Masa Subur Wanita: Cara Memperkirakan, Menghitung, dan Tanda

menghitung-masa-subur-wanita-doktersehat

DokterSehat.Com – Pasangan awam yang baru saja menikah selalu beranggapan kalau melakukan seks secara rutin akan meningkatkan kehamilan. Padahal apa yang diyakini ini tidak sepenuhnya benar. Melakukan seks setiap hari padahal wanita sedang tidak ada pada masa subur tidak akan berpeluang alami pembuahan.

Sebaliknya kalau seks dilakukan lebih rutin saat masa subur, kemungkinan untuk mendapatkan pembuahan akan besar. Bahkan, berdasarkan penelitian, pembuahan atau peluang wanita hamil saat masa subur sekitar 25 persen.

Nah, dari sini kita sudah bisa membuat sedikit kesimpulan kalau masa subur sangat penting. Oleh karena itu kita harus tahu lebih banyak tentang masa subur agar seks yang dilakukan untuk tujuan pembuahan tidak sia-sia.

Memperkirakan masa subur pada wanita

Memperkirakan masa subur pada wanita bukanlah pekerjaan yang mudah. Pasalnya setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda. Normalnya, siklus menstruasi berjalan selama 21-35 hari. Dari jangka waktu itu, rata-rata wanita memiliki waktu menstruasi 28 atau 30 hari setiap siklusnya.

Kalau wanita memiliki siklus menstruasi dengan lama 28 hari atau mendekati ini, waktu ovulasi rata-rata atau masa suburnya sekitar 12-14 hari setelah hari pertama menstruasi selesai. Jadi wanita bisa mengalami masa subur pada hari ke-10 atau hari ke-17. Siklus ini akan tetap atau sedikit maju dan mundur.

Kalau wanita memiliki siklus menstruasi pendek, kemungkinan ovulasi terjadi bisa saja hari ke-2 hingga 7. Itulah kenapa terkadang melakukan seks saat menstruasi dan tanpa kondom bisa berpotensi sebabkan kehamilan kalau ejakulasinya di dalam. Sperma masih bisa hidup dan membuahi sel telur.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan wanita yang siklus menstruasi tidak teratur. Tentu sulit memperkirakan hari pertama masa subur. Kalau wanita mengalami kondisi ini, metode penghitungan akan susah dilakukan dan bisa menggunakan beberapa kriteria pada subbab selanjutnya.

Tanda wanita mengalami masa subur

Selain menggunakan hitungan secara manual, ada beberapa cara yang dilakukan oleh wanita untuk mengetahui apakah dirinya mengalami masa subur atau tidak.

  1. Munculnya lendir yang banyak

Organ reproduksi wanita akan menyiapkan pembuahan dengan menghasilkan banyak lendir. Lendir ini akan membantu sperma masuk ke dalam serviks lalu berlanjut ke rahim dan tuba falopi.

  1. Mudah terangsang

Wanita yang sedang subur akan mudah terangsang dan bergairah. Perasaan ini akan membuat wanita ingin melakukan seks dengan pasangan.

  1. Muncul nyeri di perut bawah

Nyeri di bagian bawah perut hingga punggung merupakan tanda ovulasi. Rasa ini mirip dengan nyeri saat PMS meski tidak terlalu besar.

  1. Meningkatnya suhu basal

Mengukur suhu basal bisa dilakukan saat pagi hari setelah bangun tidur. Wanita bisa mengukur suhunya selama sebulan penuh lalu membuat rata-rata. Umumnya suhu rata-rata tubuh sekitar 35,5-36,6 derajat Celcius. Kalau suhu ada kenaikan sekitar satu derajat, bisa jadi wanita sedang subur

Seks yang memperbesar pembuahan

Kalau Anda sudah tahu masa subur yang dialami pasangan, manfaatkan waktu itu untuk melakukan seks secara rutin seperti dua hari sekali. Sel telur yang keluar dan berada di tuba falopi biasanya hanya hidup selama 12-24 jam, jadi pria harus memanfaatkan waktu yang sempit untuk melakukan pembuahan.

Selain melakukan seks saat masa subur, beberapa ahli justru menyarankan pasangan melakukan seks 1-2 hari sebelum masa subur. Sperma yang masuk ke dalam vagina bisa hidup hingga 5 hari sehingga saat sel telur keluar, pembuahan bisa langsung terjadi.

Bagaimana Anda menghitung masa subur untuk mempercepat terjadinya pembuahan selama ini?