DokterSehat.Com – Serangan stroke adalah salah satu masalah fisik yang menyebabkan pria dan wanita mengalami gangguan fisik. Kondisi ini akan memengaruhi banyak aspek pada tubuh khususnya stroke yang menyebabkan penurunan fungsi tubuh. Gangguan ini menyebabkan pria atau wanita membatasi aktivitas fisiknya termasuk seks di dalamnya.

seks-dan-stroke-doktersehat

Masalah Seks Setelah Stroke

Apakah seks pasca terserang stroke akan selesai begitu saja? Lantas apa saja gangguan seks yang akan dialami oleh pasangan khususnya pria saat seks pasca mendapatkan perawatan stroke? Simak beberapa ulasan di bawah ini dengan saksama.

  1. Disfungsi Ereksi Temporer

Seseorang yang mengalami stroke akan terganggu organ vitalnya. Beberapa bulan pasca stroke, pria akan mengalami gangguan ereksi. Tubuh akan susah merespons rangsang sehingga seks tidak akan bisa dilakukan. Kondisi ini cukup normal dan bisa terjadi pada siapa saja yang mengalami stroke ringan hingga agak berat.

Dari beberapa pria yang mengalami impotensi pasca stroke, 80 persen di antaranya kembali mendapatkan kemampuan ereksi. Pada bulan-bulan awal pasca infeksi mungkin akan sangat berpengaruh sehingga pria wajib bersabar dan tidak frustrasi karena kemampuan seksnya akan menurun dengan sendirinya.

Kalau Anda merasa mengalami disfungsi ereksi, ada baiknya untuk menyembuhkan hal itu perlahan-lahan. Anda bisa melakukan latihan seperti kegel dan menjalani gaya hidup sehat setiap harinya. Kalau dalam beberapa waktu ereksi sempurna tidak kunjung muncul, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri.

  1. Takut Kambuh Stroke Saat Bercinta

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau masalah seks tidak hanya berkaitan dengan masalah fisik saja, tapi juga mental. Secara fisik mungkin pria bisa melakukan seks dan memiliki ereksi yang sempurna. Namun, secara mental mereka sering ketakutan sehingga aktivitas seks yang dilakukan tidak akan bisa berjalan dengan lancar.

Selama perawatan stroke berjalan dengan lancar dan mengikuti prosedur yang disarankan oleh dokter, seks tetap bisa berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, pria disarankan untuk tidak terlalu memikirkan banyak hal yang membebani aktivitas seks. Hal senada juga berlaku pada wanita yang baru saja mengalami stroke.

Berbagai hal yang kemungkinan besar membebani pikiran harus segera diatasi. Bicarakan dengan pasangan dan jangan hanya diam saja. Terkadang hanya dengan berbicara saja pikiran bisa lebih enteng dan Anda tidak mengalami masalah lagi.

  1. Penurunan Libido yang Signifikan

Stroke yang terjadi pada pria dan wanita akan menyebabkan penurunan libido yang cukup signifikan. Penurunan ini menyebabkan gangguan yang hebat dalam seks. Pria atau wanita akan kehilangan kemampuan menikmati seks sehingga saat diajak oleh pasangan pun mereka akan lebih sering menolaknya.

Penurunan libido ini sebenarnya bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan gairah. Sayangnya, tidak semua makanan bisa dikonsumsi dengan kondisi stroke dan pasca perawatannya. Lakukan konsultasi dahulu dengan dokter agar tidak salah makan dan apa saja yang dikonsumsi aman.

Biasanya penurunan libido hanya akan sementara saja. Kalau tubuh juga enakan dan terjadi perubahan positif, libido akan kembali seperti semula. Bila libido semakin tidak ada dan Anda jadi malas melakukan seks, kemungkinan ada masalah yang lebih serius.

  1. Fungsi Anggota Tubuh Menurun

Stroke ringan akan menyebabkan beberapa anggota tubuh mengalami gangguan berupa kelumpuhan. Tangan, kaki, dan beberapa zona tubuh tidak akan bisa difungsikan lagi dengan maksimal. Namun, dengan latihan yang teratur, fungsinya akan kembali meski butuh waktu yang lama.

Penurunan fungsi tubuh seperti lumpuh pada kaki dan tangan tentu akan memengaruhi aktivitas seks. Pria atau wanita akan susah melakukan seks seperti melakukan gaya tertentu. Kondisi ini akan memengaruhi kenikmatan seks sehingga beberapa orang lebih memilih tidak melakukannya.

Pahami kondisi fisik yang Anda miliki saat itu. Jangan melakukan hal-hal di luar batas kemampuan. Lakukan komunikasi dengan pasangan agar tidak muncul masalah baru dan saling memahami keadaan.

  1. Gangguan Mati Rasa di Kemaluan

Selain di bagian tubuh untuk bergerak dan juga area kepala, pasca stroke juga akan ada gangguan di sekitar penis. Pria akan mengalami penurunan sensitivitas dan rangsangan sehingga penis akan susah merespons. Meski mendapatkan rangsangan yang besar sekalipun, pria tidak akan bisa mendapatkan ereksi dan menikmati seks.

Mati rasa saat melakukan seks bisa membuat pria susah menikmati aktivitas ranjangnya. Mereka pun juga susah memperoleh orgasme dan ejakulasi. Lakukan konsultasi dengan dokter kalau sensitivitas di kemaluan semakin memburuk.

Tips Melakukan Seks Setelah Terkena Stroke

Tidak semua orang bisa kembali normal setelah mendapatkan serangan stroke. Oleh karena itu mereka disarankan untuk melakukan seks yang aman dengan beberapa tips di bawah ini.

  • Tidak memaksakan diri untuk melakukan penetrasi. Kalau memang tidak bisa melakukannya, lebih baik melakukan rangsangan saja.
  • Pilih posisi seks yang memang bisa dilakukan. Jangan memaksakan diri untuk melakukan posisi seks tertentu apalagi yang butuh ketahanan fisik kuat.
  • Jangan memaksakan diri untuk melakukan seks kalau kondisi tubuh sedang tidak baik.
  • Lakukan berbagai terapi fisik untuk mengembalikan anggota tubuh seperti kaki atau tangan yang sulit digerakkan.

Demikianlah beberapa gangguan seks yang terjadi pasca stroke. Semoga kita semua tidak mengalami stroke dan memiliki hidup yang baik. Mulai sekarang, perbaiki gaya hidup agar terhindar dari stroke.

 

 

Sumber:

  1. Jon Caswell. 2009. Sex and Intimacy after Stroke. http://strokeconnection.strokeassociation.org/Mar-Apr-2009/Sex-and-Intimacy-after-Stroke/. (Diakses 8 November 2019)
  2. Saebo. 2017. Sex After Stroke: What Couples Need to Know. https://www.saebo.com/sex-stroke-couples-need-know/. (Diakses 8 November 2019)
  3. Stroke Foundation. Sex and relationships after stroke fact sheet. https://strokefoundation.org.au/About-Stroke/Help-after-stroke/Stroke-resources-and-fact-sheets/Sex-and-relationships-after-stroke-fact-sheet. (Diakses 8 November 2019)
  4. Vega, Jose. 2019. How Sexuality Changes After Stroke. https://www.verywellhealth.com/sexuality-after-stroke-3146001. (Diakses 8 November 2019)