Terbit: 20 September 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Masyarakat Indonesia cenderung gemar minum teh. Tak hanya teh hangat, kita juga sering mengonsumsi es teh, khususnya saat berada di luar rumah. Selain bisa membuat pikiran lebih tenang, penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa hobi minum teh juga akan membeikan dampak positif bagi kesehatan otak. Seperti apakah dampak positif tersebut?

Dampak Tak Terduga Hobi Minum Teh bagi Kesehatan Otak

Dampak Minum Teh bagi Kesehatan Otak

Selain membuat sistem kekebalan tubuh meningkat, suasana hati membaik, dan mencegah datangnya penyakit kardiovaskular, rutin minum teh akan membuat kondisi otak kita semakin membaik. Fakta ini diungkap oleh penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal Aging baru-baru ini.

Dalam penelitian ini, orang yang gemar minum teh terbukti memiliki otak yang cenderung lebih terorganisir. Bahkan, orang tua yang rutin mengonsumsinya akan mendapatkan manfaat berupa menurunnya risiko terkena masalah kognitif hingga 50 persen.

“Hasil penelitian kami membuktikan bahwa teh bisa memberikan dampak positif bagi struktur otak. Kandungan di dalamnya juga bisa memberikan efek melindungi bagi otak,” ucap Feng Lei dari Yoong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore.

Dalam penelitian ini, 36 orang dengan usia lebih dari 60 tahun dilibatkan dalam rentang waktu 2015 sampai 2018. Para partisipan ini dicek kondisi psikologisnya, gaya hidupnya sehari-hari, dan kondisi kesehatannya secara umum. Mereka juga melakukan tes neuropsikologikal serta magnetic resonance imaging atau MRI pada otaknya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Hasil dari penelitian ini adalah, partisipan yang rutin minum teh empat kali dalam seminggu dalam kurun waktu 25 tahun memiliki kondisi otak yang lebih baik dibandingkan dengan yang jarang atau tak pernah minum teh. Apapun jenis teh yang diminum, dampaknya akan sama saja.

“Koneksi di antara otak mirip seperti lalu lintas di jalanan. Semakin terorganisir koneksi ini, semakin lancar dan efisien otak bekerja. Hal ini akan mendukung fungsi kognitif dan pemrosesan informasi dengan jauh lebih baik,” lanjut Feng.

Sebelumnya, Feng juga melakukan penelitian tentang dampak minum teh pada 2017 silam. Hasilnya juga sama, yakni rutin mengonsumsinya bisa mencegah atau setidaknya menunda penurunan kognitif di usia lansia.

Manfaat Kesehatan Lain dari Hobi Minum Teh

Selain baik bagi kesehatan otak, pakar kesehatan menyebut ada berbagai manfaat kesehatan lain yang bisa kita dapatkan jika rutin minum teh.

Berikut adalah manfaat-manfaat kesehatan tersebut.

  1. Menurunkan Tekanan Darah

Penelitian yang dilakukan pada 2013 silam menunjukkan bahwa minum 3 cangkir teh setiap hari mampu menurunkan tekanan darah hingga beberapa persen. Hal ini tentu akan menurunkan risiko terkena hipertensi dengan efektif.

  1. Mencegah Kanker

Rutin minum teh hijau disebut-sebut bisa menurunkan risiko beberapa jenis kanker layaknya kanker pankreas, kanker lambung, kanker rektum, dan kanker usus besar. Hanya saja, pastikan bahwa kita mengonsumsi teh hangat, bukannya teh yang sangat panas dan tidak menambahkan gula pada teh tersebut.

  1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Koroner

Rutin minum teh hijau akan membuat tekanan darah menurun dan pembuluh darah semakin sehat. Hal ini akan berimbas besar pada menurunnya risiko terkena penyakit jantung koroner.

  1. Mencegah Stroke

Pakar kesehatan menyebut di dalam teh hijau terdapat kandungan fibrinogen yang mencegah terjadinya penggumpalan darah yang bisa mencegah datangnya stroke.

  1. Mengatasi Stres

Rutin minum teh, apapun jenisnya bisa membantu menenangkan pikiran dan mengatasi stres. Manfaat ini bahkan akan jauh lebih terasa jika kita mengonsumsi teh hijau dan teh hitam.

 

Sumber:

  1. Chia, Rachel Genevieve. 2019. Drinking tea could save your brain from old-age decline, NUS-led study finds. sg/drinking-tea-could-save-your-brain-from-old-age-decline-nus-led-study-finds/. (Diakses pada 20 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi