah sebagai berikut:

  • Masker ini tidak dapat menyaring partikel kecil (debu, bakteri, kuman, virus) seperti masker bedah dan N95 oleh karena perbedaan bahan dasar yang digunakan.
  • Masker ini kerap diproduksi oleh pabrik yang bukan khusus memproduksi alat-alat medis sehingga pengerjaannya pun tanpa berpedoman pada standar-standar medis yang telah ditetapkan.
  • Beberapa produk masker memiliki ujung yang longgar sehingga tidak dapat menutupi hidung dan mulut secara maksimal.
  • Karena sering longgar, pemakai jadi harus sering-sering melakukan penyesuaian. Alhasil, tangan jadi sering menyentuh wajah yang mana hal ini sebenarnya berisiko.
  • Bentuk masker terkadang mempersulit pernapasan.

Akan tetapi, WHO sendiri sudah memberikan ‘lampu hijau’ jika Anda ingin menggunakan masker ini ketika berada di luar ruangan, dan faktanya menggunakan masker kain lebih baik ketimbang tidak menggunakan masker sama sekali.

Cara Memakai Masker Kain yang Benar

Kendati tidak seefektif masker bedah dan N95, jangan ragu untuk menggunakan masker ini ketika beraktivitas di luar ruangan, dengan catatan, gunakan masker secara benar agar manfaatnya optimal.

Berikut tips atau cara memakai masker kain yang benar:

  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh masker.
  • Pilihlah masker dengan bentuk dan ukuran yang sesuai dengan wajah.
  • Pastikan masker dalam keadaan tidak rusak dan bersih.
  • Kenakan masker pada wajah, sesuaikan, lalu kaitkan tali masker di belakang telinga (atau ikat di belakang kepala) sampai cukup erat agar masker tidak mudah longgar.
  • Sesuai himbauan dari Kemenkes, gunakan masker maksimal selama 4 jam.
  • Setelah selesai, lepaskan masker. Sebaiknya hanya menyentuh tali maskernya saja saat hendak melepas.
  • Cuci masker menggunakan sabun deterjen dan air panas, lalu keringkan.
  • Simpan masker di tempat yang bersih untuk pemakaian selanjutnya.
  • Buang masker apabila kondisinya sudah tidak bagus.

Apa Bahan Masker Kain Terbaik?

Dilansir dari The New York Times, para peneliti sedang melakukan penelitian mengenai bahan masker kain apa yang kiranya paling efektif untuk memproteksi penggunanya dari virus COVID-19. Kendati belum dapat dipastikan, ada tiga bahan yang dianggap potensial yakni:

  • Pillow cases
  • Flannel pajamas
  • Origami vacuum

Sayangnya, bahan-bahan tersebut mungkin terdengar asing, dan Anda pun sulit untuk mengetahui bahan apa yang dipakai pada masker yang hendak digunakan. Oleh sebab itu, ada cara mudah untuk mengetahui apakah masker yang ingin Anda beli terbuat dari kain yang bagus atau tidak.

Dijelaskan oleh Dr. Scott Segal, Kepala Anestesiologi Wake Forest Baptist Health—masih dilansir dari sumber yang sama—masker kain yang kualitasnya baik dapat diindentifikasi dengan menerawangnya pada cahaya terang, seperti cahaya lampu atau matahari.

Apabila cahaya bisa memperlihatkan serat-serat kain, maka hampir bisa dipastikan bahan kain tersebut kualitasnya kurang bagus. Sebaliknya jika cahaya yang menembus kain cengderug sedikit, itu artinya kain yang digunakan tebal dan lebih baik kualitasnya.

Lebih lanjut, Segal menyarankan Anda yang ingin menggunakan masker kain untuk memilih masker dari bahan katun quilting. Bahan ini diklaim memiliki tingkat kerapatan serat yang tinggi. Katun quilting pun menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Wake Forest Institute for Regenerative Medicine memiliki tingkat filtrasi sebesar 70-79 persen.

Harga Masker Kain

Harga masker kain beragam, tergantung dari jenis kain yang digunakan oleh produsennya. Dari hasil pemantauan, rata-rata masker jenis ini dijual dengan harga 10-50 ribu Rupiah.

Anda bisa mendapatkannya di situs belanja daring. Teliti dulu barangnya sebelum memutuskan untuk membeli dan jangan ragu untuk bertanya kepada penjual seputar barang yang dijualnya tersebut.

Cara Membuat Masker Kain Sendiri

Selain membelinya, Anda juga bisa membuat masker kain sendiri di rumah, lho! Caranya pun sangat mudah, yaitu:

  • Siapkan kain katun bekas yang sudah tidak terpakai (bisa dari baju, sprei kasus, dsb.).
  • Cuci kain tersebut dengan sabun dan air panas sampai benar-benar bersih.
  • Sediakan 2 (dua) buah karet elastis (bisa karet biasa, karet khusus busana, atau ikat rambut).
  • Gunting kain hingga berbentuk persegi. Sesuaikan ukuran dengan wajah Anda dan pastikan dapat menutup bagian hidung dan mulut secara penuh.
  • Rentangkan kain, kemudian lipat hingga menjadi tiga lipatan.
  • Kaitkan karet ke kedua sisi kain.
  • Lipat lagi ujung sisi kain untuk menutupi karet.
  • Kenakan masker pada wajah seperti biasa.

Itu dia informasi mengenai masker kain yang perlu Anda ketahui. Jangan lupa untuk mengimbangi penggunaannya dengan sejumlah langkah pencegahan lainnya seperti mencuci tangan dan menerapkan physical distancing. Semoga bermanfaat dan tetap sehat!

 

  1. CDC. 2020. Recommendation Regarding the Use of Cloth Face Coverings, Especially in Areas of Significant Community-Based Transmission. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/cloth-face-cover.html (Diakses pada 8 April 2020)
  2. Government of Canada. 2020. Considerations in the use of homemade masks to protect against COVID-19. https://www.canada.ca/en/health-canada/services/drugs-health-products/medical-devices/activities/announcements/covid19-notice-home-made-masks.html (Diakses pada 8 April 2020)
  3. Kemenkes RI. 2020. Total 164 Pasien Covid-19 Sembuh, Jubir Pemerintah Minta Masyarakat Pakai Masker. https://www.kemkes.go.id/article/view/20040500002/total-164-pasien-covid-19-sembuh-jubir-pemerintah-minta-masyarakat-pakai-masker.html (Diakses pada 8 April 2020)
  4. Parker-Pope, T. 2020. What’s the Best Material for a Mask? https://www.nytimes.com/article/coronavirus-homemade-mask-material-DIY-face-mask-ppe.html (Diakses pada 8 April 2020)
  5. Schoenwalder, C. 2020. WHO: Countries Can Ask Public to Wear Masks, But Evidence Is Lacking. https://www.usnews.com/news/world-report/articles/2020-04-03/who-debating-use-of-masks-for-general-public-but-will-support-countrys-decisions (Diakses pada 8 April 2020)



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi