6 Manfaat Tempe bagi Kesehatan, Bisa untuk Diet?

manfaat-tempe-doktersehat

DokterSehat.Com – Siapa sih yang tidak kenal tempe? Tempe adalah salah satu makanan khas Indonesia yang juga sudah terkenal ke luar negeri, salah satunya adalah di Jepang. Selain rasa yang lezat, manfaat tempe bagi kesehatan juga membuat tempe menjadi makanan yang sangat digemari. Tempe juga memiliki harga yang terjangkau dan bisa diolah menjadi berbagai jenis menu yang menggugah selera.

Tempe umumnya terbuat dari kedelai yang kemudian difermentasikan. Tetapi ada juga beberapa jenis tempe yang bahannya berasal dari jenis kacang-kacangan lain. Makanan yang satu ini memiliki banyak sekali kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan apa saja yang ada di dalam tempe? Apa saja manfaat tempe yang sering disebut sebagai superfood ini? Simak jawabannya di bawah ini.

Kandungan Tempe

Tempe mengandung sangat banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Bahkan bisa dikatakan bahwa kandungan nutrisi dalam tempe mengalahkan kandungan nutrisi dalam daging sapi. Kandungan protein dalam tempe lebih tinggi daripada daging. Di sisi lain, kandungan lemaknya justru jauh lebih rendah. Tempe juga mengandung kalsium dan fosfor yang jumlahnya jauh lebih tinggi daripada daging.

Beberapa kandungan dalam tempe bahkan tidak terdapat dalam daging seperti karbohidrat, serat, riboflavin, niacin, asam pantotenat, piroksidin, dan biotin. Kandungan besi, thiamin, vitamin B12, dan retinol dalam tempe meskipun sedikit juga lebih tinggi daripada daging. Selain itu, tempe juga mengandung zat antoksidan bernama isoflavon yang sangat baik untuk tubuh.

Manfaat Tempe

Tempe banyak digemari bukan hanya karena rasanya lezat dan harganya murah, tetapi karena juga kaya akan nutrisi. Kandungan berbagai nutrisi dalam tempe menjadikan tempe dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat tempe untuk kesehatan yang bisa Anda rasakan:

1. Sumber protein

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kandungan protein dalam tempe lebih tinggi daripada daging. Maka dari itu, tempe sering kali dijadikan sumber protein pengganti daging. Banyak para vegetarian atau vegan yang memilih tempe sebagai menu pengganti daging untuk menenuhi kebutuhan proteinnya.

Setiap 100 gr tempe mengandung kurang lebih 20 gr protein. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan protein harian mencapai 34% bagi orang dewasa. Fungsi dari protein sendiri selain untuk menjaga jaringan otot adalah untuk menghasilkan enzim proteolitik yang bisa memecah rantai protein sehingga dapat diserap oleh tubuh.

2. Antioksidan penangkal radikal bebas

Manfaat tempe yang kedua adalah sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Paparan radikal bebas ke tubuh kita bisa menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh, bahkan hingga menyababkan kanker.

Kandungan isoflavon dan juga nutrisi lainnya dalam tempe membuat tempe ampuh menjadi antioksidan bagi tubuh. Peran tempe sebagai antioksidan terbukti lebih ampuh jika dibandingkan dengan kedelai rebus biasa.

3. Sumber kalsium

Manfaat tempe selanjutnya adalah sebagai sumber kalsium. Jika berbicara tentang sumber kalsium, umumnya kita akan teringat pada susu. Faktanya, tempe juga bisa dijadikan sumber kalsium yang tidak jauh berbeda dengan susu.

Setiap penyajian 100 gr susu mengandung 125 mg kalsium, sedangkan setiap 100 gr tempe memiliki kandungan mencapai 155 mg kalsium. Jadi bisa dikatakan bahwa tempe sangat mungkin menjadi sumber kalsium yang tidak kalah dengan susu.

4. Menu diet

Manfaat tempe selanjutnya adalah bisa dijadikan sebagai salah satu menu diet. Salah satu menu terbaik untuk diet adalah makanan dengan kandungan tinggi protein, tinggi serat, dan rendah lemak. Kandungan protein dan serat dalam tempe membuatnya sangat baik untuk menjadi menu diet.

Tempe juga merupakan makanan yang mudah diserap oleh tubuh. Kandungan vitamin B kompleks dalam tempe juga sangat baik untuk memenuhi asupan nutrisi Anda ketika sedang diet.

