Terbit: 20 April 2020 | Diperbarui: 20 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja


Manfaat puasa tidak hanya belajar ikhlas, sabar, menghindari perbuatan dosa, dan lainnya. Ternyata, dari segi kesehatan tubuh juga sangat berkhasiat, lho! Puasa Ramadan pada dasarnya adalah menahan lapar dan hawa nafsu dari sebelum terbit hingga tenggelamnya matahari. Apa saja manfaatnya? Baca sampai selesai untuk mengetahuinya!

manfaat-puasa-doktersehat

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh

Memiliki tubuh yang selalu sehat adalah keinginan banyak orang. Berbagai macam cara ditempuh mulai dari menjaga pola makan hingga mengonsumsi suplemen-suplemen tambahan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa tubuh yang sehat juga merupakan salah satu manfaat puasa?

Berikut ini sejumlah manfaat puasa yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh:

1. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular

Ini adalah salah satu manfaat puasa yang utama, terutama bagi orang yang memiliki masalah kesehatan terkait sindrom metabolik. Puasa memiliki banyak manfaat terhadap kardiovaskular secara langsung.

Berpuasa dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular, komposisi darah, dan tekanan darah. Mereka yang menderita diabetes tipe 2 atau kolesterol tinggi mungkin bisa menjalani puasa untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan terkait.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Ketika menjalankan ibadah puasa, tidak sedikit orang yang mengalami penurunan tekanan darah, terutama selama minggu pertama puasa Ramadan. Namun, bukan hanya puasa yang dapat menurunkan tekanan darah, juga asupan garam secara signifikan lebih rendah dan peningkatan kehilangan garam melalui urine.

Penelitian yang dilansir National Center for Biotechnology Information (NCBI) di tahun 2017, riset pada 110 orang dewasa yang gemuk menunjukkan bahwa puasa selama tiga minggu di bawah pengawasan medis secara signifikan menurunkan tekanan darah, serta kadar trigliserida darah, kolesterol total dan kolesterol jahat LDL.

3. Menurunkan Gula Darah

Hanya dalam beberapa hari pertama menahan lapar dan haus, manfaat puasa dapat menurunkan kadar gula darah lebih dari 30%, ini merupakan hasil yang signifikan bagi siapa pun yang menderita hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi.

Penurunan gula darah biasanya membuat orang merasakan energi yang berkurang, namun kadar gula darah dalam tubuh harus tetap stabil saat menjalankan puasa.

Baca juga: 7 Tips Aman Berpuasa bagi Penderita Diabetes

4. Menurunkan Berat Badan

Berpuasa atau makan makanan berlemak sehat membantu tubuh mengurangi lemak atau ketosis. Ketosis membantu tubuh membakar cadangan lemak. Lemak sentral berlebih yang tersimpan di sekitar organ, seperti hati dan ginjal, dapat mengganggu fungsi organ tubuh.

Puasa, terutama puasa intermiten (puasa beberapa waktu dalam satu hari) dapat membantu tubuh mencapai ketosis lebih cepat daripada pembatasan kalori.

Satu penelitian di Department of Internal Medicine IV, University of Vienna, Austria, menemukan bahwa puasa jangka pendek secara signifikan dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin, yang dapat meningkatkan penurunan berat badan.

5. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Manfaat puasa bagi kesehatan ternyata dapat menyehatkan jantung Anda. Meskipun penelitian masih terbatas pada hewan, hasilnya bahwa puasa kemungkinan dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Peneliti juga menemukan bahwa puasa intermiten meningkatkan kinerja otot jantung, mengurangi kerusakan akibat radikal bebas, dan meningkatkan pertumbuhan pembuluh darah di dalam jantung.

Satu penelitian Intermountain Heart Collaborative di Utah, Amerika Serikat di tahun 2008, dilakukan pada 4.629 orang yang terkait puasa dengan risiko penyakit arteri koroner yang lebih rendah, serta risiko diabetes yang secara signifikan lebih rendah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

6. Bikin Awet Muda dan Memperpanjang Umur

Menurut penelitian yang dilansir NCBI di tahun 2008, tikus yang berpuasa setiap hari menghambat dan hidup 83% lebih lama dari tikus yang tidak berpuasa.

Sementara penelitian pada hewan lain memiliki hasil yang serupa, dilaporkan bahwa puasa efektif dalam meningkatkan umur panjang dan meningkat kelangsungan hidup.

Meski begitu, penelitian saat ini masih terbatas pada hewan. Oleh karenanya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana puasa berdampak pada umur panjang dan penuaan pada manusia.

7. Mengurangi Peradangan

Manfaat puasa bagi kesehatan selanjutnya adalah kemampuannya mengurangi peradangan. Peradangan banyak penyebabnya, tetapi pola makan yang tidak sehat adalah sumber radikal bebas yang konsisten dan makanan yang menyebabkan peradangan, misalnya gula rafinasi (gula yang dimurnikan), karbohidrat olahan, alkohol, susu, daging, dan makanan yang digoreng.

Namun, tidak hanya bersumber dari makanan, reaksi metabolisme juga menghasilkan radikal bebas seperti superoksida dan hidrogen peroksida. Melewatkan sarapan saja dapat mencegah peradangan.

Cara lain agar puasa mengurangi peradangan adalah melalui keseimbangan hormon yang lebih baik. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa kadar insulin yang lebih rendah dan sensitivitas insulin yang lebih baik dapat mengurangi stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

Baca Juga: 12 Manfaat Puasa Senin Kamis bagi Kesehatan

8. Meningkatkan Regenerasi Sel

Seiring bertambahnya usia, sel-sel jahat dapat berkembang biak di seluruh tubuh tanpa terkontrol dan jaringan yang rusak ini turut berperan terhadap penyakit progresif.

Manfaat puasa bagi kesehatan membuat tubuh mendaur ulang sel, suatu proses pencernaan sendiri pada tingkat sel yang disebut autophagy. Namun Anda tidak hanya mencerna lemak untuk mengisi energi saat puasa, tubuh juga menargetkan sel-sel yang rusak dan jaringan tua untuk mengoptimalkan energi untuk bertahan hidup.

Khasiat puasa terhadap kesehatan dapat meningkatkan kerusakan sel dan jaringan yang tidak berfungsi melalui perlindungan selektif yang dapat melindungi jaringan sehat karena mereka merespons kondisi buruk seperti kelaparan atau puasa.

9. Melindungi Otak

Penelitian tentang penuaan dan fungsi otak telah meningkat secara substansial dalam dekade terakhir. Animo publik yang besar terhadap kesehatan otak di semua tahap kehidupan mencerminkan keinginan untuk awet muda, sehat, dan dengan kemampuan mental yang sehat. Kabar baiknya, manfaat puasa tampaknya secara spesifik membantu mekanisme perlindungan di otak.

Satu penelitian yang dilansir situs Healthline, riset pada tikus menunjukkan bahwa menjalankan puasa berselang selama 11 bulan meningkatkan fungsi otak dan struktur otak.

Sementara pada penelitian pada hewan lain telah melaporkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan pembentukan sel-sel saraf untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengevaluasi efek puasa pada fungsi otak manusia.

10. Mengurangi Produksi Protein Berbahaya

Ada banyak protein dan produk metabolisme yang menyebabkan peradangan, terutama di otak. Puasa dan membatasi kalori dapat menghambat produksi radikal bebas dan protein yang mengiritasi seperti sitokin inflamasi.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa ini juga dapat menghambat penuaan otak dan bahwa manfaat puasa bagi kesehatan dapat menurunkan produksi radikal bebas serta melindungi Anda dari dampaknya.

Hal yang menarik, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa tidak hanya kerusakan radikal bebas dan produksi sitokin inflamasi melambat, tetapi produksi sitokin pelindung meningkat saat berpuasa.

11. Mendorong Respons Stres yang Sehat

Stres yang ringan dan jarang ternyata baik untuk tubuh. Ini merupakan tantangan untuk tubuh, dan Anda menjadi lebih kuat setelah melaluinya. Stres pendek pada otak juga memberikan hasil yang serupa.

Khasiat puasa untuk kesehatan memberi sedikit tekanan pada otak. Stres ini menyebabkan serangkaian tindakan yang melindungi neuron dari kerusakan dan kematian pada hewan percobaan.

12. Membantu Pemulihan Cedera

Manfaat puasa setelah cedera, terutama pada otak yang membutuhkan glukosa, ternyata membuat pemulihan menjadi lebih cepat.

Dalam satu penelitian terhadap hewan, puasa intermiten setelah mengalami cedera dapat meningkatkan fungsi otak dari stroke dan penyakit yang memengaruhi otak. Saat ini, mekanismenya belum dipahami, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum praktisi kesehatan dapat mulai merekomendasikan puasa intermiten untuk pemulihan cedera.

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Asam Lambung Tinggi di Bulan Puasa

13. Menyehatkan Kulit

Diet penting untuk penampilan kulit, tetapi puasa juga dapat meningkatkan karakter dan penampilan kulit Anda. Gula darah tinggi mengubah struktur kolagen, melemahkan kekuatan dan ketahanannya.

Berpuasa secara substansial menurunkan gula darah, karenanya Anda dapat menganggapnya sebagai bagian normal dari rutinitas perawatan kulit untuk mencegah penuaan.

14. Meningkatkan Fungsi Organ Tubuh

Manfaat puasa bagi kesehatan juga akan memberikan beberapa rangsangan, termasuk ke seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan memulihkan dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam.

15. Meningkatkan Fungsi Organ Reproduksi

Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis (kelenjar produsen hormon tertentu).

16. Membantu Mencegah Kanker

Penelitian pada hewan dan tabung menunjukkan bahwa manfaat puasa dapat membantu pengobatan dan pencegahan kanker. Faktanya, penelitian pada tikut oleh Departamento de Clínica Veterinária, Faculdade de Medicina Veterinária e Zootecnia, UNESP, Botucatu, Brazil, menemukan bahwa puasa alternatif atau puasa selang-seling dapat membantu menghambat pembentukan tumor.

Demikian pula, sebuah penelitian tabung menunjukkan bahwa mengekspos sel kanker pada beberapa siklus puasa sama efektifnya dengan kemoterapi dalam menghambat pertumbuhan tumor dan meningkatkan efektivitas obat kemoterapi untuk mengobati kanker.

Terlepas dari temuan ini, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana puasa dapat menghambat perkembangan dan pengobatan kanker pada manusia.

17. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat puasa selanjutnya, terutama puasa intermiten, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena mengurangi kerusakan akibat radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh dan membuat kelaparan sel kanker.

Kita ambil contoh nyata, ketika hewan di alam liar sedang sakit mereka berhenti makan dan sebaliknya mereka fokus untuk istirahat. Ini adalah insting utama untuk mengurangi stres pada sistem internal mereka sehingga tubuhnya dapat melawan infeksi. Sementara manusia adalah satu-satunya spesies yang mencari makanan ketika sakit, bahkan ketika tidak membutuhkannya.

_

Nah, itu dia manfaat puasa bagi kesehatan tubuh yang perlu Anda ketahui. Jika Anda ingin berpuasa, tetapi tubuh sedang tidak fit atau sedang hamil atau menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mencegah dampak yang tidak baik untuk tubuh ya, Teman Sehat!

  1. Edwad. 2017. 20 Health Benefits of Fasting for Whole Body Wellness. https://globalhealing.com/natural-health/health-benefits-of-fasting/. (Diakses 20 April 2020).
  2. Hewitt, Nathan. Tanpa Tahun. 10 Benefits of Fasting That Will Surprise You. https://www.lifehack.org/articles/lifestyle/10-benefits-of-fasting-that-will-surprise-you.html. (Diakses 20 April 2020).
  3. Link, Rachael. 2018. 8 Health Benefits of Fasting, Backed by Science. https://www.healthline.com/nutrition/fasting-benefits. (Diakses 20 April 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi