Terbit: 5 Maret 2021 | Diperbarui: 9 Maret 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Manfaat sperma untuk wajah diklaim oleh beberapa orang mampu mengatasi berbagai masalah yang terkait dengan gangguan pada kulit wajah. Bagaimana dunia medis melihat fenomena ini? Simak penjelasannya selengkapnya.

Benarkah Terdapat Manfaat Sperma untuk Wajah? Cek Faktanya

Kandungan Air Mani

Sebelum menjelaskan mengenai klaim manfaat sperma untuk wajah dan sejumlah klaim lainnya, hal penting yang harus diketahui adalah kandungan yang terdapat di dalamnya.

Penting untuk diketahui, banyak orang mengira bahwa cairan yang keluar dari penis saat ejakulasi dianggap sebagai sperma, meski tidak sepenuhnya salah, terdapat perbedaan antara air mani (cairan semen) dan sperma.

Air mani adalah cairan yang memiliki warna putih, sementara sperma adalah salah satu kandungan yang terdapat dalam cairan tersebut. Selain itu, sperma tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Berikut adalah berbagai kandungan yang ada di dalamnya, antara lain:

  • Citrate.
  • Kalsium.
  • Magnesium.
  • Potasium.
  • Zinc.
  • Fruktosa.
  • Glukosa.
  • Protein.
  • Asam laktat.

Mengenali Fakta dan Mitos Manfaat Sperma untuk Wajah

Dalam sperma, senyawa crystalline polyamine yang disebut spermine dapat ditemukan. Senyawa ini juga dikenal sebagai antioksidan. Hal ini diyakini dapat mengurangi kerutan, menghaluskan kulit, dan mencegah jerawat.

Sebuah produsen yang mensintesis spermine menjadi krim wajah mengklaim bahwa krim ini 30 kali lebih lebih efektif dibandingkan vitamin E, serta dapat menunda proses penuaan hingga 20 persen.

Meski begitu, beberapa pakar mengatakan belum ada pembuktian yang mengungkapkan manfaat air mani atau manfaat sperma untuk wajah. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung gagasan untuk mengoleskan air mani ke kulit. Selain tidak memberikan manfaat apa pun bagi kulit, hal ini justru dapat menyebabkan reaksi alergi dan risiko infeksi menular seksual.

Alih-alih memberikan kulit wajah berkilau, mengoleskan air mani pada kulit bisa membuatnya kering dan teriritasi. Pada beberapa kasus, seseorang ada yang mengembangkan alergi terhadap satu atau lebih protein dalam air mani, yang mengakibatkan dermatitis kontak alergi. Keadaan ini menimbulkan kemerahan dan pembengkakan ringan pada area kulit yang dioleskan.

Sperma Membantu Mengatasi Jerawat?

Mitos lain seputar air mani adalah terdapat manfaat sperma untuk wajah berjerawat. Tidak jelas dari mana idenya, tetapi topik ini sering muncul di forum jerawat dan blog kecantikan. Bagaimana kaitan antara sperma dan jerawat juga tidak diketahui.

Beberapa orang ada yang memercayai bahwa senyawa spermine yang ditemukan dalam sperma dapat membantu mengurangi noda kecil pada kulit. Meski begitu, belum ada bukti kuat yang mendukung klaim ini.

Jika Anda sedang mencari pengobatan jerawat yang terbukti, Anda memiliki beberapa pilihan, termasuk pengobatan rumahan. Produk yang dijual bebas yang mengandung salicylic acid atau benzoyl peroxide direkomendasikan untuk jerawat ringan.

Sperma Mencegah Penuaan Dini?

Mitos mengenai manfaat sperma untuk wajah ini juga terkait dengan senyawa spermine yang ada di dalam air mani. Sifat antioksidannya membuat beberapa orang percaya hal itu dapat menghaluskan garis-garis halus.

Meski begitu, sebuah studi menemukan bahwa  menyuntikkan spermidine langsung ke dalam sel dapat memperlambat proses penuaan. Akan tetapi, sedikit informasi yang diketahui tentang efek mengoleskannya secara topikal.

Guna mencegah penuaan dini, Anda bisa menggunakan serum yang mengandung vitamin C dan retinoid konsentrasi tinggi. Anda juga bisa menggunakan pelembap yang mengandung bahan-bahan seperti glycerin atau hyaluronic acid.

Selain itu, jangan lupa untuk melindungi kulit dari sinar matahari karena hal ini menjadi penyebab terbesar penuaan dini.

Kandungan Protein di Dalam Air Mani Baik untuk Kulit?

Meski di dalam air mani terdapat lebih dari 200 protein, namun jumlah rata-ratanya 5.040 miligram per 100 mililiter, masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh.

Jika Anda memasukkan angka itu ke dalam istilah diet, hal itu setara dengan sekitar 5 gram. Rata-rata wanita membutuhkan 46 gram protein sehari, sedangkan pria rata-rata membutuhkan 56 gram.

Hal ini menunjukkan bahwa kecil kemungkinan sperma memberikan pengaruh pada kulit. Protein yang ditemukan dalam produk perawatan kulit biasanya berbentuk peptida. Asam amino ini membantu menjaga kulit tetap kencang dan bebas kerutan.

Pada akhirnya, meski di dalam air mani terdapat protein—dan memang protein bermanfaat untuk kulit—namun kandungan protein di dalam air mani tidak cukup untuk memberikan manfaat apa pun saat dioleskan ke wajah.

Sumber protein yang lebih kuat adalah makanan. Sebuah studi mengungkapkan bahwa bahwa diet kaya protein nabati, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat meningkatkan penuaan sel yang sehat.

Apakah Kandungan Zinc yang Ada di Dalam Air Mani Bagus untuk Kulit?

Zinc memiliki banyak manfaat untuk perawatan kulit. Efek antiinflamasinya pada jerawat dipelajari secara luas, yaitu kemampuannya untuk memperbaiki sel dan membantu produksi kolagen

Hal ini membuat beberapa orang percaya bahwa zinc dapat membantu menghilangkan tanda-tanda penuaan.

Namun, hasil terbaik dihasilkan saat mengonsumsi suplemen zinc. Anda dapat mengonsumsi suplemen berbasis zinc, akan tetapi menambahkan lebih banyak makanan seperti kacang-kacangan, produk susu, dan biji-bijian mungkin lebih bermanfaat.

Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mempelajari tentang potensi efek samping atau potensi interaksi negatif dengan obat yang sedang Anda minum.

Baca Juga: 10 Makanan untuk Kesuburan Pria (Meningkatkan Kualitas Sperma)

Risiko Mengoleskan Sperma Langsung ke Kulit

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan masalah yang terjadi jika Anda langsung mengoleskan air mani ke kulit, di antaranya:

  • Dermatitis Atopik

Alergi terhadap protein yang ditemukan dalam air mani bisa terjadi. Dikenal sebagai human seminal plasma protein hypersensitivity, meski begitu hal ini adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi. Dalam kasus ekstrem, hal itu bisa mengakibatkan anafilaksis.

Reaksi alergi yang lebih ringan juga bisa terjadi. Dermatitis atopik, misalnya, kondisi ini akan membuat kulit memerah, kering, dan bengkak disertai gatal.

  • Penyakit Menular Seksual

Cairan semen dapat menularkan infeksi ke individu lain dengan melewati selaput lendir yang ditemukan di bibir, lubang hidung, dan mata. Herpes, klamidia, dan gonore dapat ditularkan dengan cara ini.

Mata adalah organ yang sangat rentan, tidak hanya di kelamin, herpes juga bisa menyerang mata. Herpes pada mata dapat menimbulkan serangkaian gejala pada mata, dari peradangan hingga kehilangan penglihatan.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai mitos dan fakta seputar manfaat sperma untuk wajah.

 

  1. Breene, Sophia. 2019. Superfood or Supergross? The Truth About Semen. https://greatist.com/health/nutrition-of-semen. (Diakses pada 5 Maret 2021).
  2. Patterson, Kelsey. 2017. Dermatologist Shares What Will Actually Happen If You Try a Semen Facial. https://popculture.com/sex-relationships/news/is-semen-good-for-your-skin/. (Diakses pada 5 Maret 2021).
  3. Sharkey, Lauren. 2019. Is Sperm Actually Good for Skin? And 10 Other FAQs. https://www.healthline.com/health/is-sperm-good-for-skin. (Diakses pada 5 Maret 2021).
  4. Tucker, Nikki. 2012. Extraordinary Things You Can Do With Sperm. https://www.medicaldaily.com/extraordinary-things-you-can-do-sperm-242190. (Diakses pada 5 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi