Manfaat Senam pada Bayi dan Balita

doktersehat-bayi

DokterSehat.Com– Salah satu cara agar dapat hidup sehat adalah dengan makan makanan yang sehat dan rajin berolahraga. Ternyata tips ini juga berguna bagi anak Anda yang masih berusia balita.

Mengapa bayi perlu berolahraga?

Dilansir dari New Kids Center, sebuah studi menyebutkan bahwa bayi dan balita yang berolahraga setidaknya satu jam per hari memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami kelebihan berat badan.

Olahraga dapat membantu perkembangan organ dan sistem metabolisme tubuh yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh anak di masa mendatang. Pada masa pertumbuhan, otak membangun hubungan dengan otot sehingga anak yang kurang berolahraga akan cenderung mudah sakit atau tidak memiliki stamina yang baik di masa depannya.

Jenis olahraga yang disarankan untuk balita

Olahraga untuk bayi tentu saja disesuaikan dengan usia dan kemampuan fisik bayi. Berikut ini rekomendasi olahraga yang disarankan untuk bayi berdasarkan usianya:

1. Bayi usia 0-6 bulan
Pada bayi berusia 0-6 bulan, otot-ototnya masih sangat lemah. Karena itu olahraga yang disarankan tentu saja olahraga yang ringan seperti melatih bayi mengangkat kepalanya, melatih bayi tengkurap, dan mengangkat kaki seperti gerakan mengayuh sepeda.

2. Bayi berusia 6-12 bulan
Saat bayi berusia 6-12 bulan, perkembangan otot dan motoriknya akan semakin kuat. Umumnya di usia ini bayi sedang belajar untuk berdiri dan berjalan. Anda bisa melatihnya si kecil untuk berdiri dan mengangkat bayi dari posisi duduk ke posisi berdiri.

Latihan lain yang bisa Anda lakukan adalah bermain menempelkan jari kaki bayi ke telinga bayi. Caranya, tengkurapkan bayi dan jaga kaki bayi agar tetap lurus. Tempelkan kaki bayi kanan ke telinga kiri bayi, dan sebaliknya. Lakukan kegiatan ini sebanyak lima kali dengan kedua kaki.

3. Latihan bagi bayi usia 12 bulan-24 bulan
Bayi pada usia ini sudah memiliki kekuatan otot kaki dan tangan yang lebih baik, sehingga Anda bisa memberikan latihan yang lebih berat pada anak. Gerakan olahraga pun bisa Anda kreasikan dengan permainan sehingga anak bisa merasa seru. Jika anak sudah bisa berjalan atau berlari, maka Anda bisa mengajaknya bermain melempar dan menangkap bola, serta gerakan-gerakan senam lainnya.