Manfaat Jus Pare bagi Penderita Diabetes

jus-pare-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/Mike Licht

DokterSehat.Com– Sobat Sehat pernah mencoba jus pare belum? Kebanyakan dari kita pasti akan berpikir jika jus pare memiliki rasa yang sangat pahit dan tidak enak untuk dikonsumsi. Padahal, menurut pakar kesehatan, mengonsumsi jus pare bisa memberikan banyak manfat kesehatan, khususnya bagi penderita diabetes.

Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa jika kita rutin mengonsumsi jus pare setiap hari, maka kadar gula darah bisa diturunkan ke kadar yang normal. Bahkan, jus yang kaya akan kandungan serat, vitamin, dan mineral ini juga bisa membantu program diet atau menurunkan berat badan. Kandungan serat yang tinggi di dalam jus pare bisa membuat kita kenyang dalam waktu yang lama. Hal ini akan membantu kita untuk tidak makan dengan berlebihan.

Dilansir dari Boldsky, jus pare juga kaya akan kandungan antioksidan yang bisa membantu sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Kandungan ini juga akan membuat sel-sel kulit menjadi lebih sehat dan mencegah datangnya peradangan di dalam tubuh.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk meminum jus pare di pagi hari, khususnya saat perut masih dalam kondisi kosong. Hanya saja, jika kita memiliki masalah asam lambung, ada baiknya kita mengonsumsinya setelah makan, tepatnya saat makan siang. Jika kita ingin membuat rasa jus pare menjadi tidak begitu pahit, kita bisa membuang semua biji di dalam pare dan mengupas kulit luarnya. Selain itu, tambahkan beberapa tetes jeruk nipis agar bisa membuat rasa jus pare menjadi lebih segar.

Selain mencegah diabetes, jus pare juga bisa dijadikan minuman yang cocok bagi mereka yang sudah mengidap penyakit ini. Kemampuannya dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil tentu akan sangat bermanfaat, khususnya dalam hal mencegah datangnya komplikasi.

Hanya saja, penderita diabetes tidak boleh hanya mengandalkan jus pare saja. Agar tetap sehat, mereka harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, khususnya dalam menerapkan pola makan dengan kadar gizi yang seimbang demi mencegah kenaikan kadar gula darah. Sebagai contoh, mereka tak bisa lagi mengonsumsi makanan tinggi kalori atau gula. Minuman manis yang menyegarkan juga sudah tidak bisa lagi dikonsumsi karena berpotensi memicu lonjakan kadar gula darah.