Terbit: 21 Februari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ada berbagai manfaat daun saga yang dipercaya sebagai obat tradisional sejak zaman dulu. Masyarakat umum meyakini manfaat daun saga sebagai obat batuk, pilek, demam, sakit perut, dan berbagai penyakit lainnya, namun bagaimana pembuktiannya secara medis? Ketahui lebih lanjut tentang kandungan, khasiat daun saga, dll.

10 Manfaat Daun Saga untuk Kesehatan (Kandungan dan Efek Samping)

Kandungan Daun Saga

Daun saga adalah tanaman yang tumbuh secara liar di ladang, kebun, hutan, atau sengaja ditanam di pekarangan sebagai tanaman rambat. Daun saga memiliki nama Latin Abrus precatorius dengan bentuk daun majemuk bersirip ganjil. Bunga saga berwarna ungu muda dan biji saga berwarna merah dengan bintik hitam.

Dipercaya sebagai obat tradisional, apa saja kandungan nutrisi daun saga? Berikut ini adalah kandungan daun saga, yaitu:

  • Protein
  • Vitamin A
  • Vitamin B1
  • Vitamin B6
  • Vitamin C
  • Saponin
  • Flavonoid
  • Tannin
  • Alkaloid
  • Kalsium oksalat
  • Glisirizin
  • Flisirizinat
  • Polygalacturomic acid
  • Pentosan

Daun saga juga memiliki kandungan bahan kimia, yaitu:

  • Luteolin
  • Isoorientin
  • L-Abrine
  • Precatorin I, II, III
  • Abruquinone D, E, F
  • Abrussaponin I, II
  • Gallic acid
  • Isoorientin
  • Trigonelline
  • Agglutinin-I
  • Abrusin

Berdasarkan penelitian, ada sekitar 30 bahan kimia yang terkandung baik di daun, akar, biji, dan bunga saga.

Sementara itu, daun saga memiliki banyak sebutan yaitu Lucky bean creeper, Precatory pea, Rosary pea, Rosary bean, Bead vine, Coral bead plant, Licorice vine, Crabs eye, Jequirity, dll. Daun saga juga tidak hanya populer sebagai obat herbal di Indonesia, namun juga digunakan di Brazil, Afghanistan, Kamboja, India, Afrika, dll.

Manfaat Daun Saga bagi Kesehatan

Daun saga masuk ke dalam daftar Inventaris Tanaman Obat Indonesia tahun 1994, namun kandungan bahan kimia bernama abrin dalam daun saga termasuk dalam golongan racun yang dapat membahayakan manusia hingga menyebabkan kematian.

Secara tradisional, daun saga dipercaya sebagai obat alternatif sejak dulu kala. Masyarakat umum meyakini bahwa daun saga dapat menyembuhkan batuk, pilek, demam, sakit perut, gigitan serangga, dll. Berikut ini adalah manfaat daun saga yang dipercaya, yaitu:

1. Membantu Mengatasi Batuk

Batuk adalah respon tubuh secara reflek untuk membersihkan lendir atau iritasi di tenggorokan. Penyebab batuk yang paling umum adalah karena adanya infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus.

Beberapa orang menggunakan obat tradisional untuk mengatasi batuk seperti dengan meminum ekstrak daun saga, namun belum ada penelitian medis terkait kandungan apa di daun saga yang dapat mengobati batuk.

2. Membantu Mengatasi Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan adalah kondisi dimana tenggorokan Anda terasa sakit, gatal, dan sensasi seperti terbakar. Penyebab sakit tenggorokan yang paling umum adalah karena infeksi bakteri Streptococcus yang mengganggu fungsi tenggorokan dan amandel.

Umumnya, sakit tenggorokan dapat diobati dengan antibiotik, namun beberapa kalangan mungkin lebih memilih dengan obat tradisional seperti daun saga. Daun saga mengandung beberapa bahan kimia yang mungkin dapat membunuh bakteri penyebab sakit tenggorokan, namun belum ada uji klinis tentang khasiat ini.

3. Membantu Mengatasi Flu

Flu adalah penyakit yang paling sering terjadi pada kebanyakan orang karena kekebalan tubuh yang menurun. Flu adalah infeksi yang disebabkan oleh virus akut yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Sebagian masyarakat percaya akan manfaat daun saga untuk mengatasi flu dengan cara meminum ekstrak daun saga, namun Anda sebaiknya berhati-hati sebelum minum obat tradisinal ini karena belum ada penelitian valid yang membuktikan khasiat daun saga untuk flu.

Baca Juga: Mengobati Berbagai Penyakit dengan Tanaman Adas

4. Membantu Mengatasi Demam

Demam adalah kondisi dimana suhu tubuh Anda naik dari suhu normal yaitu 37,5°C. Penyebab demam yang paling umum adalah karena infeksi virus atau bakteri. Demam juga dapat menjadi gejala dari penyakit-penyakit lain. Umumnya Anda dapat mengatasi demam dengan minum obat parasetamol dan beristirahat yang cukup.

Dalam pengobatan tradisional Cina, daun saga digunakan untuk mengatasi demam dengan mengolahnya menjadi ekstrak atau teh herbal. Meskipun sudah lama digunakan untuk mengatasi demam, sebenarnya belum ada uji klinis yang terbukti secara medis.

5. Membantu Mengatasi Sakit Perut

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami sakit perut. Penyebab sakit perut yang paling umum adalah karena infeksi yang dipaparkan melalui makanan. Gejala sakit perut adalah perut kram, nyeri, dan terasa pegal.

Dalam pengobatan tradisional Afrika timur, mereka mengatasi sakit perut dengan daun saga yang diolah menjadi jus atau dimakan langsung, namun sakit perut biasa umumnya dapat diatasi dengan minum air putih yang cukup untuk melancarkan dan mengeluarkan racun melalui BAB dan beristirahat yang baik.

6. Membantu Mengatasi Sakit Mata

Manfaat daun saga yang dipercaya dalam pengobatan tradisional India adalah untuk mengatasi sakit mata. Mereka menggunakan extract rebusan akan dan daun saga sebagai tetes mata untuk mengatasi berbagai gangguan mata seperti mata merah, mata kering, mata lelah, dll.

Sebaiknya Anda tidak sembarangan menggunakan obat tradisional apapun untuk mata, karena mata adalah salah satu organ penting yang sangat sensitif.

7. Membantu Mengatasi Asma

Dalam pengobatan Ayurvedic, daun saga digunakan untuk membantu mengatasi asma. Pengobatan Ayurvedic adalah salah satu pengobatan holistik tertua di dunia yang menggunakan obat herbal dan metode alternatif dalam mengatasi berbagai penyakit. Mereka menggunakan ekstrak akar dan daun saga untuk mengatasi asma.

Baca Juga: 8 Tanda yang Menunjukkan Penyakit Asma Semakin Parah

8. Membantu Mengatasi Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan karena paparan parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles.

Pengobatan tradisional di Kamboja dan Nigeria menggunakan ekstrak akar dan daun saga yang diolah dengan air panas sebagai perawatan malaria, namun sebaiknya Anda mengikuti perawatan medis dari dokter karena malaria adalah penyakit yang mengancam jiwa dan harus ditangani dengan serius.

9. Membantu Mengatasi Gigitan Serangga dan Ular

Manfaat daun saga juga dipercaya dapat membantu mengatasi gigitan serangga dan ular. Masyarakat tradisional menggunakan ekstrak akar dan daun saga untuk menghentikan racun atau paparan infeksi dari gigitan serangga.

10. Membantu Merawat Rambut

Beberapa produk perawatan rambut di India menggunakan daun saga sebagai salah satu bahan utamanya. Biji saga dihaluskan lalu dicampur dengan air beras untuk membantu mengatasi rambut rontok dan mempertahankan keindahan rambut. Namun, beberapa orang mungkin tidak cocok dengan produk rambut dari daun saga ini.

Baca Juga: 7 Manfaat Minyak Kelapa untuk Rambut yang Sehat dan Cantik

Cara Kerja Daun Saga dalam Tubuh

Belum ada penelitian secara medis tentang manfaat daun saga. Daun saga mengandung banyak bahan kimia yang mungkin berperan dalam membantu menyembuhkan berbagai penyakit, seperti:

  • Meredakan gejala alergi.
  • Membantu meningkatkan kadar gula darah.
  • Mengurangi efek inflamasi.
  • Membunuh bakteri.
  • Membunuh cacing pita.
  • Memperlambat sel kanker.
  • Alat kontrasepsi tradisional.

Daun saga mengandung bahan kimia bernama abrin yang termasuk dalam bahan kimia beracun. Data sementara memperkirakan bahwa racun abrin inilah yang membunuh virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu, namun kandungan abrin ini sangat beracun dan dapat menyebabkan kematian.

Bila Anda menggunakan daun saga sebagai obat tradisional, harap tetap berhati-hati. Racun abrin dan bahan kimia lainnya yang belum diteliti dapat menimbulkan risiko efek samping yang sangat membahayakan.

Efek Samping Daun Saga bagi Kesehatan

Berikut ini adalah efek samping daun saga yang berasal dari racun abrin, yaitu:

  • Memicu diare.
  • Mual dan muntah.
  • Detak jantung meningkat.
  • Masalah kulit.
  • Iritasi.
  • Toksisitas hati atau ginjal.

Gejala keracunan abrin umumnya akan timbul setelah beberapa hari dan data sementara menyatakan bahwa kematian karena keracunan abrin dapat terjadi setelah 3-4 hari yang sebelumnya diikuti oleh gejala parah tersebut.

Peringatan Menggunakan Daun Saga

Kandungan abrin di daun saga sangat beracun dapat membahayakan bila dikonsumsi oleh:

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Bayi dan anak-anak.
  • Penderitan gangguan darah.
  • Penderita diabetes.
  • Orang yang akan dan atau pasca operasi.

Harap perhatikan peringatan menggunakan daun saga sebagai obat tradisional. Walaupun obat tradisional dianggap lebih aman, belum ada landasan medis untuk menggunakannya.

Itulah manfaat daun saga bagi kesehatan sebagai obat tradisional beserta efek sampingnya. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Emedicine Health. 2019. Jequirity. https://www.emedicinehealth.com/jequirity/vitamins-supplements.htm. (Diakses pada 21 November 2019).
  2. Cancer Chemoprevention Research Center. 2014. Saga (Abrus precatorius Linn). http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=129. (Diakses pada 21 November 2019).
  3. Healthbenefitstimes. 2017. Crab’s eye-Abrus precatorius. https://www.healthbenefitstimes.com/crabs-eye/. (Diakses pada 21 November 2019).
  4. WebMD. 2019. JEQUIRITY. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-836/jequirity. (Diakses pada 21 November 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi