Terbit: 9 Juni 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Apa saja manfaat olahraga saat haid? Sebagian besar wanita enggan berolahraga saat sedang haid karena merasa akan mudah lelah dan berbahaya bagi kesehatan. Sebenarnya, olahraga saat haid diperbolehkan dan manfaatnya sangat luar biasa. Ketahui manfaat olahraga saat haid dan tipsnya di sini.

8 Manfaat Olahraga saat Haid yang Wanita Harus Ketahui

Manfaat Olahraga saat Haid

Olahraga saat haid sudah terbukti dapat meredakan gejala menstruasi yang menyakitkan. Berikut ini manfaat olahraga saat haid:

1. Meredakan Gejala PMS

Wanita akan mengalami gejala PMS (premenstrual syndrome) berupa perubahan emosi, nyeri payudara, kram perut, perut kembung, hingga kelelahan tidak biasa. Salah satu cara mengatasi PMS adalah dengan melakukan aktivitas fisik ringan.

Berdasarkan penelitian di Journal of Education and Health Promotion, wanita yang rutin berolahraga setidaknya 3 kali seminggu selama 30 menit mengalami gejala nyeri haid lebih ringan daripada mereka yang tidak berolahraga. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa olahraga sebelum dan selama haid dapat meredakan gejala PMS.

Anda tidak perlu melakukan olahraga berat atau dengan durasi terlalu lama. Cukup olahraga ringan seperti berjalan kaki selama 15 menit. Olahraga rutin juga berguna untuk menjaga berat badan Anda agar tetap ideal dan sehat.

2. Melepaskan Hormon Endorfin

Endorfin adalah neurokimia yang dilepaskan tubuh untuk mengatasi rasa sakit dan stres. Hormon kebahagiaan ini juga dapat dilepaskan saat Anda makan, olahraga, atau berhubungan intim.

Bila Anda berolahraga saat haid, hormon ini juga akan lepas dan dapat membuat Anda merasa lebih baik. Pelepasan hormon ini dapat menjadi pereda nyeri haid alami. Apabila Anda mengalami gejala haid seperti kram, nyeri, perut kembung, dan gejala mengganggu lainnya, maka cobalah berolahraga ringan selama 15 menit untuk membantu meredakan gejala tersebut.

Baca Juga: 7 Penyebab Nyeri Haid yang Ringan hingga Berbahaya

3. Meningkatkan Suasana Hati

Salah satu gejala haid yang paling khas adalah perubahan suasana hati dan lekas marah. Kondisi ini terjadi akibat perubahan hormon sehingga sebagian besar wanita memiliki perasaan yang sulit digambarkan saat sedang haid.

Anda dapat mengatasi perubahan suasana hati tersebut dengan berolahraga ringan setidaknya 15-30 menit. Hormon endorfin yang dilepaskan akan membuat Anda merasa lebih stabil dan rileks. Hormon ini akan memberikan Anda perasaan positif.

Berdasarkan penelitian, aktivitas fisik sangat bermanfaat untuk kesehatan mental. Olahraga secara rutin akan menurunkan kadar stres atau depresi. Selain itu, olahraga juga salah satu kunci untuk menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan.

4. Meredakan Nyeri Haid

Dismenore adalah istilah medis untuk kram perut atau nyeri haid secara umum. Gejala ini umumnya dirasakan selama 1-2 hari sebelum atau saat pertama kali menstruasi dimulai. Nyeri haid juga diikuti gejala mual dan muntah, pusing, perut kembung, hingga diare.

Dismenore dirasakan di perut bagian bawah, punggung, atau paha mulai dari intensitas ringan hingga sangat menyakitkan. Apabila Anda mengalami dismenore setiap kali haid, Anda dianjurkan untuk olahraga rutin. Jenis latihan yang tidak perlu berat, Anda dapat jalan kaki, jogging, atau yoga.

5. Mengatasi Kelelahan

Apabila Anda berpikir olahraga saat haid akan membuat Anda semakin lelah, jawabannya malah sebaliknya. Manfaat olahraga saat haid adalah untuk mengurangi kelelahan tidak biasa yang umum dirasakan wanita saat sedang haid.

Anda mungkin harus beristirahat apabila merasa sangat lemah dan tidak dapat beraktivitas fisik saat haid di hari-hari pertama. Setelah hari berikutnya, Anda dapat mulai latihan fisik sesuai durasi dan kemampuan Anda dan tetap mengatur porsi untuk istirahat yang cukup.

Baca Juga: Nyeri Haid (Dismenore): Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

6. Melancarkan Sirkulasi Darah

Latihan fisik saat haid akan melancarkan sirkulasi darah haid yang secara otomatis dapat membantu meredakan kram dan nyeri haid. Selain itu, aliran darah yang lancar juga akan membantu mengatasi gangguan emosi, perubahan suasana hari, tingkat stres, dan kecemasan Anda.

7. Meredakan Sakit Kepala

Manfaat olahraga saat haid selanjutnya adalah untuk meredakan sakit kepala. Olahraga akan mengaktifkan otot-otot di jantung dan meningkatkan sirkulasi darah. Hasilnya, proses tersebut akan membantu meredakan sakit kepala yang umum dirasakan saat haid di hari-hari pertama. Anda disarankan untuk bergerak atau melakukan latihan fisik ringan.

8. Melancarkan Siklus Menstruasi

Anda dianjurkan untuk latihan fisik secara rutin apabila Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak lancar. Aktivitas fisik akan melancarkan aliran darah dan mengatur siklus menstruasi menjadi lancar setiap bulannya.

Selain olahraga, Anda juga dianjurkan untuk mengatur pola makan sehat dan mengelola level stres diri Anda. Semua faktor tersebut berpengaruh pada kelancaran siklus menstruasi dan juga dapat meredakan gejala PMS.

Baca Juga: Olahraga saat Haid: Manfaat, Gerakan, Bahaya, dll

Olahraga secara rutin baik untuk kesehatan fisik dan mental. Tidak ada larangan medis untuk tidak berolahraga selama haid. Faktanya, ada banyak manfaat olahraga saat menstruasi namun Anda harus melakukan variasi latihan, perhatikan durasi, dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Itulah berbagai manfaat olahraga saat haid. Terdapat banyak mitos seputar bahaya olahraga saat haid, sebenarnya olahraga saat haid tetap aman apabila Anda mengatur jadwal dan jenis latihannya. Olahraga sesuai dengan kemampuan Anda, jangan pilih latihan yang berat.

 

  1. Lindberg, Sara. 2018. Can You Exercise on Your Period?. https://www.healthline.com/health/exercise-during-period. (Diakses pada 9 Juni 2020).
  2. Nall, Rachel RN, MSN, CRNA. 2019. Should you exercise during your period?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326364. (Diakses pada 9 Juni 2020).
  3. Ruby Cup. 2020. Exercise during your period: 4 Reasons you should absolutely do it. https://rubycup.com/blogs/news/exercise-during-your-period-4-reasons-you-should-absolutely-do-it. (Diakses pada 9 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi