Terbit: 28 September 2020 | Diperbarui: 29 September 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Teh kombucha adalah satu dari sekian banyak minuman yang menyehatkan bagi tubuh. Apa saja manfaat kesehatan yang bisa didapat dari minuman teh yang satu ini? Berikut informasinya!

10 Manfaat Teh Kombucha untuk Kesehatan

Apa Itu Teh Kombucha?

Teh kombucha adalah salah satu jenis minuman yang cukup banyak digemari oleh masyarakat. Awalnya, kombucha hanya diproduksi di kawasan Asia Timur seperti Jepang. Lambat laun, kombucha menyebar ke berbagai penjuru dunia dan diproduksi dengan aneka rasa yang diberi pemanis tertentu agar bisa dinikmati oleh banyak orang.

Minuman ini dibuat dari hasil fermentasi dengan melibatkan bakteri dan ragi. Hasil fermentasi menghasilkan sesuatu yang tampak seperti jamur lebar dengan tekstur lembek. Kombucha mengandung banyak nutrisi khususnya probiotik yang baik untuk semua orang.

Manfaat Teh Kombucha untuk Kesehatan

Minum teh kombucha akan mendatangkan sejumlah manfaat penting bagi kesehatan tubuh Anda. Apa sajakah manfaat yang dimaksud?

1. Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Sebagai sumber potensial probiotik, salah satu manfaat kesehatan yang diakui dari kombucha adalah kemampuannya untuk menyeimbangkan bakteri baik di usus sehingga dapat mengatasi beberapa masalah pencernaan.

Sebuah studi yang diterbitkan di Food Microbiology memeriksa komponen mikroba kombucha dan mengidentifikasi adanya populasi lactobacillus yang cukup banyak dalam minuman tersebut. Lactobacillus adalah jenis probiotik yang umum, jadi masuk akal bahwa kombucha dapat menstabilkan saluran pencernaan dan membantu mencegah serta mengatasi berbagai masalah pencernaan seperti:

  • Sembelit
  • Perut kembung
  • Radang usus
  • Sindrom iritasi usus

2. Membantu Metabolisme Tubuh

Teh kombucha mengandung senyawa bernama epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Adanya kandungan senyawa ini lantas menjadikan minuman ini juga dianggap efektif untuk meningkatkan metabolisme tubuh.

EGCG adalah katekin, senyawa yang ditemukan dalam teh hijau. Menurut ulasan yang diterbitkan pada di Journal of Nutritional Biochemistry, katekin berpotensi meningkatkan metabolisme pada orang dewasa.  Kendati demikian, hal ini masih membutuhkan studi lebih lanjut.

3. Membantu mencegah pertumbuhan sel kanker

Ada juga bukti yang berkembang bahwa teh kombucha dapat membantu mencegah penyakit kanker tertentu, meskipun masih diperlukan lebih banyak penelitian. Klaim ini didasarkan pada kombucha yang memiliki sifat antioksidan yang membantu membersihkan tubuh dari radikal bebas dan zat berbahaya lainnya yang mendorong pertumbuhan sel kanker.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Biomedicine & Preventive Nutrition pada tahun 2013 menemukan bahwa kombucha menghambat angiogenesis, yang dijelaskan oleh National Cancer Institute sebagai pertumbuhan pembuluh darah baru. Dengan menghambat angiogenesis, peneliti menyimpulkan bahwa kombucha dapat membantu menurunkan kelangsungan hidup sel kanker prostat.

Sementara itu, menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Biochemistry, senyawa dalam kombucha yang dapat membantu menghambat pertumbuhan kanker termasuk polifenol, asam glukonat, asam glukuronat, asam laktat, dan vitamin C.

4. Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gangguan fungsi jantung meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung. Penerapan gaya hidup sehat pun menjadi salah satu cara ampuh untuk dapat mencegah kedua penyakit kardiovaskular tersebut.

Penerapan gaya hidup sehat ini termasuk diet sehat yang tinggi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, protein tanpa lemak, olahraga, dan tidak ketinggalan, mengonsumsi kombucha.

Menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of Chemistry, minum teh kombucha dapat membantu menurunkan kadar lemak LDL alias kolesterol ‘jahat’. Sebagaimana yang telah diketahui, kolesterol adalah salah satu pemicu utama dari penyakit kardiovaskular.

Kendati demikian, masih diperlukan penelitian medis lebih lanjut guna memperkuat klaim manfaat teh kombucha yang satu ini.

5. Meminimalisir Peradangan

Peradangan kronis terlibat dalam hampir setiap masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes, radang sendi, alergi, dan penyakit pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Kombucha bukanlah pilihan lini pertama untuk mengobati penyakit kronis apa pun, tetapi minuman ini dapat melengkapi diet sehat, pilihan gaya hidup, dan rejimen pengobatan Anda. Itu karena teh yang digunakan untuk membuat kombucha mengandung polifenol, yang merupakan antioksidan yang dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, demikian menurut studi terbitan Journal of Chemistry.