5. Memenuhi kebutuhan vitamin B12

Manfaat tempe yang kelima adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12, terutama bagi para vegan. Vitamin B12 memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh mulai dari menghasilkan sel darah merah, membantu proses sintesis DNA, mengaktifkan asam folat, hingga menjaga kesehatan sisten saraf dan menjaga fungsi otak.

Umumnya vitamin B12 banyak terkandung dalam daging, ayam, ikan, dan susu. Tempe merupakan satu-satunya sumber vitamin B12 yang berasal dari nabati, sehingga sangat cocok untuk menggatikan sumber vitamin B12 lain yang tidak dikonsumsi oleh vegan.

6. Aman untuk diabetes

Manfaat tempe selanjutnya adalah aman dikonsumsi untuk penderita diabetes. Memilih menu makanan untuk penderita diabetes bukanlah hal yang mudah. Setiap menu harus disesuaikan untuk mecegah naiknya kadar gula darah.

Tempe terutama yang terbuat dari kedelai, mengandung isoflavon dan serat yang mampu mengontrol kestabilan gula darah dan memperbaiki resistensi insulin. Selain baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes tipe II, tempe juga bisa membantu menurunkan risiko diabetes. Selain tempe, menu kacang-kacangan lainnya juga sangat direkomendasikan untuk penderita diabetes.

Bahaya Tempe

Manfaat tempe memang sangat banyak untuk kesehatan, tetapi bukan berarti tempe tidak memiliki bahaya sama sekali. Kosumsi tempe secara berlebihan ternyata juga bisa memberikan efek negatif pada kesehatan. Tempe yang terbuat dari kacang kedelai memiliki kandungan phytoestrogen yang berpengaruh pada kerja hormon estrogen pada wanita. Pada wanita yang berisiko kanker, adanya phytoestrogen bisa menjadi pemicu kanker.

Tempe juga menjadi makanan yang tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah berlebihan oleh penderita asam urat. Penderita asam urat biasanya disarankan untuk mengindari makanan dengan kandungan zat purin tinggi. Pada sadarnya tempe mengandung zat purin rendah, jadi masih boleh dikonsumsi namun tidak disarankan untuk dikonsumsi setiap hari. Selain itu, efek tempe pada penderita asam urat mungkin berbeda-beda bergantung pada parahnya asam urat yang diderita.

Cara Mengolah Tempe yang Baik

Selain tidak disarankan untuk dikonsumsi setiap hari, pengolahan tempe juga harus Anda perhatikan. Jika mengolah tempe sembarangan, tentunya manfaat tempe juga bisa hilang. Menggoreng tempe diduga akan mengilangkan hampir dari setengah kandungan isoflavon di dalamnya.

Hindari sebisa mungkin konsumsi gorengan tempe yang ada di pasaran dan pilihlah untuk mengolah tempe sendiri di rumah. Jika ingin mengolah tempe dengan cara di goreng, pilihlah jenis minyak dengan kandungan lemak jenuh yang rendah. Lebih baik lagi jika Anda mengolah tempe dengan cara direbus atau menu lainnya yang tidak melibatkan minyak sama sekali.

Keberadan tempe sebagai salah satu makanan khas Indonesia memang patut untuk disyukuri. Rasa lezat, harga murah, dan juga nutrisi tinggi bisa kita dapatkan semua jadi satu makanan saja. Tidak heran jika tempe mendapatkan julukan superfood karena keistimewaannya ini.

Apakah Anda merupakan salah satu penggemar tempe? Jika iya, tetap perhatikan konsumsi tempe Anda dan jangan dikonsumsi secara berlebihan. Lengkapi juga nutrisi harian Anda dengan mengonsumsi sayur-sayuran dan juga buah-buahan. Jika Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan pada dokter untuk dapat mengetahui apakah konsumsi tempe masih baik untuk kesehatan Anda atau tidak.

Halo, Teman Sehat!

Anda diundang ke #AksiSehatCeria bersama DokterSehat di Ciputra Medical Center, Lotte Shopping Avenue Lt. 5, Jakarta Selatan pada hari Sabtu, 15 September 2018 pukul 10.00 – 13.00 WIB.

Yuk, datang dan ikut donor darah + health talk*, lomba blog berhadiah jutaan rupiah, dan dapatkan merchandise keren. GRATIS!
*Registrasi: http://bit.ly/AksiSehatCeria