Terbit: 26 November 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Masalah kesehatan reproduksi pada pria, wanita, dan remaja adalah hal yang sangat penting khususnya mereka yang masih mudah. Kalau masalah reproduksi ini tidak diperhatikan dengan baik, masalah dengan kehamilan akan muncul saat pasangan menikah dan berusaha memiliki momongan.

Masalah Kesehatan Reproduksi Pria, Wanita, dan Remaja

Mengingat masalah reproduksi ini tidak bisa disepelekan begitu saja, Anda harus menyimak beberapa masalah kesehatan reproduksi di bawah ini dengan saksama.

Masalah kesehatan reproduksi pada pria

Masalah kesehatan reproduksi pada pria ada banyak dan hampir semua memengaruhi fisik dan psikologis penderitanya. Berikut ulasan lengkap tentang masalah kesehatan reproduksi pada pria.

  1. Gangguan testis

Gangguan testis ini bisa berupa peradangan pada saluran testis yang menyalurkan sperma saat ejakulasi terjadi. Selanjutnya, gangguan ini juga bisa dalam bentuk varikokel, torsi, dan kanker.

  1. Sperma tidak berkualitas

Sperma yang tidak berkualitas menyebabkan pembuahan tidak terjadi atau sudah dilakukan. Kualitas dari sperma dikatakan menurun kalau jumlah sperma per mililiter air mani di bawah 15 juta sel. Selanjutnya bentuk tidak beraturan, pergerakan atau motilitas menurun.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  1. Ejakulasi terbalik

Ejakulasi terbalik atau retrograde adalah ejakulasi yang terjadi ke dalam tubuh. Air mani yang harusnya menyembur keluar justru masuk ke dalam dan ikut tercampur dengan urine di kandung kemih.

  1. Masalah ereksi

Gangguan ereksi juga bisa dimasukkan ke masalah kesehatan reproduksi pada pria. Kalau pria mengalami masalah dengan ereksi, ada kemungkinan mereka tidak bisa melakukan seks dengan baik dan kemungkinan mengalami pembuahan akan kecil.

  1. Penyakit kronis tertentu

Penyakit kronis tertentu seperti diabetes bisa menyebabkan gangguan kesuburan pada pria. Gangguan ini muncul karena kadar gula darah di dalam tubuh baik cukup signifikan. Kenaikan ini bisa memicu gangguan pada sperma dan kerusakan pembuluh darah dan saraf yang memicu gangguan ereksi.

Masalah kesehatan reproduksi pada wanita

Masalah kesehatan reproduksi pada wanita agak lebih kompleks karena memiliki banyak organ internal. Oleh karena itu wanita harus mewaspadai beberapa masalah di bawah ini.

  1. Masalah akibat penyakit menular seksual

Penyakit menular seks juga menyebabkan masalah pada saluran reproduksi. Kondisi ini muncul kalau penyakit yang berbahaya ini tidak juga disembuhkan atau telat diketahui.

  1. Gangguan menstruasi

Gangguan menstruasi seperti sering telat, berhenti selama beberapa bulan, hingga perdarahan yang berlebihan juga menyebabkan masalah reproduksi pada wanita.

  1. Gangguan pada rahim dan sekitarnya

Gangguan pada rahim bisa berupa gangguan di lapisan otot seperti mengalami mioma dan juga endometriosis. Selanjutnya pada ovarium bisa dalam bentuk kista ovarium.

  1. Gangguan pada vagina luar dan rongga

Gangguan pada vagina ini bisa terjadi dalam bentuk perdarahan saat melakukan seks padahal sedang tidak menstruasi. Selain itu, luka atau infeksi di area vulva dan rongga juga menyebabkan gangguan reproduksi.

Masalah kesehatan reproduksi pada remaja

Secara seksual mungkin remaja sudah bisa melakukan seks dan memiliki keturunan. Namun, mereka belum bisa melakukannya, sehingga masalah reproduksinya pun sedikit berbeda. Berikut beberapa masalah reproduksi remaja yang seringkali dialami:

  • Kebersihan alat kelamin khususnya pada remaja wanita yang sudah mengalami menstruasi. Mereka harus diajari bagaimana membersihkan vagina dengan baik.
  • Masalah masturbasi dan merangsang kemaluan. Remaja harus diberitahu efek samping dari masturbasi berlebihan dan merangsang kemaluan dengan kasar.
  • Masalah penularan penyakit menular seksual. Penyakit ini terkadang diabaikan kalau remaja sudah mencoba melakukan seks tanpa pengaman.
  • Tidak mengecek kemaluan secara berkala dan perubahan yang terjadi dianggap biasa padahal bisa menjadi berbahaya.

Cara menjaga kesehatan reproduksi sejak dini

Organ reproduksi yang berada di luar tidak banyak seperti penis dan ares vulva di vagina. Ada lebih banyak organ di dalam sehingga pengecekan masalah agak susah dilakukan. Oleh karena itu, simak beberapa cara menjaga kesehatan reproduksi sejak dini:

  • Mengecek kemaluan secara berkala. Pengecekan ini dilakukan dengan merasa bagian luar atau dalam pada wanita. Kalau ada benjolan di skrotum atau ada rasa nyeri di dalam vagina, segera lakukan pemeriksaan.
  • Amati tanda-tanda perubahan pada kemaluan.
  • Lakukan pengecekan rutin terkait ada atau tidaknya penyakit menular seks.

Masalah kesehatan reproduksi dan peluang kehamilan

Pria dan wanita menyumbang peluang kehamilan yang akan terjadi setelah melakukan aktivitas seks. Kehamilan bisa saja mengalami kegagalan kalau pria dan wanita mengalami infertilitas. Pada pria masalah penurunan jumlah sperma dan motilitasnya yang menurun menyebabkan peluang kehamilan semakin kecil.

Masalah pada wanita bisa berupa gangguan pada rahimnya dalam bentuk mioma atau endometriosis. Kondisi ini bisa diatasi dengan operasi atau menggunakan obat tertentu. Kalau masalah di rahim sudah parah, kemungkinan terjadi kehamilan akan semakin kecil. Oleh karena itu, menjaga kesehatan sejak dini harus dilakukan.

Masalah reproduksi tidak berhenti di sana saja, pada wanita ada masalah pada sel telurnya. Kalau ovarium tidak bisa menghasilkan ovum saat masa subur, kemungkinan terjadi gangguan kehamilan akan besar. Jadi, pemeriksaan dengan mendetail harus dilakukan untuk memudahkan dokter mengatasi masalah.

Umumnya kalau masalah kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan kehamilan berhubungan dengan sperma atau sel telur, dokter akan berusaha memberikan obat untuk mengatasi masalah kualitas sperma dan ovarium. Kalau masalahnya lebih kompleks, peluang kehamilan baru  bisa didapatkan dari pembedahan atau pembuahan di luar rahim.

Inilah sedikit ulasan tentang masalah kesehatan reproduksi pada pria, wanita, dan remaja. Dari berbagai masalah reproduksi di atas, kira-kira mana saja yang pernah Anda alami atau masih memilikinya hingga sekarang? Semoga setelah mengetahui ulasan di atas, Anda bisa lebih memperhatikan masalah kesehatan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi