Terbit: 29 Desember 2020 | Diperbarui: 30 Desember 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Selenium merupakan mineral penting bagi tubuh karena memiliki banyak peran penting untuk mendukung kesehatan. Apa saja manfaat mineral yang memiliki peran penting dalam aktivitas antioksidan ini? Simak penjelasan selengkapnya.

Selenium: 11 Manfaat dan Takaran yang Dianjurkan

Apa Itu Selenium?

Selenium adalah mineral yang ditemukan secara alami di dalam tanah dan juga muncul dalam makanan tertentu. Bahkan mineral ini juga terdapat di air yang Anda minum. Sebagai komponen enzim antioksidan—terutama glutathione reductase—mineral ini adalah kunci untuk memperbaiki jaringan di seluruh tubuh.

Manfaat Selenium bagi Kesehatan

Dikarenakan tubuh tidak dapat memproduksi selenium, itu berarti tubuh bergantung pada makanan, suplemen, atau kombinasi keduanya. Berikut adalah berbagai kegunaan mineral ini bagi tubuh, antara lain:

1. Mengatasi Stres Oksidatif

Manfaat mineral ini antara lain kemampuannya untuk melawan proses penuaan dan membantu sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, mineral ini memiliki efek sinergis dengan antioksidan lain seperti vitamin E.

Sebagai komponen penting dari glutathione reductase, mineral ini juga membantu menjalankan proses enzim penting yang melindungi lipid (lemak) di membran sel. Hal ini diperlukan untuk melawan degradasi oksidatif sel dan melindungi dari mutasi serta kerusakan DNA yang dapat menyebabkan penyakit.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

2. Membantu Melawan Kanker

Jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah atau riwayat kanker dalam keluarga, selenium adalah mineral yang dapat memberikan manfaat. Suplementasi dengan dosis tinggi (200 miligram per hari) telah terbukti berpotensi memiliki efek antikanker.

Menurut penelitian, mineral ini efektif untuk mengurangi risiko kejadian kanker, kematian akibat kanker, dan tingkat keparahan, khususnya di hati, prostat, kolorektal, dan paru-paru. Selain itu, mineral ini juga membantu memperlambat perkembangan kanker dan pertumbuhan tumor.

Sayangnya, penelitian ini tidak menemukan hubungan antara mineral ini dengan kanker kulit, kanker kandung kemih, atau risiko kanker kolorektal.

3. Membantu Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Menurut penelitian, mineral ini bermanfaat bagi kekebalan tubuh karena diperlukan untuk meningkatkan fungsi sistem imun dan juga dapat menjadi nutrisi utama dalam menangkal perkembangan virus, termasuk HIV.

Pada pasien yang sudah tertular HIV, mineral ini juga terbukti dapat memperlambat perkembangan penyakit menjadi AIDS.

4. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Konsentrasi selenium yang rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Suplemen atau peningkatan makanan kaya akan mineral ini diyakini dapat membantu mencegah penyakit jantung koroner. Hal itu karena kemampuan mineral ini untuk melawan peradangan, meningkatkan aliran darah, mengurangi radikal bebas, dan membantu aktivitas antioksidan.

5. Membantu Mengatur Fungsi Tiroid

Mineral ini bertindak sebagai pelindung tiroid yang kuat dan mengatur produksi oksigen reaktif di dalam kelenjar dan melindunginya dari antibodi yang dapat menyebabkan penyakit tiroid.

Kelenjar tiroid sendiri mengontrol banyak fungsi penting tubuh sehari-hari, termasuk nafsu makan, tidur, suhu, berat badan, energi, dan lainnya. Masalah dengan fungsi tiroid dapat menyebabkan lekas marah, kelemahan otot, penambahan/penurunan berat badan, hingga kesulitan tidur.

Oleh karena itu, ketika tiroid tidak berfungsi dengan baik, ada banyak konsekuensi serius yang terjadi pada tubuh.

Baca Juga: 20 Makanan yang Mengandung Mineral Baik untuk Tubuh

6. Membantu Mengurangi Gejala Asma

Studi observasional telah menunjukkan bahwa pasien dengan asma kronis mungkin memiliki tingkat mineral yang lebih rendah. Penelitian tersebut mengungkapkan, saat penderita asma mengonsumsi suplemen selenium, penderita mengalami lebih sedikit gejala terkait asma dibandingkan mereka yang mengonsumsi plasebo.

Beberapa pakar berpendapat bahwa suplementasi dapat menjadi pengobatan tambahan yang berguna untuk pengobatan pasien dengan asma kronis. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan efek penuh mineral ini pada fungsi paru-paru.

7. Membantu Meningkatkan Kesuburan

Mineral ini ternyata juga bermanfaat bagi kesuburan karena diperlukan untuk motilitas sperma yang tepat dan juga meningkatkan aliran darah, dua komponen utama yang terlibat dalam pembuahan dan mengatasi ketidaksuburan.

Namun, konsentrasi selenium yang rendah dan tinggi ternyata sama-sama dapat berdampak negatif pada jumlah sperma. Oleh karena itu menjaga mineral ini pada kadar yang tepat juga penting untuk menjaga kesuburan.

8. Mendukung Fungsi Kognitif

Mineral ini dipercaya dapat mengurangi stres oksidatif yang pada akhirnya dapat menurunkan risiko Alzheimer dan mendukung kemampuan kognitif. Seseorang yang menderita Alzheimer memiliki tingkat selenium, vitamin C, dan vitamin E yang rendah.

Manfaat mineral ini tidak hanya terkait dengan penderita Alzheimer, sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa yang diberi campuran antioksidan yang mencakup mineral ini memiliki skor yang lebih baik pada akhir penelitian dalam memori episodik, fungsi eksekutif otak, dan memori verbal.

9. Menyeimbangkan Radikal Bebas

Sifat antioksidan yang ada di dalam mineral ini berguna untuk menyeimbangkan radikal bebas dalam tubuh dan mencegahnya menyebabkan kerusakan sel yang terkait dengan stres oksidatif. Radikal bebas adalah produk sampingan alami dari beberapa proses penting dalam tubuh seperti metabolisme. Radikal bebas juga bisa berasal dari luar tubuh seperti polusi dan asap rokok.

10. Mengurangi Gejala Asma

Dikarenakan kemampuan mineral ini untuk mengurangi peradangan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mineral ini dapat membantu mengurangi gejala terkait asma. Seseorang yang menderita asma memiliki kadar selenium dalam darah yang lebih rendah.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien asma dengan tingkat selenium darah yang lebih tinggi memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki tingkat selenium darah yang lebih rendah. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya peran mineral ini dalam pengembangan dan pengobatan asma.

Baca Juga: 20 Makanan Rendah Karbohidrat untuk Diet Sehat

Berapa Banyak Selenium yang Harus Anda Konsumsi?

Anjuran yang direkomendasikan mencakup jumlah total mineral yang harus Anda dapatkan dari makanan atau suplemen apa pun yang Anda konsumsi.

Anjuran yang direkomendasikan pada anak 1-3 tahun adalah 20 mikrogram/hari, usia 4-8 tahun adalah 30 mikrogram/hari, anak usia 9-13 tahun adalah 40 mikrogram/hari, dewasa dan anak-anak 14 tahun ke atas adalah 55 mikrogram/hari, wanita hamil 60 mikrogram/hari, dan wanita menyusui 70 mikrogram/hari. Batas atas aman untuk mengonsumsi mineral ini adalah 400 mikrogram sehari pada orang dewasa.

 

  1. Anonim. Selenium. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/supplement-guide-selenium#1. (Diakses pada 29 Desember 2020).
  2. Kubala, Jillian. 2019. 7 Science-Based Health Benefits of Selenium. https://www.healthline.com/nutrition/selenium-benefits. (Diakses pada 29 Desember 2020).
  3. Levy, Jillian. 2019. Selenium Benefits for Health, Plus Dosage Recommendations. https://draxe.com/nutrition/selenium-benefits/. (Diakses pada 29 Desember 2020).
  4. Zielinski, Linnea. Selenium benefits: here are 7 that are proven by science. https://www.getroman.com/health-guide/selenium-benefits/. (Diakses pada 29 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi