Penyebab Orang Masa Kini Lebih Mudah Gemuk

gemuk-doktersehat
Photo Source: Flickr/Sandra Cohen-Rose and Colin Rose

DokterSehat.Com– Jika dicermati, manusia modern cenderung lebih mudah gemuk dibandingkan dengan manusia zaman dahulu. Padahal, porsi dan frekuensi makan kita cenderung tidak mengalami perubahan berarti. Penelitian pun dilakukan untuk mengetahui penyebab dari hal ini.

Orang Zaman Sekarang Lebih Mudah Gemuk Dibandingkan Orang di Tahun 1980-an

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity Research and Clinical Practice pada 2015 silam, disebutkan bahwa berat badan manusia modern rata-rata 10 persen lebih tinggi dibandingkan dengan berat badan manusia di tahun 1980-an. Bahkan meskipun jika perbandingan pola makan dan olahraganya sama, tetap saja rata-rata berat badan manusia masa kini lebih berat.

Dalam penelitian yang menggunakan data pola makan dari 36.400 warga Amerika Serikat dari tahun 1971 hingga 2008 dan data aktivitas fisik dari 14.419 orang dari tahun 1988 hingga 2006, para peneliti mengecek data-data seperti asupan makanan sehari-hari, aktivitas fisik, usia, dan indeks massa tubuh.

Hasil dari penelitian ini adalah, orang yang berada di tahun 2006 yang makan dengan asupan jumlah dan nutrisi yang sama dan berolahraga dengan intensitas yang sama dengan yang dilakukan oleh orang di tahun 1988 di usia yang sama cenderung memiliki indeks massa tubuh 2,3 angka lebih besar.

“Penelitian kami membuktikan bahwa jika usia kita sudah mencapai 25 tahun, kita harus menurunkan asupan makanan dan lebih rajin berolahraga demi mencegah kenaikan berat badan,” ucap Profesor Jennifer Kuk dari Toronto’s York University.

Hanya saja, Profesor Kuk juga menyebut ada faktor lain yang sepertinya membuat manusia modern cenderung lebih mudah mengalami kenaikan berat badan yang sebaiknya kita waspadai.

Beberapa Faktor yang Membuat Orang Zaman Sekarang Lebih Mudah Gemuk

Profesor Kuk menyebut ada tiga faktor yang menyebabkan orang zaman sekarang lebih mudah gemuk dibandingkan dengan orang-orang di tahun 1980-an.

Berikut adalah tiga faktor tersebut.

  1. Paparan Bahan Kimia

Tanpa disadari, kita cenderung lebih mudah terpapar bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, kita cenderung lebih sering mengonsumsi makanan dan minuman olahan yang tinggi bahan kimia. Bahkan, pestisida yang bisa ditemukan di sayuran juga bisa mempengaruhi kondisi kesehatan kita.

Keberadaan bahan kimia ini membuat tubuh manusia mengalami perubahan sistem metabolisme, khususnya dalam hal membakar dan menyimpan lemak sehingga mempengaruhi berat badan.

  1. Konsumsi Obat-Obatan

Kita juga cenderung lebih sering mengonsumsi obat-obatan kimia. Sebagai contoh, jika kita terkena flu atau sakit kepala, bisa dengan mudah mendapatkan obat di toko-toko dekat rumah. Masalahnya adalah beberapa jenis obat bisa mempengaruhi rasa lapar atau keinginan makan kita. Hal inilah yang kemudian bisa membuat berat badan naik.

  1. Terjadi Perubahan Mikrobioma

Dr. Rutchi mathur dari Cedars-Sinai Medical Center menyebut mikrobioma adalah berbagai organisme dan bakteri yang bisa ditemukan di tubuh kita, khususnya di bagian usus. Mikrobioma ini bisa mempengaruhi berat badan, nafsu makan, penyerapan makanan, hingga energi tubuh. Masalahnya adalah gaya hidup masyarakat modern yang kurang sehat mempengaruhi kondisi mikrobioma ini dan akhirnya memberikan efek kurang sehat.

Hal Lain yang Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan

Selain faktor-faktor tersebut, pakar kesehatan menyebut ada hal lain yang membuat berat badan kita mudah naik.

Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Kurang tidur yang mengacaukan hormon dan sistem metabolisme tubuh.
  • Kurang minum yang membuat dehidrasi dan akhirnya mengacaukan rasa lapar dan keinginan makan.
  • Malas sarapan sehingga mengacaukan hormon ghrelin yang mempengaruhi keinginan makan dan rasa lapar.
  • Stres yang membuat otak mengeluarkan keinginan untuk mengonsumsi makanan enak namun kurang sehat.
  • Kebiasaan ngemil yang tidak sehat.

 

Sumber:

  1. Khazan, Olga. 2015, Why It Was Easier to Be Skinny in the 1980s. theatlantic.com/health/archive/2015/09/why-it-was-easier-to-be-skinny-in-the-1980s/407974/. (Diakses pada 5 September 2019)