Baca Juga: 10 Manfaat Teh Lavender bagi Kesehatan dan Kandungannya

6. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Manfaat kombucha yang menyehatkan usus juga dapat membuat kekebalan tubuh mengalami peningkatan. Penting untuk dicatat bahwa sistem pencernaan dan sistem kekebalan saling terkait erat. Menurut penelitian, sebagian besar dari sistem kekebalan ditemukan di usus, yakni sekitar 70 persen

Oleh karena itu, kesehatan usus yang optimal adalah kunci sistem kekebalan yang kuat. Bakteri fermentasi di kombucha dapat meningkatkan kekebalan tubuh, berkat adanya bakteri baik di dalamnya yang akan selalu menjaga usus tetap sehat.

7. Membantu Mengendalikan Gula Darah

Manfaat teh kombucha selanjutnya adalah untuk mengendalikan kadar gula darah, khususnya pada penderita diabetes. Teh ini dapat menghambat ?-amilase, protein di pankreas yang bertanggung jawab atas kadar glukosa postprandial—setelah makan— yang lebih tinggi.

Sementara itu menurut studi lainnya, kombucha memiliki efek kuratif pada tikus dengan diabetes setelah 30 hari, dan juga meningkatkan fungsi hati dan ginjal mereka. Memang diperlukan lebih banyak penelitian, tetapi temuan menunjukkan bahwa kombucha suatu hari nanti dapat digunakan sebagai pengobatan pelengkap untuk diabetes, selain pendekatan tradisional seperti penurunan berat badan, diet, olahraga, obat-obatan oral, dan terapi insulin.

8. Membantu Mengatasi Depresi

Gejala depresi bervariasi dari orang ke orang, tetapi dapat mencakup perasaan sedih dan putus asa secara umum. Depresi juga dapat menyebabkan masalah, termasuk insomnia, konsentrasi yang buruk, dan energi yang rendah.

Minum teh kombucha bisa jadi salah satu cara untuk mengatasi depresi yang tengah dirasakan. Minuman ini mungkin akan memberikan sedikit rasa lega, dan membantu meningkatkan suasana hati dengan meningkatkan produksi hormon seperti serotonin.

Belum ada penelitian yang secara khusus menghubungkan kombucha dan depresi.  Tetapi studi yang dirilis pada Februari 2017 oleh Annals of General Psychiatry menunjukkan bahwa beberapa gangguan kejiwaan mungkin terkait dengan perubahan mikrobioma (lingkungan bakteri di usus).  Jadi, ada semakin banyak bukti bahwa probiotik dapat membantu meringankan gejala depresi dan kecemasan.

Lebih lanjut, 95 persen serotonin diketahui diproduksi di usus, bukan di otak.  Jadi, lagi-lagi kesehatan usus yang optimal juga penting untuk kesehatan mental dan pengaturan suasana hati.

9.  Membantu Menjaga Berat Badan

Kombucha bisa menjadi minuman alternatif jika Anda menikmati soda atau jus namun mencari minuman dengan kalori lebih sedikit dan sedikit gula untuk menurunkan atau mempertahankan berat badan. Gula mengandung banyak kalori kosong, dan jika dikonsumsi berlebihan, ada risiko lebih banyak kalori yang tersimpan yang kemudian mengakibatkan penambahan berat badan.

Ingat, teh kombucha tidak bebas gula (sebagian besar gula difermentasi, tetapi sebagian tetap ada). Meski begitu, minuman ini mungkin hanya memiliki 6 hingga 8 gram gula per cangkir.

10. Menjaga Kesehatan Hati (Liver)

Demikian pula, teh kombucha dapat meningkatkan kesehatan organ hati karena kemampuannya yang berpotensi untuk mendetoksifikasi tubuh. Jadi seiring waktu, minum minuman ini dapat mengurangi seberapa keras hati Anda bekerja.

Dalam studi yang diterbitkan oleh Pharmaceutical Biology, tikus yang diberi kombucha juga menunjukkan penurunan kadar zat reaktif asam thiobarbituric di livernya. Senyawa organik ini merupakan pengukur kerusakan sel dan jaringan. Namun, lebih banyak penelitian klinis diperlukan untuk mengetahui apakah manfaatnya akan sama pada manusia.

 

 

  1. Burgess, L. 2018. Eight potential benefits of kombucha. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319630 (diakses pada 29 September 2020)
  2. Higuera, V. 2019. 10 Potential Benefits of Kombucha. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/potential-benefits-kombucha/ (diakses pada 29 September 2020)
  3. Leech, J. 2018. 8 Evidence-Based Health Benefits of Kombucha Tea. https://www.healthline.com/nutrition/8-benefits-of-kombucha-tea#TOC_TITLE_HDR_2 (diakses pada 29 September 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi