7 Manfaat Kurma untuk Kehamilan dan Persalinan

kurma-untuk-kehamilan-doktersehat
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com – Kurma adalah salah satu buah yang sering disebut sebagai superfood karena mengandung banyak nutrisi. Buah dengan rasa manis ini mengandung karbohidrat dan mineral lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tidak mengherankan kalau kurma sering dimakan saat berbuka puasa sebagai penyuplai energi instan.

Nah, manfaat kurma tidak hanya dalam hal energi saja. Buah ini juga bermanfaat untuk tubuh khususnya organ tertentu seperti lambung. Selanjutnya kurma juga diketahui baik untuk kehamilan dan juga persalinan.

Manfaat kurma untuk kehamilan

Secara umum kurma memang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Selanjutnya untuk wanita yang sedang hamil, manfaat bisa lebih spesifik dan terdiri dari.

  1. Memberikan tambahan energi

Saat sedang hamil, wanita akan membutuhkan banyak sekali energi. Selain untuk diri sendiri, energi juga dibutuhkan untuk pertumbuhan janin. Kurma akan memberikan suplai energi yang besar dalam waktu yang cepat.

Kurma bisa dikonsumsi secara langsung sebagai buah atau dibuat menjadi jus. Gunakan kurma sebagai camilan dan tambahan makanan, bukan pengganti nasi.

  1. Mencegah sembelit

Salah satu masalah yang paling banyak dialami oleh wanita hamil adalah sembelit. Kondisi ini terjadi karena saluran cerna ditekan oleh rahim sehingga perjalanan feses berjalan dengan lambat. Kurma mengandung banyak sekali serat yang akan melancarkan pergerakan feses di dalam usus besar.

  1. Menyuplai protein

Kurma adalah salah satu buah yang mengandung protein dalam jumlah yang cukup banyak. Bahkan, protein ini bisa meningkatkan pembentukan asam amino yang baik untuk pertumbuhan jaringan otot pada ibu dan bayi yang berada di rahim.

Protein lain yang berkolaborasi dengan kurma dalam menyuplai kebutuhan tubuh dan janin adalah ikan. Dibandingkan dengan daging merah, ikan memiliki beberapa kelebihan antara lain memiliki lemak sehat seperti omega-3 yang baik untuk bayi.

  1. Mencegah gangguan persalinan

Gangguan persalinan bisa terjadi karena wanita tidak bisa melahirkan dengan sempurna. Gangguan ini bisa memicu masalah pada tubuh ibu atau janin itu sendiri. Kurma mengandung folat yang mencegah gangguan khusus pada bayi sehingga fungsi otaknya tidak akan menurun saat persalinan terjadi.

  1. Suplai vitamin K

Vitamin K sangat baik untuk mencegah penggumpalan darah dan pertumbuhan tulang pada bayi. Vitamin ini didapatkan dari kurma dan saat bayi lahir dan menyusui. Oleh karena itu konsumsi kurma sangat direkomendasikan.

  1. Mencegah Anemia

Rasa lemas dan anemia adalah hal wajar terjadi pada kehamilan. Namun, kita tidak boleh membiarkannya begitu saja. Dengan mengonsumsi kurma, zat besi akan tersuplai dengan baik.

Selain kurma, makanan seperti sayuran hijau juga sangat dibutuhkan untuk menyuplai zat besi. Aneka daging merah juga menyuplai zat besi meski saat mengonsumsi harus diperhatikan jumlahnya dan dari jenis yang tidak berlemak.

  1. Membantu pertumbuhan tulang dan gigi

Pertumbuhan tulang dan gigi sangat penting dan harus dilakukan sejak berada di kandungan. Dengan mengonsumsi kurma, bayi akan terbantu untuk tumbuh sehat sehingga saat lahir tidak akan terjadi masalah.

Setelah lahir suplai nutrisi ini akan didapatkan bayi dari ASI. Ibu harus mengonsumsi makanan yang tepat agar jumlah ASI yang keluar bisa maksimal dan bayi tidak kekurangan nutrisinya.

Bisakah kurma muda meningkatkan kesuburan?

Salah satu manfaat kurma khususnya kurma muda yang banyak dipercaya masyarakat adalah meningkatkan kesuburan. Akhirnya banyak sekali pasangan yang mengonsumsi kurma muda dalam bentuk buah atau dalam bentuk serbuk. Dengan mengonsumsi ini diharapkan bisa meningkatkan peluang terjadi pembuahan.

Pada beberapa orang, penggunaan kurma muda untuk meningkatkan kesuburan memang berhasil. Namun, banyak faktor yang memengaruhi kehamilan. Tidak hanya karena konsumsi kurma saja. Frekuensi seks hingga masa subur juga memengaruhi.

Sayangnya belum ada penelitian yang menunjukkan kalau kurma muda sangat baik untuk fertilitas. Ada yang mengatakan hal ini hanya mitos saja. Terlepas mana yang benar, kurma tetap baik untuk kesehatan tubuh tidak hanya pada mereka yang ingin hamil saja, orang tua pun juga bisa menikmati manfaatnya.

Waktu makan kurma yang tepat saat hamil

Sebenarnya kurma bisa dimakan kapan saja saat hamil. Trimester kapan pun cocok. Namun, harus ada pembatas agar kurma tidak menimbulkan efek samping yang besar pada tubuh.

  • Pada trimester pertama wanita akan sering mengalami lemas dan kerap muntah. Kurma bisa dikonsumsi sebagai pemberi energi. Sayangnya kurma yang dikonsumsi ini harus disesuaikan jumlahnya. Pada wanita yang memiliki risiko diabetes tinggi, pembatasan. Harus dilakukan agar tidak terjadi diabetes gestasional.
  • Pada trimester kedua, kemungkinan wanita mengalami diabetes gestasional sangat tinggi. Oleh karena itu selalu lakukan konsultasi dengan dokter terkait boleh atau tidaknya makan kurma. Kalau boleh, batasi jumlahnya. Sebaliknya kalau dilarang, patuhi agar kehamilan tidak terjadi masalah.
  • Pada trimester ketiga inilah konsumsi kurma boleh dilakukan sedikit lebih banyak. Meski demikian tetap perhatikan kebutuhan yang sesuai.

Kurma untuk membantu persalinan

Kurma memang belum terbukti meningkatkan kesuburan. Namun, kurma sudah terbukti mampu membantu wanita dalam hal persalinan. Dengan mengonsumsi kurma, wanita bisa melakukan persalinan alami dengan lebih lancar.

Karena fungsi kurma untuk persalinan sangat besar, beberapa praktisi menyarankan wanita makan buah ini pada trimester ketiga kehamilannya. Waktu persalinan bisa dipercepat sehingga wanita tidak akan terlalu menderita saat mengejan atau menunggu bukaan.

Dari ulasan di atas terlihat dengan jelas kalau kurma sangat bermanfaat untuk wanita hamil. Namun, untuk membantu kesuburan wanita masih belum terbukti secara ilmiah. Meski demikian tidak ada salahnya berusaha dibarengi dengan olahraga dan menjalani gaya hidup sehat. Semoga ulasan di atas bermanfaat.