Inilah Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan Tubuh

Doktersehat-manfaat-ubi-jalar

DokterSehat.Com – Indonesia terkenal dengan keragaman hayatinya. Tumbuh-tumbuhan yang melimpah dan tumbuh subur membuat Indonesia terkenal dengan tanaman alam yang berkhasiat.

Tidak terkecuali ubi jalar atau yang biasa disebut dengan ketela rambat. Ubi jalar merupakan salah satu makanan yang sering ditemui pada daerah pedesaan sebagai pengganti nasi.

Manfaat ubi jalar sangat berguna untuk tubuh karena kandungan vitamin A, vitamin B1, B2 dan juga vitamin C. Selain itu, ubi jalar kaya akan senyawa serta mineral di antaranya adalah magnesium, lysine, zinc, potassium, copper, kalsium, zat besi, phosfor dan juga karbohidrat.

baca juga: 8 Khasiat Ubi Jalar untuk Ibu Hamil

Berikut adalah manfaat ubi jalar lainnya yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Menstabilkan kadar gula darah

Manfaat ubi jalar sangat baik untuk penderita diabetes. Khusus penderita diabetes, makanan pokok berupa nasi sepertinya harus segera ditinggalkan karena mengandung kadar gula yang tinggi. Pilihan lain yang dapat dimakan adalah ubi jalar.

Ubi jalar dapat menstabilkan kadar gula darah lewat kerja merangsang produksi insulin. Selain itu, ubi jalar juga ditengarai dapat mengurangi resistensi sel terhadap insulin dan menurunkan kadar HbA1C dalam darah yang meningkat pada penderita diabetes. Namun, khasiat ubi jalar ini sepertinya membutuhkan penelitian lanjutan.

2. Menjaga menstabilkan tekanan darah

Manfaat ubi jalar lainnya adalah menjaga tekanan darah. Kandungan kalium pada ubi jalar ungu berperan penting dalam mengontrol tekanan darah, detak jantung dan juga mengontrol otot dan saraf dalam tubuh. Selain ubi jalar ungu sumber kalium terbaik dapat Anda dapatkan dari pisang, jeruk dan lainnya.

3. Menurunkan kolesterol

Khasiat ubi jalar yang tidak boleh Anda lewatkan adalah kemampuannya menurunkan kolesterol jahat. Hal ini bisa terjadi karena kandugan serat larut dalam ubi jalar ungu dapat membantu menurunkan kolesterol jahat.

4. Membantu menurunkan berat badan

Mengonsumsi ubi jalar ungu secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan. Kandungan karbohidrat komplek pada ubi jalar ungu dapat membuat perut kenyang tahan lama. Sehingga ini akan menghindarkan aktivitas makan yang berulang yang dapat meningkatkan berat badan.

Dalam sebuah penelitian kecil terhadap pasien obesitas disimpulkan bahwa menambahkan dua porsi ubi ungu setiap hari selama satu bulan dalam asupan makanan tidak akan membuat berat bedan naik, akan tetapi justru membuat tekanan darah menurun.

4. Menyehatkan mata

Ubi jalar ungu mengandung vitamin A yang tinggi serta ditunjang adanya beta-karoten, sehingga ubi jalar sangat efektif untuk menjaga kesehatan mata dari berbagai macam penyakit mata. Selain ubi jalar ungu, beta-karoten juga dapat Anda dapatkan pada buah-buahan yang berwarna ungu, hijau, orange dan kuning serta sayuran hijau lainnya.

Selain itu, vitamin antioksidan C dan E dalam ubi jalar telah terbukti mendukung kesehatan mata dan mencegah kerusakan degeneratif.

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kandungan beta-karoten pada ubi jalar memiliki peran yang hebat. Zat ini bekerjasama dengan vitamin C dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Dua zat yang juga memiliki sifat antioksidan ini membentuk kombinasi nutrisi yang kuat untuk mendukung peningkatan sistem kekebalan tubuh.

6. Mengurangi risiko kanker

Sebuah penelitian mengungkapkan, ubi jalar oranye telah terbukti memiliki sifat anti-karsinogenik. Beberapa penelitian telah menunjukkan beta-karoten dapat mengurangi risiko kanker payudara pada wanita pramenopause dan kanker ovarium pada wanita pascamenopause. Namun, nampaknya ubi jalar ungu lebih efektif melawan kanker dibanding dengan ubi jalar oranye.

baca juga: Wah, Ternyata Ubi Jalar Bisa Mengatasi Rambut Kering!

7. Mengurangi tekanan darah

Manfaat ubi jalar yang bisa didapatkan tubuh adalah menurunkan tekanan darah karena ubi jalar meningkatkan asupan kalium tubuh. Namun disarankan untuk mengolah ubi jalar dengan tidak menambah garam secara berlebihan, karena kelebihan garam dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.