Terbit: 6 Mei 2021 | Diperbarui: 7 Mei 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Merangkak atau merayap adalah cara pertama bayi untuk bergerak secara mandiri. Bayi akan mulai belajar menyeimbangkan tangan dan lututnya untuk bergerak. Bunda, yuk simak penjelasan tentang kapan bayi mulai merangkak hingga manfaatnya bagi perkembangan bayi!

Cara Melatih Bayi Merangkak hingga Manfaatnya yang Perlu Bunda Ketahui!

Usia Berapa Bayi Mulai Bisa Merangkak?

Kapan bayi bisa merangkak? Kebanyakan bayi mulai belajar merangkak antara usia 6-12 bulan. Sebagian besar bayi menggunakan cara bergerak dalam kisaran usia tersebut, seperti menyeret pantat, merayap dengan perutnya, atau berguling bergerak.

Namun, jika bobot bayi lebih besar dari rata-rata, mungkin memerlukan waktu lebih lama bagi bayi untuk mengetahui cara bergerak. Jika si Kecil secara khusus fokus pada keterampilan lainnya, seperti keterampilan motorik halus atau perkembangan berbicara, ini mungkin dapat menunda fokus bayi untuk merayap.

Cara Bayi Belajar Merangkak

Bayi kemungkinan besar akan mulai merayap segera setelah bisa duduk dengan baik tanpa penyangga, mungkin saat usia 8 bulan. Setelah melewati titik ini, bayi dapat mengangkat kepalanya untuk melihat sekeliling, dan lengan, kaki, dan otot punggungnya cukup kuat untuk mencegahnya jatuh ke lantai saat berdiri dengan tangan dan lutut.

Selama beberapa bulan, bayi secara bertahap akan belajar bergerak dengan percaya diri dari posisi duduk menjadi merangkak, dan akan segera menyadari bahwa si Kecil dapat bergerak maju dan mundur di lantai.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Sekitar usia 9 atau 10 bulan, bayi akan mengetahui bahwa mendorong lututnya memberikan dorongan yang untuk bergerak. Ketika semakin pandai, si kecil akan belajar beralih dari posisi merayap kembali ke posisi duduk.

Cara Melatih Bayi untuk Merangkak

Jika memiliki bayi berusia 6 bulan dan sudah mulai berguling, sudah saatnya Bunda mulai membantunya untuk belajar merayap. Untuk membantu Anda dan bayi, ada beberapa cara untuk membantu bayi belajar menggunakan tangan dan kakinya untuk bergerak.

Berikut ini beberapa cara melatih bayi untuk merangkak:

  • Berlatih tengkurap (tummy time). Ketika tengkurap atau telungkup dengan perutnya, bayi akan mengembangkan kekuatan otot di bahu, lengan, punggung, dan batang tubuh yang membantunya belajar merayap.
  • Biarkan bayi meraih mainan yang disukainya. Cobalah letakkan mainan yang menarik di dekat Anda. Kemudian buatlah si Kecil bergerak ke arah mainan tersebut, mungkin dengan menggerakkannya atau melambaikan tangan agar anak melihat mainan.
  • Beri ruang untuk menjelajah. Mengasuh bayi dalam satu ruangan dan membiarkannya bergerak ke berbagai arah dengan tetap memerhatikannya. Agar aman, jauhkan benda-benda yang berpotensi membahayakan bayi Anda.
  • Biarkan bayi bermain depan cermin. Cermin juga bisa membantu anak untuk belajar untuk tengkurap. Biarkanlah bayi bermain di depan cermin agar bisa melihat bayangan dirinya sendiri, yang akan membuatnya berdiri dan menghampiri cermin. Ini bisa membantu bayi merayap dalam waktu singkat.
  • Angkat bayi dalam posisi merangkak. Topanglah perut bayi dengan lembut untuk mengangkat sebagian besar berat badannya sambil tetap membiarkan tangan dan kaki bayi menyentuh lantai. Ini akan membuat si Kecil terbiasa dengan perasaan menyentuh lantai dan gerakan merayap.

Jenis Gaya Bayi Merangkak

Saat mulai merayap, bayi mungkin melakukan salah satu dari gaya yang membuatnya nyaman untuk bergerak. Berikut ini beberapa gaya merayap untuk bayi:

  • Klasik. Menggerakkan satu lengan dan kaki yang berlawanan secara bersamaan untuk mendorong ke depan.
  • Kepiting. Gaya yang satu ini bergerak dengan satu lutut menekuk dan lutut lainnya lurus, ke depan atau ke samping
  • Komando. Badan berbaring telungkup dan menggunakan lengan untuk bergerak maju.
  • Bokong. Gaya ini saat bayi merangkak dengan menyeret bokongnya menggunakan kekuatan tangan.
  • Beruang. Lutut bayi tidak menjejak lantai karena diangkat tinggi-tinggi ketika merayap sehingga tampak seperti beruang berjalan.
  • Ngesot (bottom scooter). Posisi bayi setengah duduk, bokong menempel di lantai, kaki bersila, dan kedua tangan bertumpu pada lantai untuk membantu bergerak.

Baca Juga: Perkembangan Bayi 6 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa?

Manfaat Merangkak untuk Bayi

Mulai merayap ketika menginjak usia 6 bulan memberikan banyak manfaat untuk perkembangan bayi. Sikecil mampu dengan cepat belajar untuk membangun kekuatan otot dan keterampilan motorik kasar dan halusnya.

Beberapa manfaat merangkak untuk bayi, meliputi:

1. Perkembangan Fisik

Manfaatnya sangat banyak untuk perkembangan fisik bayi. Merayap dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus, keseimbangan, koordinasi tangan dan mata, dan kekuatan keseluruhan.

Pengembangan dan penyempurnaan keterampilan tersebut akan membantu anak di kemudian hari terhadap aktivitas, seperti berlari, melompat, menulis, dan melempar bola. Kekuatan yang si Kecil bangun juga meningkatkan postur tubuhnya dan mempersiapkannya untuk berjalan.

2. Pemahaman Spasial (Ruang dan Tempat)

Bayi merangkak dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah bagi bayi. Ketika merayap, si Kecil akan menemukan jarak dan objek. Bayi juga akan belajar bahwa ia perlu mengarahkan dirinya sendiri di sekitar rintangan yang tidak dapat dilewati. Jadi, si Kecil akan mencari jalan baru dan inilah yang membuatnya mengembangkan dan menerapkan keterampilan dasar pemecahan masalah.

3. Melatih Penglihatan Binokular

Keterampilan penglihatan bayi akan berkembang cepat saat menemukan mainan favoritnya dengan jarak yang dekat atau jauh. Ini disebut penglihatan binokular dan melatih matanya untuk melihat dari ke kejauhan dan kemudian kembali ke tangannya saat merayap atau meraih mainan tersebut.

Penglihatan binokular untuk menghitung jarak dan memahami apa yang bayi lihat. Ini merupakan keterampilan yang dapat membantu menangkap bola, mengendarai mobil, dan menyalin pelajaran dari papan tulis.

4. Melatih Koordinasi

Koordinasi otak kiri dan kanan dapat meningkat dengan merayap, karena otak berfungsi untuk memproses pendengaran, penglihatan, dan gerakan pada saat yang bersamaan. Jadi, semakin sering bayi berlatih merayap, semakin selaras dan berkembang terhadap koordinasi.

Kedua lengan dan kedua lutut kanan harus bekerja sama agar bayi dapat bergerak, baik maju maupun mundur. Bahkan ketika merayap di lantai, bayi juga menggunakan penglihatan dan pendengarannya yang berkembang untuk mengenali tujuan yang mereka inginkan.

Baca Juga: 13 Macam-Macam Refleks pada Bayi yang Perlu Bunda Kenali

5. Kekuatan Fisik

Ketika mulai melakukan banyak aktivitas dengan bermain, bayi akan mendapatkan kekuatan fisik yang signifikan. Ini akan membantu mempersiapkan si Kecil untuk berjalan dalam waktu beberapa bulan.

Saat bayi mulai meraih meja dan berdiri, lekukan normal di tulang belakangnya mulai berkembang dan otot punggung dan kaki bagian bawah mulai menguat. Semakin banyak bayi merayap, semakin terlatih dan siap untuk berjalan dengan kedua kakinya.

6. Percaya Diri

Bayi yang merangkak sedang membangun kepercayaan dirinya. Bayi dapat mengambil risiko fisik secara teratur pada setiap keberhasilan dan kegagalan, sehingga menemukan potensi dan keterbatasannya.

Ketika menjadi lebih berpengalaman dalam merayap, si Kecil akan menjadi tahu kapan harus menghindari cedera, mengarahkan langkah, atau memeriksa rintangan di hadapannya.

 

  1. Anonim. 2018. Crawling. https://www.whattoexpect.com/first-year/crawling/ (Diakses pada 6 Mei 2021)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Baby Crawling: 12 Tips To Help Your Baby Learn To Crawl. https://www.mustelausa.com/blogs/mustela-mag/baby-crawling-10-tips-to-help-your-baby-learn-to-crawl (Diakses pada 6 Mei 2021)
  3. Dubinsky, Dana. 2020. Baby milestone: Crawling. https://www.babycenter.com/baby/baby-development/baby-milestone-crawling_6501 (Diakses pada 6 Mei 2021)
  4. Reece, Tamekia. 2020. When Do Babies Crawl?. https://www.parents.com/baby/development/crawling/when-do-babies-crawl/ (Diakses pada 6 Mei 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi