Terbit: 22 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Selama ini pria selalu kencing dalam keadaan berdiri. Bahkan di setiap toilet pria selalu ada urinoir yang bisa digunakan pria untuk kencing dengan mudah tanpa harus membuka celana lalau duduk di dalam bilik.

5 Manfaat Kencing Duduk untuk Pria

Masalah kencing pada pria entah itu berdiri atau duduk mungkin tidak begitu dipermasalahkan oleh kaum adam. Namun, kencing sambil duduk ternyata memiliki cukup banyak kelebihan yang bisa meningkatkan kesehatan dari pria. Aktivitas kencing tidak sekadar membuang urine saja, tapi juga ritual kesehatan yang harus diperhatikan.

Nah, kalau Anda penasaran dengan manfaat dari kencing sambil duduk, simak beberapa hal di bawah ini dengan saksama.

  1. Urine bisa keluar semua

Saat sedang kencing kita kerap merasakan janggal pada kemih. Saat air kencing yang keluar sudah habis, perasaan ingin kencing masih saja keluar. Bahkan membuat kita mengurungkan niat untuk mencuci penis karena urine bisa muncul lagi dan Anda harus kembali lagi ke toilet untuk menuntaskan hajat kecil ini.

Kencing sambil berdiri membuat otot di sekitar perut tidak begitu relaks. Akibatnya urine tidak akan dikeluarkan dengan sempurna. Di kandung kemih masih ada sisa urine yang akan dikeluarkan lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Kalau Anda kencing dengan duduk, urine yang sudah terkumpul semuanya di kandung kemih akan dikeluarkan. Anda bisa dengan mudah menguras semua cairan yang ada sehingga tidak perlu bolak-balik ke toilet.

  1. Tidak terciprat ke mana-mana

Kencing sambil berdiri akan membuat urine terciprat karena memantul dengan permukaan urinoir atau toilet. Cipratan ini akan mengenai celana sehingga menjadi kotor dan bisa membuat bakteri berkumpul.

Selain terciprat ke celana, urine juga akan terciprat ke sekitar toilet sehingga ada kemungkinan tersentuh oleh orang lain yang akan menggunakan urinoir. Jadi, usahakan untuk kencing sambil duduk agar hal seperti ini bisa dihindari.

  1. Tidak menetes di celana dalam

Kencing sambil berdiri membuat urine yang ada di kandung kemih dan salurannya tidak dikeluarkan dengan sempurna. Anda mungkin sudah mencuci penis hingga bersih sebelum memasukkannya ke dalam celana, tapi ada kemungkinan menetes ke celana dalam.

Kalau Anda terpaksa kencing dengan berdiri, sebisa mungkin untuk sedikit menekan penis agar semua urine keluar dan tidak menetes pada celana dalam. Kalau urine sampai menempel di celana dalam, area penis akan jadi kotor. Kondisi iritasi akan terjadi dan menyebabkan rasa gatal yang mengganggu.

  1. Baik untuk pria dengan gangguan kencing

Tidak semua pria memiliki saluran kemih yang baik sehingga urine bisa dikeluarkan dengan baik. Ada beberapa pria yang saluran kemihnya sedikit turun ke bawah sehingga cairan susah keluar sehingga mengganggu aktivitas harian dan juga seksual.

Kondisi ini bisa terjadi secara alami atau karena ada gangguan pada prostat. Pria dengan gangguan ini akan sering merasakan ngilu pada penis dan anyang-anyangan yang sering muncul khususnya saat hari sedang dingin.

  1. Mencegah masalah prostat

Gangguan kencing yang terjadi karena kita sering berdiri bisa menyebabkan gangguan pada prostat. Kalau area di kandung kemih mengalami inflamasi sehingga Anda susah kencing, prostat akan sedikit tertekan sehingga gangguan seksual bisa saja terjadi dalam waktu yang cukup singkat.

Agar gangguan pada prostat ini tidak terjadi, Anda disarankan untuk duduk saat kencing. Lebih baik agak ribet mencopot celana ketimbang membahayakan kesehatan.

Semoga ulasan tentang kencing sambil duduk di atas bisa Anda gunakan sebagai referensi yang bermanfaat. Mari lebih memperhatikan organ vital agar kemampuan seksual dan reproduksi tidak menurun.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi