Masih Sering Bikin Teh Celup di Kantor? Pikir-Pikir Lagi Deh Untuk Melakukannya

doktersehat-teh-celup-untuk-mata-lelah
pic credit: pasi mammela

DokterSehat.Com– Apa hal pertama yang akan anda lakukan begitu tiba di kantor? Sebagian orang berkata bahwa mereka langsung ingin membuat teh celup hangat yang bisa membuat pikiran menjadi lebih segar sehingga bisa lebih baik dalam berkonsentrasi saat bekerja. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita pikir-pikir lagi untuk membuatnya di kantor karena jumlah bakteri yang ada di dalam kantong teh celup tersebut ternyata lebih banyak dari yang ada pada dudukan toilet. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Fakta ini ditemukan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Initian Washroom Hygiene. Para peneliti menyebutkan bahwa teh celup yang bisa ditemukan di dapur kantor memiliki jumlah kuman 17 kali lebih banyak dari yang ada pada dudukan toilet, tepatnya sekitar 3.785 bakteri, jauh lebih banyak dari 220 bakteri pada dudukan toilet. Banyaknya bakteri ini ternyata disebabkan oleh wadah teh celup yang dipegang oleh begitu banyak orang yang sayangnya tidak pernah mencuci tangannya terlebih dahulu. Padahal, tangan-tangan ini bisa jadi sudah dipakai untuk memegang berbagai banyak benda kotor.

Dalam penelitian ini juga, ditemukan fakta bahwa 80 persen dari 1.000 pekerja kantoran mengaku tidak pernah mencuci tangannya terlebih dahulu saat akan membuat minuman untuk dirinya sendiri atau orang lain. Hal ini berarti, tak hanya kantong teh celup, berbagai benda lain di dapur seperti cangkir, ceret, atau dispenser juga sudah terpapar bakteri yang bisa saja menyebabkan datangnya penyakit.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita selalu mencuci tangan sebelum membuat teh di kantor. Hanya saja, mengingat orang lain juga belum tentu mencuci tangannya dan mungkin telah menyebarkan berbagai bakteri berbahaya pada kantong teh celup atau peralatan dapur, mungkin akan lebih baik jika kita membawa teh atau peralatan minum sendiri dari rumah agar aman dari paparan bakteri penyebab penyakit.