Terbit: 8 Mei 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Zinc adalah salah satu nutrisi yang memainkan banyak peran penting bagi tubuh. Nutrisi ini menjadi penting karena tubuh tidak secara alami menghasilkan zinc, sehingga mengharuskan Anda untuk mendapatkannya melalui makanan atau suplemen. Apa saja manfaat zinc bagi kesehatan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

11 Manfaat Zinc untuk Kesehatan (No. 7 Khusus untuk Pria)

Manfaat Zinc untuk Kesehatan

Zinc adalah mikronutrien yang sangat penting untuk setiap aspek yang mendukung kesehatan tubuh. Daging, telur, kerang, dan produk kacang-kacangan adalah sumber zinc alami. Selain lewat beberapa makanan tersebut, kebutuhan zinc harian tubuh juga bisa dipenuhi dengan pemberian suplemen zinc.

Berikut adalah berbagai manfaat zinc yang bisa didapatkan tubuh, di antaranya:

1. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh

Manfaat zinc bagi tubuh yang pertama adalah kemampuannya untuk mendungkung sistem kekebalan tubuh. Zinc dapat bertindak sebagai antioksidan, membantu mengurangi peradangan, dan melindungi tubuh dari penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

2. Menjaga Kadar Gula

Manfaat zinc berikutnya yang sudah cukup dikenal adalah membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengangkut gula dari aliran darah ke seluruh jaringan tubuh.

3. Membantu Mengatasi Jerawat

Sebuah penelitian mengungkapkan, suplemen zinc efektif dalam mengobati jerawat. Zinc sulfate telah terbukti efektif untuk mengurangi gejala jerawat parah. Manfaat zinc untuk kulit ini lebih disukai daripada metode pengobatan lain karena lebih murah, efektif, dan efek samping yang lebih sedikit.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat zinc yang satu ini menjadi penting karena dipercaya mampu meningkatkan kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, zinc bisa menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol. Penyakit jantung adalah masalah serius karena menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

5. Memperlambat Degenerasi Makula

Degenerasi makula adalah penyakit mata yang umum dan salah satu penyebab utama hilangnya penglihatan. Suplemen zinc sering digunakan untuk memperlambat perkembangan degenerasi makula terkait usia. Orang tua yang terkena penyakit ini akan merasakan pandangannya buram yang dimulai dari tengah penglihatan.

6. Mengatasi Pilek

Meski memiliki manfaat untuk mengatasi virus, manfaat zinc hanya mampu untuk mengurangi gejala rhinovirus. Akan tetapi, para peneliti belum dapat menjelaskan dengan rinci bagaimana hal ini bisa terjadi. Selain itu, ada beberapa bukti lain mengungkapkan bahwa zinc memiliki aktivitas antivirus terhadap virus herpes.

7. Meningkatkan Kadar Testosteron

Manfaat zinc untuk pria adalah meningkatkan hormon testosteron. Hal ini menjadikan zinc sebagai salah satu nutrisi penting untuk meningkatkan fungsi seksual. Selain itu, zinc juga bermanfaat dalam membantu proses pembentukan spermatogenesis (pembuat sel sperma).

8. Membantu Menyembuhkan Luka

Borok adalah luka terbuka pada kulit yang bernanah. Kondisi ini biasanya terjadi karena disebabkan oleh luka yang mengalami infeksi. Kondisi borok juga bisa bertahan lama apabila seseorang mengalami defisiensi zinc. Manfaat zinc untuk kulit ini dipercaya mampu mencegahnya terjadinya borok.

9. Mengatasi Diare

Manfaat zinc berikutnya berguna untuk mengurangi gejala diare pada anak-anak dengan kadar zinc yang rendah. Meski begitu, belum terdapat bukti yang kuat untuk merekomendasikan penggunaan suplemen zinc untuk anak-anak diare yang memiliki pola makan sehat.

10. Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Seorang anak yang mengalami defisiensi zinc selama masa anak-anak, maka pertumbuhannya akan terganggu. Sementara pada orang dewasa, kondisi ini menyebabkan hipogonadisme, kelesuan mental, depresi, dan gangguan kulit.

11. Mengurangi Peradangan

Manfaat zinc yang terakhir adalah kemampuannya untuk mengurangi stres oksidatif dan mengurangi kadar protein inflamasi tertentu dalam tubuh. Stres oksidatif menyebabkan peradangan kronis, faktor yang berkontribusi dalam beragam penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan penurunan mental.

Kebutuhan Zinc Harian

Setelah mengetahui berbagai manfaat zinc di atas, hal penting yang harus dipahami adalah berapa kebutuhan zinc harian yang dibutuhkan oleh tubuh. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang berbeda, selain itu berapa zinc yang harus dikonsumsi juga tergantung dari jenisnya, karena setiap suplemen mengandung unsur zinc yang berbeda-beda.

Jumlah zinc biasanya tercantum pada label suplemen, hal itu memudahkan untuk menentukan berapa banyak zinc yang harus dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan harian.

Pada orang dewasa, dosis harian yang direkomendasikan biasanya 15-30 mg zinc per hari. Dosis yang lebih tinggi umumnya digunakan untuk mengobati kondisi tertentu seperti jerawat, diare, dan infeksi saluran pernapasan.

Asupan harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 11 mg untuk pria dan 8 mg untuk wanita. Sementara untuk wanita hamil dan menyusui harus mengonsumsi 11 dan 12 mg per hari.

Meski bermanfaat, Anda perlu waspada efek samping potensial yang terkait dengan konsumsi zinc berlebih. Pilihan yang terbaik adalah tidak melebihi dari 40 mg per hari (kecuali di bawah pengawasan medis).

Akibat Kekurangan Zinc

Meskipun kekurangan zinc parah jarang terjadi, kondisi ini dapat terjadi pada orang dengan mutasi genetik yang langka, ibu yang menyusui tapi tidak cukup kandungan zinc di tubuhnya, seseorang yang kecanduan alkohol, dan seseorang yang menggunakan obat penekan kekebalan tertentu.

Gejala defisiensi zinc parah termasuk gangguan pertumbuhan, keterlambatan kematangan seksual, ruam kulit, diare kronis, gangguan penyembuhan luka, dan masalah perilaku.

Gejala defisiensi zinc ringan termasuk diare, penurunan imunitas, penipisan rambut, penurunan nafsu makan, gangguan mood, kulit kering, masalah kesuburan, dan gangguan penyembuhan luka.

Mereka yang berisiko mengalami defisiensi zinc termasuk:

  • Orang dengan penyakit pencernaan seperti penyakit Crohn
  • Vegetarian dan vegan
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Orang dengan anemia sel sabit
  • Orang yang kekurangan gizi, termasuk mereka yang menderita anoreksia atau bulimia
  • Penderita penyakit ginjal kronis.

 

  1. Anonim. Zinc. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zin. (Diakses pada 8 Mei 2020).
  2. Anonim. Zinc. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-zinc/art-20366112. (Diakses pada 8 Mei April 2020).
  3. Kubala, Jillian. 2018. Zinc: Everything You Need to Know. https://www.healthline.com/nutrition/zinc#what-it-is. (Diakses pada 8 Mei 2020).
  4. Link, Rachael. 2019. What Are Zinc Supplements Good For? Benefits and More. https://www.healthline.com/nutrition/zinc-supplements. (Diakses pada 8 Mei 2020).
  5. Patel, Kamal. Zinc. 2020. https://examine.com/supplements/zinc/. (Diakses pada 8 Mei 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi