Terbit: 8 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kita tentu sering melihat kakek atau nenek yang menghabiskan masa tuanya demi menjaga dan merawat cucu. Biasanya, hal ini disebabkan oleh orang tua dari sang cucu yang sibuk bekerja. Meski terlihat merepotkan, pakar kesehatan menyebut hal ini ternyata bisa membuat mereka hidup lebih lama, lho. Kok bisa?

Rawat Cucu, Lansia Bisa Hidup Lebih Lama

Merawat Cucu Bisa Membuat Hidup Lebih Lama

Berdasarkan penelitian yang bertajuk Berlin Aging Study, dihasilkan fakta bahwa kakek dan nenek yang merawat cucunya memiliki risiko lebih rendah 37 persen mengalami kematian dini dibandingkan dengan kakek dan nenek yang tidak merawat cucunya. Penelitian ini dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Evolution and Human Behavior yang diterbitkan pada 2016 silam.

“Merawat sesuatu atau seseorang akan membuat kita seperti memiliki tujuan hidup. Tanpa disadari, hal ini akan membantu meningkatkan harapan hidup seseorang,” ucap salah satu peneliti, Bruno Arpino dari Pompeu Fabra University, Barcelona, Spanyol.

Dalam penelitian ini, lebih dari 500 partisipan dengan usia lebih dari 70 tahun dilibatkan. Mereka diminta untuk menjalani wawancara dengan para peneliti dan beberapa tes medis di rumahnya yang dilakukan setiap dua tahun di antara tahun 1990 dan 2009.

Selama penelitian, mereka diminta untuk menjawab tentang frekuensi merawat atau menjaga cucunya. Jawaban dari pertanyaan ini kemudian dijadikan skala satu hingga tujuh sesuai dengan seberapa sering mereka menjaga dan merawat cucunya. Hasil dari penelitian ini adalah, merawat cucu bisa membuat harapan hidup meningkat hingga sepertiga lebih besar dibandingkan dengan para lansia yang tidak merawat cucunya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

“Menghabiskan waktu dengan cucu, membantu teman atau anggota keluarga bisa membuat para lansia memiliki tujuan hidup kembali. Hal ini akan membuat mereka menjadi lebih aktif secara fisik ataupun mental. Jika mereka jarang atau tidak pernah merawat cucu, dampaknya bisa sangat negatif bagi kondisi kesehatannya,” ucap Sonja Hilbrand dari University of Basel, Swiss.

Tak hanya membuat harapan hidup meningkat, merawat cucu juga bisa membantu meningkatkan fungsi kognitif otak dan kesehatan mental para lansia dengan signifikan.

Tips Sehat bagi para Lansia

Tak hanya dengan merawat cucu, pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa para lansia lakukan agar tetap bisa sehat.

Berikut adalah cara-cara tersebut.

  1. Rutin Melakukan Olahraga Ringan

Hal pertama yang bisa para lansia lakukan demi tetap sehat adalah dengan melakukan olahraga ringan secara rutin. Olahraga ini bisa berupa berjalan kaki atau bersepeda. Jangan lakukan olahraga dengan intensitas tinggi karena bisa saja memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh.

  1. Rajin Membaca

Rajin membaca bisa menjaga kondisi otak tetap terjaga. Hal ini juga bisa membantu mencegah masalah daya ingat, menurunkan risiko alzheimer, hingga demensia.

  1. Menjaga Pola Makan

Semakin bertambah usia seseorang, semakin menurun sistem metabolismenya. Jika tidak menjaga pola makannya, bisa jadi akan menyebabkan masalah kelebihan berat badan atau gangguan kognitif. Pola makan yang buruk juga bisa memicu masalah kardiovaskular, salah satu penyebab utama dari kematian dini para lansia.

  1. Menjaga Kondisi Gigi

Semakin bertambah usia, semakin rentan terkena masalah gigi dan gusi. Demi mencegahnya, ada baiknya kita rutin menjaga kebersihannya atau memeriksakannya ke dokter secara rutin.

  1. Beristirahat dengan Cukup Setiap Malam

Tidur cukup setidaknya 7 atau 8 jam setiap malam bisa mengatasi stres, mendukung sistem regenerasi, detoksifikasi, hingga membuat sistem kekebalan tubuh semakin meningkat.

 

Sumber:

  1. Karn, Shivangi. 2019. Grandparents May Live Longer If They Babysit Their Grandchildren, Reveals Study. boldsky.com/health/wellness/babysitting-your-grandchildren-may-help-you-live-longer-129449.html (Diakses pada 8 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi