Terbit: 12 September 2018 | Diperbarui: 31 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kadangkala kita melakukan kesalahan saat memasak, tepatnya dengan menaburkan garam terlalu banyak. Tak hanya membuat rasa masakan menjadi terlalu asin, makanan yang terlalu banyak garam juga membuat kita lebih rentan terkena masalah tekanan darah tinggi. Lantas, makanan yang keasinan ini apakah sebaiknya dibuang saja atau tetap kita konsumsi?

Masakan Keasinan. Dibuang atau Tetap Dimakan?

Meskipun kita berusaha untuk menambahkan gula, dalam realitanya rasa masakan ini sudah tidak selezat yang kita bayangkan sebelumnya. Beruntung, menurut pakar masakan, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk ‘menyelamatkan’ makanan tersebut.

Chef restoran Clio yang ada di Boston, Amerika Serikat, bernama Ken Oringer menyebut kita tidak bisa sembarangan mengolah kembali masakan yang terlalu asin. Jika kita memasak makanan yang berkuah atau rebusan, maka kita tinggal menambahkan buncis atau bubur kacang putih demi menurunkan sensasi terlalu asin. Hanya saja, jika yang keasinan adalah olahan daging, kita sebaiknya menyajikannya dengan nasi, biji-bijian, atau oure kentang. Hal ini disebabkan oleh daging dan pati yang bisa saling menyeimbangkan rasa.

Jika yang keasinan adalah sayuran yang ditumis, kita tinggal menambahkan keju berjenis mozzarella atau ricotta yang memiliki kandungan krim yang mampu menetralkan garam sehingga sayuran ini tidak lagi terasa terlalu asin. Jika kita baru saja mengonsumsi makanan yang terlalu asin saat makan di luar rumah, kita juga bisa mengonsumsi minuman bersoda yang mampu menghilangkan garam di dalam mulut.

Hanya saja, sebagaimana kita ketahui, makanan yang kaya garam dan minuman bersoda tidak baik bagi kesehatan tubuh. Sebisa mungkin kita menghindari konsumsi makanan dan minuman ini agar tidak mudah terkena hipertensi, diabetes, kenaikan berat badan, dan masalah kesehatan lainnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi