Manfaat Meditasi Menyehatkan Jantung

Doktersehat - Meditasi
Photo Credit: Flickr.com/Ricardo Ulke Acosta

DokterSehat.Com– Meditasi adalah salah satu aktivitas yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Manfaat meditasi dapat menenangkan pikiran dan hal ini bisa berimbas pada kondisi kesehatan mental yang jauh lebih baik. Namun, pakar kesehatan menyebutkan bahwa manfaat meditasi ternyata lebih baik dari yang kita kira. Hal ini didasari oleh adanya hasil penelitian kesehatan yang menyebutkan jika bermeditasi ternyata bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung dengan signifikan.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh pakar kesehatan dari Howard University Medical Center ini, disebutkan bahwa melakukan meditasi transcendental dengan rutin akan memperlambat kematian pada sel-sel tubuh. Bahkan, meditasi ini mampu meningkatkan gen telomerase pada tingkat DNA. Sebagai informasi, gen telomerase ini berpengaruh besar bagi kesehatan organ kardiovaskular sekaligus memperlambat proses penuaan dalam tubuh.

Dengan melakukan meditasi secara teratur, maka dua gen telomerase pada tubuh akan lebih aktif dan membuat tekanan darah dalam tubuh semakin menurun. Karena tekanan darah bisa dikendalikan dengan baik, maka jantung dan organ kardiovaskular lainnya pun akan menjadi lebih sehat. Kita pun akan menurunkan risiko terkena stroke dan serangan jantung dengan signifikan.

Penelitian yang melibatkan 48 pria dan wanita dengan masalah tekanan darah tinggi ini dilakukan dengan cara meminta sebagian partisipan melakukan meditasi transcendental secara rutin dan sebagian lainnya diminta untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat layaknya menurunkan berta badan, menurunkan asupan garam, dan berolahraga dengan rutin. Setelah 16 pekan, diketahui bahwa mereka yang rutin melakukan meditasi transcendental cenderung lebih cepat dalam menurunkan tekanan darah.

Melihat adanya fakta ini, manfaat meditasi memang bisa dijadikan salah satu solusi untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus membuat tubuh lebih sehat secara keseluruhan. Selain menyetatkan jantung Anda, manfaat meditasi juga dapat menyehatkan mental, berikut di antaranya.

 

Manfaat Meditasi untuk Kesehatan

1. Mencegah penyakit jantung

Meditasi selama 20 menit bisa membuat Anda merasa seolah-olah tidur siang yang menyegarkan. Manfaat lainnya dapat menghilangkan kecemasan, memperbaiki mood, menenangkan perasaan dan membuat Anda selalu bersyukur.

 

Penelitian pencegahan Alzheimer baru-baru ini menunjukkan bahwa meditasi meningkatkan kognisi pada orang-orang dengan kehilangan ingatan. Itu juga meningkatkan aktivitas otak di daerah pusat memori.

Khasiat meditasi juga dapat membantu rasa sakit fibromyalgia, hot flashes, sindrom iritasi yang mudah tersinggung, dan PMS.

2. Mengurangi stres

Kita semua pasti mengalami stres dan meditasi adalah salah satu cara paling efektif untuk menangani atau bahkan menghilangkan stres.

Khasiat meditasi baik bagi Anda uang membniat kita terasa damai dan relaksasi yang mendalam.

Jika berlatih meditasi, Anda akan merasa lebih sehat, memiliki lebih banyak energi dan merasa lebih baik secara emosional. Anda juga akan terlihat lebih baik. Kulit Anda akan terlihat lebih halus setelah bermeditasi, dari peningkatan oksigen dan aliran darah yang akan Anda ciptakan.

Bermeditasi sebelum tidur terasa nyaman dan santai, yang membantu menyelesaikan masalah setelah seharian lelah bekerja, sehingga Anda dapat bersantai dan tidur nyenyak.

3. Mengatasi rasa cemas

Anda mungkin pernah mengalami atau bahkan sedang merasa cemas, coba atasi dengan meditasi, yang pasti bisa menenangkan pikiran Anda.

4. Meningkatkan kesehatan mental

Berfokus pada hati Anda dalam meditasi akan benar-benar menenangkan pikiran Anda. Anda akan mengalihkan perhatian Anda dari pikiran-pikiran cemas dan obrolan mental dan fokus daripada perasaan penghargaan dan rasa syukur dari hati Anda sendiri.

5. Meningkatkan kesehatan emosional

Manfaat meditasi juga dapat meningkatkan citra diri yang lebih baik dan pandangan hidup yang lebih positif. Berdasarkan penelitian, meditasi dapat menurunkan depresi lebih dari 4.600 orang dewasa.