Terbit: 10 April 2020 | Diperbarui: 16 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Manfaat lengkuas sebagai obat tradisional telah dipercaya sejak dulu kala. Lengkuas adalah jenis tanaman rimpang (rizoma) yang memiliki efek stimulan aromatik, karminatif, dan vitamin alami untuk manfaat kesehatan. Ketahui apa saja kandungan lengkuas, manfaat, pengolahan, dll.

12 Manfaat Lengkuas untuk Kesehatan (Kandungan Nutrisi Lengkap)

Kandungan Nutrisi Lengkuas

Anda mungkin mengenal lengkuas sebagai bumbu dan rempah asli yang digunakan dalam berbagai masakan lokal. Selain menambah rasa dan aroma, ternyata lengkuas juga mengandung berbagai vitamin dan nutrisi alami yang kemudian dikaitkan sebagai obat tradisional.

Berikut ini kandungan nutrisi dan vitamin dari lengkuas (100 gram):

  • 71 kalori
  • 15 gram karbohidrat
  • 1 gram protein
  • 1 gram lemak
  • 2 gram serat
  • 5,4 gram vitamin C (9% rekomendasi asupan harian)

Lengkuas juga memiliki efek antioksidan yang sangat kuat, terutama agen polifenol. Antioksidan adalah agen alami untuk mencegah kanker dan risiko penyakit lainnya.

Manfaat Lengkuas untuk Kesehatan

Lengkuas adalah rempah-rempah asli dari Asia yang tergabung dalam keluarga Zingiberaceae seperti jahe dan kunyit. Lengkuas telah digunakan dalam pengobatan Ayurvedic dan tradisional Tiongkok selama berabad-abad. Jenis tanaman rimpang ini juga digunakan sebagai bumbu untuk makanan lokal di Indonesia, Malaysia, China, dan Thailand.

Selain sebagai bumbu, lengkuas juga dipercaya dapat mengatasi penyakit tertentu, meningkatkan sistem imun, hingga berpotensi untuk menambah kesuburan pria. Ketahui manfaat lengkuas berikut ini:

1. Mengurangi Risiko Kanker

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients di tahun 2016, lengkuas memiliki bahan aktif bernama galangin yang dikaitkan sebagai agen anti kanker untuk membunuh sel kanker tertentu.

Selain itu, lengkuas juga merupakan sumber antioksidan yaitu agen alami untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker dan penyakit kronis lainnya. Berdasarkan penelitian, kandungan lengkuas mungkin efektif untuk mengatasi kanker usus besar, saluran empedu, kanker kulit, kanker hati, dan kanker payudara.

Walaupun demikian, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengamati potensi lengkuas atau obat herbal lainnya sebagai obat kanker di masa depan.

2. Meningkatkan Kesuburan Pria

Salah satu manfaat lengkuas yang paling terkenal adalah potensi kandungan yang dapat meningkatkan kesuburan pria. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tikus, ekstrak akar lengkuas meningkatkan jumlah dan motilitas sperma.

Studi lain yang dilakukan pada 66 pria selama 3 bulan menunjukan bahwa konsumsi ekstrak lengkuas dan buah delima setiap hari dapat meningkatkan sekitar 62% motilitas sperma. Sementara mereka yang tidak mengonsumsi ekstrak lengkuas hanya mengalami peningkatan sebesar 20%.

Ekstrak lengkuas pun banyak dijadikan bahan tambahan produk atau obat-obatan untuk kesuburan pria karena lengkuas dapat memengaruhi produksi protein yang terlibat dalam proses spermatogenesis.

3. Mencegah Infeksi

Minyak atsiri atau ekstrak lengkuas telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi atau melindungi Anda dari infeksi.

Berdasarkan sebuah penelitian, akar lengkuas dapat membunuh bakteri berbahaya penyebab infeksi seperti E. coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella Typhi. Walaupun demikian, penelitian lanjutan masih dibutuhkan.

Baca Juga: 7 Manfaat Air Jahe Jika Dikonsumsi Rutin. Bikin Sendiri di Rumah, Yuk!

4. Mencegah Nyeri dan Peradangan

Manfaat lengkuas untuk kesehatan yang selanjutnya adalah untuk mengatasi nyeri dan peradangan. Akar lengkuas memiliki sifat antiinflamasi yang berarti dapat mengurangi rasa nyeri dan gejala peradangan yang umum terjadi seperti nyeri otot, osteoartritis lutut, dll.

Berdasarkan penelitian terhadap 261 orang yang mengonsumsi ekstrak jahe dan lengkuas selama 6 minggu, hasilnya adalah gejala nyeri lutut berkurang hingga 63%. Penelitian lebih lanjut tentang efek pereda rasa nyeri dari lengkuas masih dibutuhkan.

5. Meningkatkan Fungsi Otak

Lengkuas kaya akan antioksidan yang juga berpengaruh pada peningkatan fungsi otak. Antioksidan mengurangi deposisi plak beta-amyloid di otak untuk mencegah risiko penyakit neurodegeneratif dan degenerasi kognitif yang dipengaruhi oleh usia.

Selain itu, kandungan aktif dari lengkuas juga dapat mengatasi peradangan kronis pada otak yang dikaitkan dengan penyebab depresi. Aromaterapi dari lengkuas juga dapat menenangkan pikiran.

6. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Pengobatan tradisional seperti Ayurvedic dan budaya Asia lainnya menggunakan akar lengkuas sebagai obat alami sakit perut, diare, mual, muntah, dan cegukan. Umumnya, orang-orang menambahkan lengkuas pada teh hangat yang diminum untuk menenangkan gejala terkait sakit perut.

7. Mengandung Antioksidan

Jenis rimpang ini kaya akan antioksidan untuk melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas yang memicu berbagai penyakit. Jenis antioksidan yang paling kuat di lengkuas adalah polifenol. Manfaat polifenol adalah untuk menurunkan gula darah, kadar kolesterol buruk (LDL), dan meningkatkan fungsi memori otak.

8. Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Lengkuas adalah salah satu jenis rimpang yang termasuk dalam kelompok minuman herbal empon-empon untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Jenis rimpang ini mengandung vitamin C, antioksidan, dan bahan aktif galangin agar sistem imun kuat untuk melawan berbagai infeksi yang menyerang tubuh Anda.

9. Mencegah Penyakit Kronis

Obat herbal ini juga digunakan sebagai perawatan kesehatan sehari-hari dan untuk mencegah penyakit kronis. Secara tradisional, lengkuas dan bahan herbal lainnya diracik untuk mengurangi risiko penyakit artritis, diabetes, dan penyakit jantung koroner. Walaupun demikian, belum ada penelitian medis mengenai manfaat lengkuas untuk kesehatan ini.

10. Mencegah Diabetes

Berdasarkan penelitian di tahun 2015 yang dilakukan pada hewan, kombinasi bahan aktif, polifenol, alkaloid, triterpen, steroid, dan karbohidrat di lengkuas memiliki potensi sebagai antidiabetik alami. Kandungan tersebut dapat merangsang regenerasi sel beta yang mensekresi insulin di pankreas.

Tikus dengan diabetes yang digunakan dalam penelitian tersebut mengalami penurunan kadar kadar kolesterol dan trigliserida, meningkatkan metabolisme lipid dan mencegah komplikasi diabetes. Walaupun demikian, penelitian lanjutan terhadap manusia masih dibutuhkan untuk membuktikan manfaat lengkuas untuk kesehatan secara medis.

Baca Juga: 8 Manfaat Teh Ginseng Berdasarkan Penelitian

11. Mengandung Efek Antimikroba

Berdasarkan penelitian, minyak esensial lengkuas dapat membantu mengatasi paparan bakteri, ragi, jamur, parasit, dan aktivitas antimikroba terhadap Trichophyton mentagrophytes. Kandungan alami dalam lengkuas juga menghambat jamur dan ragi, seperti Aspergillus niger, Trichophyton longifusus, Colletotrichum musae, Fusarium oxysporum, Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Rhizopus stolonifer.

12. Merelaksasi Pikiran

Belum ada penelitian tentang ini, namun teh lengkuas biasa diminum untuk membantu relaksasi atau menenangkan diri dari stres sehari-hari. Teh lengkuas dengan tambahan sereh dan madu memiliki sensasi aromatik, menghangatkan, serta melancarkan pikiran.

Itulah beberapa manfaat lengkuas untuk kesehatan. Salah satu jenis rempah-rempah ini digunakan sebagai bumbu dan obat herbal seperti jahe, kunyit, kencur, dan lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Edwards, Rebekah. 2020. Galangal: The Best Cancer-Fighting Herb Around?. https://draxe.com/nutrition/galangal/. (Diakses pada 8 April 2020).
  2. Koganti, Sindhu. 2020. Galangal: Benefits, Side Effects, Composition, And How To Use. https://www.stylecraze.com/articles/amazing-benefits-of-galangal-for-skin-hair-and-health/. (Diakses pada 8 April 2020).
  3. Petre, Alina MS, RD. 2019. Galangal Root: Benefits, Uses, and Side Effects. https://www.healthline.com/nutrition/galangal-root. (Diakses pada 8 April 2020).
  4. Staughton, John, (BASc, BFA). 2020. 6 Surprising Benefits Of Galangal. https://www.organicfacts.net/galangal.html. (Diakses pada 8 April 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi