Manfaat Puasa untuk Kesehatan

Doktersehat-manfaat-puasa

DokterSehat.Com – Memiliki tubuh yang selalu sehat adalah keinginan banyak orang. Berbagai macam cara ditempuh mulai dari menjaga pola makan hingga mengonsumsi suplemen-suplemen tambahan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa manfaat puasa ternyata baik untuk kesehatan tubuh?

Selain manfaat puasa baik untuk kesehatan jasmani, manfaat berpuasa lainnya juga baik untuk menjaga kesehatan rohani.

Perlu diketahui, makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes melitus), dan lain-lain.

baca juga: Tak Disadari! 4 Kebiasaan Ini Buat Berat Badan Naik Lagi Pasca Puasa

Sementara itu, manfaat puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi beberapa aspek, di antaranya:

  • Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat.
  • Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan.
  • Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup.
  • Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh.
  • Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
  • Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh. Hormon dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan hipofisis sebagai reaksi tubuh terhadap berbagai tekanan dan stres lingkungan. Kekurangan atau kelebihan produksi hormon tertentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh.
  • Meremajakan sel-sel tubuh. Saat berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam.
  • Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis.

Selain itu, berbuka puasa sebaiknya diawali dengan makan buah kurma atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman.

Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya.

Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Menjaga Asupan yang Tepat

Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh meliputi enam jenis zat gizi yaitu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.

Pentingnya keseimbangan gizi sering kali kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan mereka yang kelebihan gizi tertentu.

Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan memengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh.

Berikut beberapa bahan alami yang dapat digunakan agar puasa tetap fit dan segar, antara lain:

1. Madu

Meningkatkan stamina serta mempertahankan stabilitias tubuh agar tetap sehat dan bugar, melancarkan proses metabolisme, dan mencegah gangguan pencernaan.

2. Kurma

Meningkatkan stamina dan energi, mencegah dan mengatasi anemia (kurang darah), melancarkan pembuangan, hingga dipercaya sebagai penenang (merileksasi sel otot tubuh yang tegang), mencegah pendarahan rahim.

3. Jahe

Meningkatkan stamina, mengatasi perut kembung, masuk angin, mual, muntah, sakit kepala, pusing, demam, dan lain-lain.

4. Temulawak

Meningkatkan stamina tubuh, mengatasi radang lambung/maag, hingga perut kembung.

5. Kencur

Meningkatkan stamina tubuh, menghilangkan bau mulut, radang lambung, kembung, mual, muntah, masuk angin, dan lain-lain.

6. Ubi jalar merah

Mengatasi perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, dan gangguan lambung.

baca juga: Cara Mengembalikan Pola Tidur Pasca Puasa dan Lebaran

7. Kunyit

Mengatasi radang lambung, memperlancar pengeluaran empedu sehingga mengurangi perut kembung, mual, dan rasa begah di perut.

8. Kapulaga

Mengatasi radang lambung, mual, muntah-muntah, perut begah dan kembung.

9. Kayu manis

Mengatasi radang lambung, mual, muntah-muntah, perut begah dan kembung.